Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
SEBUAH JANJI DI MASA LALU



Baru kali ini Aaron merasakan hidup tidak adil baginya. Dia yang selama ini merasa tidak pernah protes tentang apapun yang terjadi pada dirinya, bagaimana dia harus disalahpahami, tidak bisa dekat dengan sembarang orang, harus bgeitu hati-hati dalam bertindak, akan tetapi, sekalinya dia menginginkan seseorang yang dia cintai untuk bisa dekat dengannya, kondisi mengharuskan dia menjauh dari gadis yang dia cintai itu.


Gadis pertama, dan satu-satunya gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta, sejak pandangan pertama.


Dan Aaron kembali teringat bahwa sejak pertama kali bertemu dengan Chiara, entah disengaja atau tidak, seringkali dia dipertemukan dengan gadis kecilnya itu, seperti sebuah alur cerita novel yang tidak pernah bisa dia hindari.


Entah saat Chiara jalan-jalan, Chiara makan malam di restauran ataupun saat Chiara sedang mengunjungi hotel milik kedua orangtuanya, setelah pertemuan pertamanya dengan Chiara, Aaron justru semakin sering melihat sosok Chiara di sekitarnya, meskipun Chiara tidak menyadari bahwa ada seseorang dengan mata ambernya, selalu memperhatikannya, dan memandangnya dengan tatapan penuh cintanya dalam diamnya.


Hal itu membuat pada akhirnya justru membuat Aaron di waktu luangnya dengan sengaja mengikuti kemanapun Chiara pergi, dan selalu berusaha untuk melindungi gadis itu secara diam-diam.


Aaron tidak akan pernah membiarkan kaki Chiara terantuk batu, tidak membiarkan seseorang yang sedang berpapasan dengannya di taman atau jalanan menyentuh apalagi menabrak tubuh gadis itu, bahkan selembar daunpun tidak akan dibiarkan Aaron jatuh dan menyentuh tubuh Chiara.


"Hah...." Aaron mendesah pelan sambil menghembuskan nafasnya dengan sedikit kasar, mengingat bahwa selama ini, demi melindungi Chiara dari hal-hal sekegil apapun, dia sudah bersikap seperti penguntit tanpa diketahui oleh siapapun, termasuk Chiara yang tidak pernah menyadari kehadiran Aaron yang seringkali selalu berada di sekitarnya, selama bertahun-tahun ini.


# # # # # # #


"Pa! Awas!" Sebuah teriakan nyaring terdengar dari bibir mama Chiara.


Dan teriakan itu terdengar histeris karena melihat sebuah truk dengan kecepatan tinggi terlihat oleng dan sedang melaju cepat ke arah mobil yang sedang dikendarai oleh Cakra.


Chiara yang saat itu berada di kursi bagian belakang terlihat memejamkan kedua matanya, dengan kedua tangannya menutupi kedua telinganya, karena dadanya yang berdetak keras dan ketakutan karena bunyi klakson bertubi-tubi dari truk yang sedang melaju ke arah mereka di malam dengan disertai hujan deras, dan guntur juga petir terlihat saling bergantian memecah langit malam.


Sebuah benturan keras yang akhirnya tidak dapat dihindari, membuat mobil yang ditumpangi oleh Cakra terbalik dan terseret beberapa meter dari tempatnya.


"Akh!" Suara teriakan dari Chiara terdengar melengking keras saat dia mendengar suara hantaman keras dari body truk yang menabrak bagian depan mobil yang sedang berusaha dikendalikan oleh Cakra.


Chiara juga merasakan guncangan yang sangat keras, membuat tangannya tanpa sadar bergerak ke arah handle buka pintu mobil di bagian dalam, membuat pintu di bagian sampingnya terbuka dan tubuhnya terlempar keluar dari mobil yang masih terseret dan berputar-putar dalam kondisi terbalik itu.


Suara teriakan histeris dari Chiara, suara gadis yang selalu terdengar ceria, dan mampu mengalihkan dunia Aaron, membuat Aaron yang sedang membaca buku di ruang kerjanya melemparkan buku itu ke sembarang arah dan tubuhnya langsung melesat keluar melalui jendela dengan kecepatan tinggi menuju sumber suara.


Chiara sudah berpikir bahwa dia sudah pasti akan mati dengan tubuh hancur karena tubuhnya terbanting ke jalanan beraspal yang keras, tapi tiba-tiba dirasakannya dua lengan kokoh menangkap tubuhnya dan menggendongnya, lalu dengan gerakan perlahan dan hati-hati membawanya mendarat ke tanah.


Hanya sekilas dengan matanya yang sendu Chiara sempat melihat wajah penolongnya sebelum dia pingsan di dalam pelukan pahlawannya itu.


Kedua kaki Cakra terjepit pada body mobil yang ringsek akibat hantaman truk, dengan seluruh tubuhnya juga berlumuran darah segar yang keluar dari luka-luka yang dialaminya, mulai dari kepala hingga kakinya.


Begitu sadar tidak ada yang bisa dia lakukan pada istrinya yang sudah meninggal, Cakra langsung menoleh ke belakang, mencari sosok Chiara yang sudah menghilang dari tempatnya.


"Chi... Chiara...." Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, Cakra berusaha untuk mencari sosok putri kesayangannya itu, namun dia tidak berhasil menemukannya, membuat dia menoleh ke arah luar kaca jendela mobilnya.


Suara Cakra langsung tercekat begitu melihat adanya seseorang dengan memakai topeng di sebagian wajahnya, sedang mendarat dari terbangnya dengan Chiara yang berada dalam gendongannya dengan kondisi pingsan.


Mata Cakra menatap tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya sekarang sambil meringis menahan sakitnya.


"Chi.. ara...." Cakra yang masih terjepit di dalam mobilnya yang terbalik, berusaha mengulurkan tangannya, seolah berusaha untuk meraih Chiara.


Melihat kondisi Cakra, dengan perlahan Aaron meletakkan tubuh Chiara yang sudah basah akibat terguyur hujan deras ke tempat yang aman, sebelum dia melangkah ke arah mobil yang dikendarai oleh Cakra.


Begitu berada di dekat mobil itu, kedua tangan Aaron segera bergerak ke arah mobil Cakra, dan membalikkan mobil itu dengan kekuatan super yang dia miliki, dengan Cakra yang terlihat pasrah karena tidak banyak lagi tenaga yang dimilikinya.


"Apa Anda baik-baik saja Pak?" Aaron langsung bertanya kepada Cakra, dengan membungkukkan tubuhnya sambil menatap ke arah wanita di samping Cakra yang melalui pendengaran supernya, Aaron bisa tahu kalau jantung wanita itu sudah tidak lagi berdetak.


"Chi... ara...." Cakra berkata sambil memandang ke arah Aaron yang tampak melihat ke arah kaki Cakra yang terjepit.


"Tenanglah Pak, anak Bapak baik-baik saja...."


"Tolong... tolong... jaga Chiara... tolong...."


"Pak, aku akan mengeluarkan Bapak terlebih dahulu...." Aaron berkata sambil tangannya bergerak ke arah pintu mobil, berencana untuk menjebol pintu mobil itu dan membantu Cakra untuk keluar dari mobil.


"Ti... tidak... kumohon...." Tiba-tiba saja Cakra berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah sambil tangannya berusaha menggapai lengan Aaron, mencegah Aaron untuk melakukan sesuatu untuknya.


"Tol... long... lindungi... Chiara, aku mohon... jaga Chiara...." Cakra berkata sambil tangannya yang sudah berhasil meraih lengan bawah salah satu tangan Aaron dengan suara memohonnya ke arah Aaron yang entah kenapa tanpa berpikir panjang saat itu juga dia langsung menganggukkan kepalanya, menyetujui permintaan Cakra tanpa perduli dengan resiko yang akan dia hadapi ke depannya karena janjinya pada Cakra malam itu.


Saat itu hanya ada satu hal di dalam pikiran Aaron, bahwa diapun tidak akan pernah rela dan membiarkan gadis kecilnya terluka sedikitpun, selama dia bisa melindungi gadis itu.