Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
POLOSNYA CHIARA



Akh...! Malu sekali! Bisa-bisanya aku mengucapkan kata-kata seperti itu pada om Aaron? Apa tanggapan Om Aaron tentang aku? Apa Om Aaron akan menganggapku seorang perayu dan suka berpikiran mesum? Tapi... biarkan saja, meskipun bukan kata cinta, om Aaron harus tahu kalau aku begitu menyukai dan mengaguminya. Tidak salah kan aku memuji ketampanan om Aaron yang memang tidak ada bandingannya itu? Aku tidak mau mengucapkan kata cinta lebih dahulu, karena bagiku, kata cinta itu harusnya diucapkan pertama kalinya oleh pihak laki-laki. Pikiran kolot, tapi aku mau om Aaronku yang lebih dulu mengucapkan kata keramat itu padaku. Tapi tidak salah kan aku menunjukkan isi hatiku dengan kata-kata selain cinta?


Sambil melangkah menjauh, tanpa henti, seperti asap dari cerobong kereta api yang sedang berjalan, Chiara terus mengomel dalam hati pada dirinya sendiri.


Aaron yang mendengar jawaban absurb dari Chiara hanya bisa tersenyum geli sambil menatap ke arah sosok Chiara yang tampak pergi dengan langkah-langkah lebar dan terburu-buru, menjauh dari mobilnya, pergi ke arah Grace yang ternyata sudah menunggunya di kursi panjang yang ada di dekat tempat parkir.


Sedetik kemudian, senyum di wajah Aaron tiba-tiba menghilang, bukan karena melihat bagaimana Chiara yang melarikan diri darinya, tapi dari arah lain yang sebenarnya cukup jauh, Aaron bisa melihat sosok Brandon yang ternyata juga berdiri di area parkir, sedang menatap ke arah Chiara dan mengamati sosok Chiara.


Dan Aaron bisa menilai, kalau sepertinya Brandon sudah melakukan itu sejak Chiara keluar dari mobil Aaron, sibuk menagamati Chiara dengan pandangan mata terlihat begitu penasaran.


Apa maunya anak itu pada Chiara? Kenapa dia terus melihat ke arah Chiara? Rasanya ingin kucolok saja mata anak itu agar tidak sembarangan melihat milik orang lain.


Aaron yang biasanya tidak suka menebak-nebak tentang orang lain, berkata dalam hati, merasa terusik karena ada seorang laki-laki yang dengan terang-terangan menunjukkan rasa tertariknya pada Chiara.


Dan yang membuat Aaron merasa tidak tenang, laki-laki itu jelas-jelas jauh lebih muda darinya.


Meskipun banyak orang yang mengatakan wajah Aaron masih seperti laki-laki berusia awal 20 an, tapi jika sudah menyangkut tentang Chiara, rasa cemburu dalam diri Aaron, membuatnya tidak bisa berpikir jernih.


Chiara, jangan lupa segera memberiku kabar kalau urusanmu dengan Grace sudah selesai. Kalau bisa, beberapa menit sebelum selesai segera kabari aku, agar kamu tidak perlu menunggu lama di kampus. Dan jika urusanmu dengan Grace masalah kampus sudah selesai, segera pulang ke apartemen. Kalau ingin melanjutkan obrolanmu dengan Grace, kalian bisa lanjut di apartemen daripada di kampus.


Sebuah notifikasi pesan baru dari Aaron, segera masuk ke dalam handphone Chiara, yang bahkan belum sampai di tempat Grace berada, masih berjalan ke arah Grace.


Hah! Kenapa denganku hari ini? Kenapa tiba-tiba aku bisa menjadi orang yang cerewet sekali? Bisa-bisanya aku menuliskan pesan seperti itu kepada Chiara, yang pasti akan bingung setelah membaca pesanku yang aneh itu.


Aaron berkata dalam hati sambil memijat keningnya yang tiba-tiba terasa pening mengingat bagaimana cara Brandon memandang ke arah Chiara, yang untung saja tidak mendekat ke arah Chiara, justru pergi menjauh setelah melihat Chiara yang berjalan ke arah Grace.


Setelah Aaron memastikan bahwa Brandon memang tidak mendekat ke arah Chiara, dengan buru-buru Aaron melajukan kembali mobilnya, sebelum emosinya yang tidak tekendali karena rasa cemburu, kembali membuat dia merusak sesuatu seperti yang terjadi pada lift waktu itu.


"Eh?" Chiara yang mendengar adanya sebuah notifikasi pesan baru, langsung membuka layar handphonenya, dengan kaki yang tetap melangkah ke arah Grace berada.


Begitu membaca pesan dari Aaron yang baginya menunjukkan begitu perhatiannya Aaron padanya, membuat Chiara langsung tersenyum-senyum sendiri dengan wajah malu-malunya, sehingga tidak menyadari kalau Grace sudah berdiri di sampingnya, dan ikut membaca pesan dari Aaron untuk Chiara.


"Cieeee... yang lagi mesra-mesraan...."


"Ist... mesra darimananya Grace? Tuh... kamu lihat sendiri kan, mana ada kata-kata mesra coba di pesan om Aaron ini?" Mendengar pertanyaan Chiara, tangan Grace justru langsung menepuk-nepuk pipi Chiara.


"Chiara sayang. Kalau jadi permpuan jangan polos-polos amat. Apalagi kamu ini sudah kuliah, sudah menuju dewasa. Sudah menikah lagi. Semua orang yagn membaca pesan om Aaronmu itu juga pasti tahu kalau om Aaron menuliskan itu untuk menunjukkan kalau dia begitu perhatian padamu. Mengerti Nona Chiara?" Grace mengakhiri kata-katanya dengan mencubit pipi Chiara dengan gemas.


Grace memang mengakui Chiara begitu cerdas dalam hubungannya dengan msalah pelajaran, tapi masalah pria? Pengetahuan Chiara dianggap Grace nol besar, tidak tahu apa-apa sama sekali.


"Sembarangan saja kamu bicara. Meskipun sudah menikah, kamu tahu aku dan om Aaron hanya menikah sebatas perjanjian di atas kertas." Chiara berkata sambil sedikit memikirkan kata-kata Grace tentang pesan Aaron.


Andai saja apa yang dikatakan Grace memang benar menunjukkan perhatian Aaron yang tersirat, Chiara akan merasa sangat bahagia. Dan sayangnya, dengan otak polos Chiara tentang pria, dia benar-benar tidak menyadari bahwa pesan Aaron, bukan saja menunjukkan perhatian, tapi menunjukkan betapa dia cemburu terhadap Brandon, karena begitu besarnya rasa cintanya pada Chiara.


"Eh, tunggu dulu! Bicara tentang menikah. Apa yang sudah terjadi padamu semalam? Apa kalian melakukan hal seperti ini?" Grace berkata sambil menyatukan semua jari tangannya, lalu membuat kedua ujungnya saling beradu.


"Apa maksudnya itu?" Dengan polosnya Chiara bertanya kepada Grace yang langsung melotot.


"Chiara! Kamu ini benar-benar! Maksudku ML, making love." Chiara langsung menutup mulut Grace dengan telapak tangannya begitu mendengar kata-kata yang diucapkan Grace, yang dianggapnya cukup tabu untuk diucapkan, meskipun Grace sudah mengucapkannya dengan nada suara sedikit berbisik.


(Making love sering disebut dengan ML, merupakan tahapan bercinta antara pasangan yang saling mencintai, berkomitmen, dan memiliki hubungan secara sah. Dalam hubungan itu ada tiga komponen yaitu, passion atau gairah, intimacy atau keintiman, dan komitmen. ML bukan hanya sekedar fisik, karena melibatkan emosi, perasaan dan komunikasi terbuka antara kedua pasangan. Making love berbeda dengan having see...exx, yang merupakan sekedar aktivitas bercinta yang hanya melibatkan gairah atau ketertarikan dua insan manusia, tanpa adanya ikatan emosi atau komitmen dalam ikatan yang sah).


"Aduh Grace! Malu kalau sampai didengar orang...." Chiara berkata sambil menarik pergelangan tangan Grace, menjauh dari lokasi tempat parkir, untuk memastikan kalau tidak ada orang lain yang mendengar perkataan Grace tentang ML.


"Maaf deh. Tapi aku benar-benar serius bertanya. Kalian berdua.... sudah melakukan itu? Bagimana rasanya? Apa seperti kata orang? Sakit sekali ya waktu pertama kalinya? Bagi ceritanya dong...." Setelah yakin tidak ada seorangpun di dekat mereka, Grace kembali bertanya kepada Chiara dengan wajah penasarannya, sedang Chiara tampak bingung dengan pertanyaan Grace.


Dan bukan tanpa alasan tiba-tiba Grace menanyakan hal seperti itu, karena tadi pagi di telepon, Grace bisa menangkap kesan kalau semalam Chiara dan Aaron tidur dalam satu kamar.


"Memang... apa sih yang dilakukan waktu ML? Tidur sambil saling berpelukan begitu maksudnya?" Pertanyaan balik dari Chiara dengan wajah polosnya itu langsung membuat mata Grace terbeliak lebar, sambil menepuk jidatnya sendiri.


Grace dengan jelas kalau Chiara adalah gadis yang polos, tapi benar-benar tidak menyangka kalau temannya yang kecerdasannya jauh di atas rata-rata itu ternyata begitu bodoh dalam hal hubungan yang biasa terjadi antara pria dan wanita yang saling mencintai dan terikat dalam sebuah penikahan yang sah.


Andaikata Grace tahu apa yang sudah dilakukan Chiara sepanjang malam kemarin sampai tadi pagi kepada Aaron, pasti bukan hanya menepuk jidatnya sendiri, mungkin saja Grace akan memukul kepala Chiara atau mencekik leher Chiara karena saking gemasnya melihat kelakukan polos sekaligus ceroboh Chiara terhadap Aaron.