Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MENJAGA JARAK UNTUK MELINDUNGINYA



"Om, masih mau kentang gorengnya? Ini...." Dan dengan polosnya Chiara tanpa menyadari perubahan sikap Aaron karena salah tingkah akibat pujiannya tadi, gadis cantik itu menyodorkan kentang goreng miliknya yang baru saja diambil sepotong oleh Aaron.


Setelah itu, mereka berdua masih menikmati makan malam mereka yang bagi seorang Aaron maupun Chiara, fried chicken sebenarnya termasuk makanan yang sangat sederhana.


“Ah, kenyang sekali, terimakasih untuk traktiran makan malamnya ya Om. Lain kali, aku akan menyisihkan uang sakuku untuk membalas traktiran Om.” Chiara yang sudah duduk dengan menyandarakan tubuhnya di sandaran kursi, berkata sambil mengelus-elus perut ratanya yang terasa sangat kenyang malam ini.


“Sama-sama.” Aaron berkata pendek sambil memandang ke arah Chiara yang sedang menatapnya sambil tersenyum.


"Dan tidak perlu membalas mentraktirku. Setelah menikah, semua kebutuhanmu menjadi tanggung jawabku, termasuk biaya kehidupanmu sehari-hari." Aaron melanjutkan kata-kata yang membuat Chiara menatap lurus ke arah Aaron dengan tatapan kagumnya, dan senyum tidak pernah pudar dari bibirnya saat dia menatap sosok Aaron, yang selalu membuatnya terpana, dan tidak pernah ada kata puas apalagi bosan.


"Kan masih ada waktu sebelum kita menikah. Berarti Om Aaron harus menyiapkan waktu untuk kita makan bersama lagi. Dan waktu itu, giliranku yang mentraktir Om Aaron." Zachary yang duduk tidak jauh dari meja Aaron dan Chiara, dan bisa mendengar pembicaraan mereka berdua meski hanya lamat-lamat, langsung menahan senyum gelinya.


Aaron sendiri tidak menyangka kalau Chiara tiba-tiba saja berinisiatif mengajaknya makan bersama lagi, membuat Aaron sedikit menahan nafasnya, karena sudah begitu lama dia selalu berusaha menjaga jarak dengan gadis itu, takut bahwa dia tidak lagi bisa mengendalikan perasaannya saat berada di dekat Chiara.


Keputusanku untuk segera pergi ke Amerika setelah kami menikah, adalah hal terbaik yang bisa aku lakukan agar aku bisa terus melindunginya, tanpa membawanya dalam bahaya karena keegoisanku padanya.


Aaron berkata dalam hati sambil mencoba mengalihkan pikirannya sebentar dengan meminum minuman bersoda di depannya, sebelum dia menanggapi perkataan Chiara.


Wajah datar pak Aaron, sepertinya beberapa waktu ke depan akan menunjukkan ekspresi selain ekspresi papan setrika karena adanya nona Chiara di dekatnya. Mungkin setelah ini, wajah seperti papan setrika perlahan tapi pasti akan segera menghilang.


Zachary yang sudah menyelesaikan makannya sedari tadi, berkata dalam hati sambil tertawa geli tanpa suara, lalu kembali berkonsentrasi pada tablet yang sedang dia pegang, karena harus kembali melakukan pengecekan, karena perubahan jadwal Aaron untuk besok.


“Tapi Chiara, jangan sering-sering makan makanan seperti itu, tidak baik untuk kesehatanmu.” Mendengar nasehat Aaron, Chiara bukannya menjawab iya, tapi gadis cantik itu justru meringis sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal.


“Tenang saja Om, aku akan mentraktir Om Aaron makanan yang lain, bukan seperti ini. Sebenarnya aku jarang sekali makan makanan sejenis ini, meskipun sebenarnya aku sangat suka sekali dengan makanan ini. Karena sudah lama tidak memakannya, mungkin hari ini aku jadi kalap (lupa diri) dan khilaf. He he he.” Chiara mengakhiri kata-katanya dengan sebuah tawa kecil, dengan sikap cerianya.


“Bagus kalau begitu. Kamu masih terlalu muda, harus bisa menjaga kualitas makanan dan minumanmu. Jangan sering mengkonsumsi makanan sembarangan, apalagi kalau kita tahu makanan itu bukan makanan sehat untuk gadis seusiamu yang otaknya masih berkembang.” Aaron berkata sambil dengan gerakan santai ikut menikmati minuman dingin yang bersoda, di gelas yang ada di tangannya, lalu kembali menggigit sisa ayam goreng di depannya.


“Siap Om…” Chiara berkata sambil mengangkat tangannya di samping pelipisnya, membuat gerakan seperti saat dia melakukan penghormatan pada saat upacara bendera.


Melihat sikap Chiara yang membuatnya terlihat semakin cantik dan menggemaskan itu, mau tidak mau, Aaron kembali menyungingkan senyum geli di bibirnya, yang sengaja dia tutupi dengan tangan kirinya yang terkepal.


Zachary yang duduk tak jauh dari mereka, namun di meja lain karena tidak ingin mengganggu percakapan mereka, hanya bisa melongo melihat bagaimana Aaron yang terlihat ikut menikmati fried chicken seperti yang dilakukan oleh Chiara yang memang terlihat begitu menyukai makanannya hari ini.


“Wah…. Kalau aku tidak melihat dengan mata kepalaku sendiri, aku tidak akan percaya kalau pak Aaron mau makan makanan seperti ini.” Zachary bergumam pelan dengan wajah terlihat terheran-heran dan masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tentang seorang Aaron yang terlihat menikmati fried chicken itu, seperti seseorang yang terbiasa memakannya dan merupakan penggemar makanan itu.


Bahkan selain Zachary, beberapa orang yang juga ada di restauran itu terlihat memandang sosok Aaron dengan heran dan terpesona juga.


Karena selain sosok Aaron yang berwajah bule dan tampan, penampilan Aaron yang masih dengan setelan jas lengkapnya yang terlihat jelas merupakan jas mahal, membuat dia cukup menjadi pusat perhatian di tengah-tengah para pengunjung yang lain, yang merasa aneh ada orang setampan dan sekeren Aaron denga pakaian mahalnya mau makan di tempat seperti ini bersama seorang gadis remaja.


“Dan untuk kedepannya, hati-hati dalam bergaul dengan orang lain Chiara…” Aaron kembali berkata dengan wajah seriusnya kembali, membuat Chiara menatap ke arah Aaron dengan sebuah senyuman, menunggu apa yang ingin disampaikan Aaron padanya.


“Apa maksud Om? Apa ada cara bergaulku yang salah di mata Om?” Akhirnya Chiara bertanya setelah dilihatnya beberapa saat Aaron tampak terdiam.


"Jangan sembarangan menyentuh tubuh orang lain, apalagi laki-laki yang baru kamu kenal." Mendengar perkataan Aaron, wajah Chiara berubah drastis, tidak ada senyum, apalagi aura ceria di wajahnya, justru wajah yang menunjukkan aura sedih.


Apa om Aaron marah karena tadi aku sudah memukul lengannya tadi? Atau karena aku menarik lengannya saat di M…D tadi? Apa aku dianggap tidak sopan oleh om Aaron?


Chiara berkata dalam hati dengan perasaan tidak tenang, jadi merasa canggung karena ternyata Aaron mempermasalahkan hal itu.


"Ah, maksudku, bukan itu. Aku tidak mempermasalahkan hal itu diantara kita. Hanya saja… tidak semua laki-laki itu bisa mengendalikan emosi dan nafsunya, bagaimana kalau dia marah atau dia laki-laki mesum. Aku tidak membicarakan tentang kita berdua. Emmm, maksudku, tidak semua bisa kamu perlakukan seperti aku. Justru aku merasa lega, kamu tidak merasa canggung padaku meskipun kita baru saling kenal." Seolah mengerti tentang apa yang sedang dipikirkan oleh Chiara barusan, Aaron buru-buru memberikan penjelasan pada Chiara yang wajahnya langsung berangsur terlihat kembali ceria.