
"Masuklah." Aaron memberikan perintah sambil menoleh ke arah pintu, yang langsung dibuka oleh Zachary begitu dia sudah mendapatkan ijin untuk masuk dari Aaron.
Dengan sikap sopan, Zachary yang datang bersama dengan dua orang wanita yang mendorong sebuah standing hanger, dimana disana terlihat belasan pakaian tergantung rapi dengan berbagai warna dan model pakaian formal untuk wanita, masuk ke kantor Aaron.
(Standing hanger adalah produk rumah tangga yang berfungsi untuk menggantungkan berbagai macam barang. Anda bisa menggantungkan baju, handuk, tas, dan aksesori lain agar lebih tertata dan enak dipandang.
Jika mencari standing hanger khusus untuk meletakkan pakaian atau handuk, pilihlah yang menyediakan space lebar. Jadi, pakaian atau handuk yang digantung tidak akan mudah kusut. Selain itu, baju yang dijemur juga akan lebih cepat kering. Standing hanger untuk meletakkan aksesori biasanya memiliki detail pengait atau hook).
Selain itu, ada juga dua orang wanita lagi datang bersama Zachary, yang merupakani tim MUA yang akan merias Chiara.
"Selamat siang Pak Aaron, Nona Chiara." Setelah menyapa Chiara, Zachary buru-buru mengalihkan pandangan matanya dari Chiara, karena pakaian yang dikenakannya cukup membuat Zachary langsung mengernyitkan dahinya.
Meskipun bukan lagi pakaian yang terbuka, tapi karena yang digunakan Chiara adalah kemeja yang kebesaran, dengan celana boxer, dan mereka sedang berada di lingkungan kantor, tentu saja membuat Zachary merasa aneh.
Eh, tapi darimana nona Chiara mendapatkan semua pakaian itu? Jangan bilang kalau itu.... kemeja dan celana boxer milik pak Aaron yang biasa disimpan di kamar kantor untuk cadangan? Padahal pak Aaron paling anti bertukar pakaian dengan orang lain, bahkan saudara sendiri seperti pak Grayson dan pak Diego. Wah-wah... bisa-bisa impian Bu Sarah untuk segera menimang cucu, benar-benar akan segera terkabul.
Zachary berkata dalam hati dengan bersemangat, membayangkan tentang hubungan antara Aaron dan Chiara yang sepertinya semakin dekat, apalagi jelas-jelas tadi di ruang meeting, Zachary melihat dengan mata kepalanya sendiri Aaron yang tiba-tiba mencium bibir Chiara tanpa perduli dengan kehadirannya dan Angelina.
Apa itu artinya, sebentar lagi akan segera keluar perintah dari pak Aaron untuk membatalkan dan merobek surat perjanjian nikah mereka berdua? Menjadikan pernikahan mereka sebagai suatu pernikahan yang sesungguhnya?
Zachary kembali berkata dalam hati dengan wajah terlihat berbinar-binar senang dan perhuh harap.
"Siang Pak Zac. Kenapa membawa begitu banyak pakaian? Satu saja kan cukup?" Chiara berkata sambil bangkit dari duduknya, dan langsung mendekat ke arah Zachary yang diikuti dengan 4 orang wanita yang datang bersamanya.
Melihat Chiara dengan pakaiannya, meskipun tidak terbuka tapi justru menyebabkan dia terlihat menarik dan menggemaskan, berencana mendekati Zachary, dengan gerakan cukup cepat, tapi masih bisa diterima oleh logika manusia normal, Aaron langsung bergerak, berdiri diantara Chiara dan Zachary, membuat tubuh mungil Chiara tertutup sempurna oleh sosok Aaron.
"Eh...." Chiara berencana menggerakkan tubuhnya ke samping kanan dan kembali berjalan mendekat ke arah Zachary, namun lagi-lagi Aaron menggerakkan tubuhnya ke kanan, menghalangi gerakan tubuh Chiara, membuat Zachary yang melihat itu hanya bisa menahan senyum gelinya, karena sekarang Aaron tidak lagi menyembunyikan sikap posesifnya terhadap Chiara.
"Sebaiknya kamu menunggu di kamar saja, biar mereka nanti kesana menyusulmu. Aku butuh bicara beberapa hal pada Zachary. Setelah kamu berganti pakaian dan dirias oleh MUA, kita berangkat ke kantor perusahaan papamu." Aaron berbisik pelan sambil menolehkan kepalanya ke belakang, membuat Chiara mengernyitkan dahinya.
Meskipun tadi Chiara sempat mendengar pembicaraan Aaron dengan Zachary di telepon, tapi dia secara pribadi merasa apa yang dilakukan Aaron terasa sedikit berlebihan.
"Aduh Om, kenapa pakai MUA segala? Kan hanya pertemuan dengan orang-orang intern, dan bukan sedang menghadiri pesta pernikahan." Chiara membalas bisikan Aaron dengan tidak kalah pelan, membuat Aaron membalikkan tubuhnya, sehingga bisa berhadap-hadapan dengan Chiara.
"Kesini sebentar." Aaron berkata sambil menarik pergelangan tangan Chiara, mengajaknya menjauh dari posisi Zachary dan para wanita itu, dengan posisi Chiara yang ditariknya untuk berdiri di hadapannya, sehingga Zachary tidak bisa lagi melihat sosok Chiara.
"Turuti saja permintaanku. Ini untuk pertama kalinya kamu bertemu dengan mereka. Berikan kesan baik dengan penampilan yang sempurna. Apalagi kamu datang bukan sekedar sebagai Chiara Indarto, putri tunggal dari Cakra Indarto, tapi kamu juga datang sebagai Chiara Malverich, sebagai istri Aaron Malverich, dan mereka tahu itu." Aaron mencoba memberikan penjelasan kepada Chiara yang pada akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, kamu masuk ke kamar saja sekarang, mereka akan menyusul. Aku akan menunggumu sambil membahas beberapa hal dengan Zachary." Aaron berkata sambil sedikit mendorong tubuh Chiara untuk berjalan ke arah kamar, dengan posisi tubuh Aaron yang tetap menutupi tubuh Chiara, sampai Chiara berada di depan pintu kamar.
"Om Aaron... apa Om Aaron akan menemui Angelina lagi?" Dengan suara ragu, Chiara bertanya kepada Aaron yang langsung tersenyum melihat bagaimana cara Chiara menyebutkan nama Angelina masih menunjukkan wajah tidak nyaman.
"Tentu saja aku harus menemuinya lagi untuk menyelesaikan urusan kami tadi. Karena pembicaraan kami tadi terputus karena ada istriku yang tiba-tiba datang sambil mengomeliku, sehingga aku terpaksa harus membungkamnya agar tidak terus mengomel." Dengan senyum di wajahnya, Aaron berkata sambil mengangkat dagu Chiara yang sedikit menundukkan kepalanya ketika menanyakan tentang Angelina.