Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MENJADI MILIKMU SEUTUHNYA



Dan entah bagaimana caranya, dan berapa lama setelah Aaron mencumbu Chiara secara intens, saat tersadar, Chiara baru menyadari bahwa tubuhnya sudah polos tanpa sehelai kainpun, dengan tubuh tepat di bawah tubuh Aaron yang sedang mengkungkung tubuhnya dengan kedua lengannya yang kokoh.


Begitu sadar dengan kondisinya, dengan gerakan cepat Chiara mencoba menutupi tubuhnya yang polos.


Akan tetapi sentuhan tangan Aaron yang segera meraih tangannya, meletakkannya di samping kanan kiri kepalanya, lalu menggenggamnya dengan erat, menekannya di atas tempat tidur, membuat tangan Chiara tidak bisa lagi menutupi tubuh polosnya yang sudah sepenuhnya terekspos di depan Aaron.


Dengan gerakan pelan dan lembut Aaron langsung menciumi leher jenjang Chiara, sehingga tidak memberikan kesempatan pada Chiara untuk menghindar.


Gerakan bibir Aaron terus berlanjut dan mulai menjelajahi bukit kembar milik Chiara, hingga sampai pada bagian ujungnya, membuat otot-otot pada tubuh Chiara terasa melemah, dan membuatnya pasrah sepenuhnya pada apa yang sedang dilakukan Aaron padanya, karena tanpa disadarinya, Chiara bahkan begitu menikmati cumbuan Aaron padanya sekarang.


Untuk pertama kalinya Chiara merasakan bagaimana seluruh tubuhnya terasa bergelinjang, kadang menggeliat tanpa bisa dia kendalikan, dengan beberapa bagian dari tubuhnya terasa berkedut.


Ada perasaan membuncah di dada Chiara yang tidak bisa dia ungkapakn dengan kata-kata, membuat dadanya berdetak dengan begitu keras, dan suhu tubuhnya meningkat, tapi tidak ada sedikitpun niat dalam hati Chiara untuk berhenti, justru dia merasa ingin lagi dan lebih lagi.


Bahkan salah satu tangan Chiara yang sudah terlepas karena tangan Aaron sedang asyik memanjakan kedua bukit kembar milik Chiara, langsung bergerak menarik kepala Aaron, menginginkan Aaron semakin memperdalam ciumannya yang dia berikan ke seluruh tubuh Chiara, inchi demi inchi dan memberikan tanda kepemilikan di sana seperti sebuah stempel berwarna merah, yang dengan berlalunya waktu akan berubah kebiruan karena Aaron cukup keras melakukan kecupannya, meski tidak sampai menyakiti Chiara.


Beberapa kali Chiara mengeluarkan suara dess...ahan dari bibir mungilnya tanpa bisa dia tahan karena apa yang sudah dilakukan Aaron pada tubuhnya. Suara itu meluncur begitu saja keluar menyapa telinga Aaron.


Bagi Aaron suara dessa...han yang keluar dari bibir Chiara terdengar begitu merdu dan membuat gairah dan hasrat Aaron semakin bergelora, ingin segera dipuaskan, dan ingin untuk segera melakukan penyatuan mereka, agar mereka bisa benar-benar menjadi suami istri yang sebenarnya.


Hanya saja Aaron masih sadar sepenuhnya bahwa istri kecilnya belum memiliki pengalaman apapun tentang hal itu, sehingga dia harus membuat Chiara mencapai puncaknya terlebih dahulu agar penyatuan pertama mereka itu tidak terlalu menyakitkan untuk Chiara.


Setelah yakin Chiara sudah mencapai puncaknya, dan Aaron merasa tidak ada hal buruk yang terjadi akibat kedekatan mereka, dengan gerakan pelan, Aaron berusaha melakukan penyatuan mereka dengan selembut mungkin, meskipun Aaron bisa melihat bagaimana wajah Chiara yang meringis menahan sakit saat senjata pusaka milik suaminya itu berusaha mulai masuk dan menembus bagian intinya.


"Chiara... I love you... be the first for me." (Chiara... aku mencintaimu... jadilah yang pertama untukku) Aaron mengucapkan kata-kata mesranya sebelum dia benar-benar memaksakan senjata pusakanya untuk menembus goa milik Chiara, menjadikan Chiara sebagai miliknya secara utuh, dan menjadikan dia sebagai pria pertama dalam hidup Chiara, seperti dia menjadikan Chiara sebagai gadis pertama dalam hidupnya.


"Akh...." Sebuah pekikan kecil karena merasakan sesuatu yang cukup keras memaksa masuk ke dalam bagian intinya untuk pertama kalinya dan merobek tanda keperawanannya, terdengar dari bibir mungil Chiara yang langsung memejamkan matanya dengan erat untuk menahan rasa sakit itu, sampai sebutir cairan bening meluncur dari ujung matanya.


Tangan Chiara tampak meremas sprei dengan begitu erat, berharap tindakannya itu bisa mengurangi rasa sakit yang dia rasakan di bawah sana, berusaha menahannya dengan baik karena hari ini dia sudah bertekad untuk memberikan segala yang dia miliki, termasuk tubuhnya untuk Aaron.


Melihat itu dengan cepat, Aaron membungkam bibir Chiara, dan juga memberikan sentuhan-sentuhannya kembali di tubuh Chiara untuk mengalihkan perhatian Chiara dari rasa sakit yang sedang dialaminya sekarang.


Meski butuh waktu, pada akhirnya rasa sakit itu digantikan dengan rasa nikmat yang membuat pikiran maupun tubuh Chiara melambung tinggi, dipenuhi dengan rasa bahagia, bangga yang tidak bisa dia ucapkan, dengan rasa damai yang begitu besar memenuhi seluruh hatinya.


Yang bisa dilakukan oleh Chiara saat ini adalah bersyukur sudah bisa menjadi wanita yang sempurna untuk Aaron, menjadi yang pertama untuk Aaron juga memberikan hal berharga miliknya sebagai wanita pertama kali untuk Aaron, suaminya.


Setelah rasa sakit itu perlahan-lahan menghilang, rasa yang tertinggal pada Chiara hanyalah rasa nikmat dan bahagia yang baginya terasa begitu sempurna saat ini.


Rasanya untuk saat ini, Chiara tidak ingin Aaron berhenti melakukan aktifitasnya, yang membuat Chiara merasakan sensasi baru yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Dan kebahagiaan Chiara semakin terasa sempurna saat dirasakannya sesuatu yang hangat terasa menyembur keluar memenuhi bagian intinya, berharap suatu hari kelak itu akan memberikan sesuatu yang hidup dan bertumbuh di rahimnya, sebagai salah satu dari tanda cinta diantara mereka berdua, cinta yang begitu besar satu sama lain.