Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEHADIRAN PEMILIK SEKOLAH



“Selamat siang Pak Aaron. Selamat datang. Kenapa Bapak datang mendadak tanpa memberi info kepada saya terlebih dahulu? Sehingga saya bisa menyambut Pak Aaron dengan baik.” Kepala sekolah menyapa Aaron dengan sikap begitu ramah dan hormat, sambil mempersilahkan Aaron melalui gerakan tangannya, untuk ikut naik ke panggung, untuk bisa duduk berjajar bersama dengannya dan para orang penting lainnya.


Awalnya Grace mengira Chiara sedang bercanda, tapi begitu dia mendengar kepala sekolah yang baru saja sampai di hadapan Aaron, yang posisinya kebetulan tidak jauh dari mereka duduk langsung mengucapkan salam dengan menyebutkan nama Aaron, membuat Grace diam terpaku dengan pandangan mata menatap Aaron dengan penuh kekaguman sekaligus tidak menyangka bahwa laki-laki tampan yang baru saja datang itu adalah Aaron yang akan menjadi suami Chiara sebentar lagi.


“Apa salah jika saya ingin datang tanpa memberitahu terlebih dahulu ke tempat ini?” Aaron menjawab pertanyaan kepala sekolah dengan suara pelan, karena bagaimanapun, dia juga cukup menjaga tata krama, agar kepala sekolah tidak merasa diremehkan oleh Aaron yang sebenarnya merasa bahwa sikap kepala sekolah terlihat terlalu berlebihan dalam menyambut kedatangannya.


“Ah… tentu saja tidak Pak Aaron. Saya justru merasa senang Bapak meyempatkan waktu untuk bisa datang dan mengunjungi sekolah ini. Bahkan jika Bapak berkenan, kapanpun kami akan siap menerima kedatangan Bapak di sekolah ini.” Kepala sekolah buru-buru menjawab perkataan Aaron dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.


Tampan… keren… mengagumkan… benar-benar sesuai dengan yang dikatakan Chiara tentang om Aaronnya, yang begitu dia puji-puji sampai-sampai aku berpikir bahwa dia sedang berkhayal.


Grace berkata dalam hati sambil menelan ludahnya, dan dengan jujur harus mengakui bahwa sosok Aaron benar-benar terlihat sempurna sebagai seorang pria yang pastinya menjadikannya idola bagi banyak wanita karena sosoknya.


Beberapa siswi bahkan tidak bisa menutupi kekaguman mereka terhadap pesona Aaron, hingga mata mereka tidak sedetikpun berkedip sejak sosok Aaron memasuki area aula sekolah itu.


“Chiara… om Aaronmu, benar-benar mengagumkan.” Bisikan pelan dari Grace membuat Chiara yang awalnya melamun, sedikit tersentak, dan tersadar kembali dari lamunannya.


“Aku tidak menyangka, kalau ceritamu tentang om Aaron benar-benar tidak meleset sama sekali. Bahkan sosok aslinya terlihat lebih mengagumkan dari ceritamu tadi waktu isttirahat Chiara.” Tanggapan Grace tentang Aaron, membuat Chiara meringis.


Pandangan mata Chiara kembali fokus pada sosok Aaron yang terlihat sudah berada di panggung dan salah satu guru senior dengan sikap hormat menarik salah satu kursi yang ada di samping kepala sekolah, sehingga kepala sekolah saat ini duduk dalam posisi diapit oleh Aaron dan Romi yang memilih untuk duduk kembali dan menunda pengumuman penerimaan beasiswa setelah dilihatnya para guru sedang sibuk menyambut Aaron, yang tidak dikenalnya.


Sosok Aaron sebagai CEO dari Grup M&S memang hampir tidak pernah muncul di media ataupun berita manapun.


Semua berita hanya menuliskan tentang kinerja dan kesuksesannya tanpa menampilkan gambar atau foto sosok asli Aaron, sehingga sosoknya dianggap sebagai sosok yang misterius dan tidak dikenal oleh khalayak ramai.


Dalam hati Chiara, semakin bertanya-tanya, kira-kira apa peran Aaron pada sekolah ini, sehingga para guru bahkan kepala sekolah tampak sangat menghormatinya.


Dan seperti yang terlihat sebelumnya, sepertinya guru-guru di tempat ini mengenal sosok Aaron, sehingga mereka menyambut kedatangannya ke sekolah hari ini.


Sekilas Aaron membisikkan sesuatu pada kepala sekolah yang langsung menganggukkan kepalanya dengan mata sedikit melotot, karena heran dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Aaron padanya.


Namun dengan gerakan cepat dan pasti, akhirnya kepala sekolah itu mengambil mic yang tergeletak di atas meja yang ada di depan mereka, lalu bangkit berdiri setelah menyalakan mic tersebut.


“Selamat siang anak-anak. Maaf karena pengumuman untuk penerimaan beasiswa akan bapak tunda sebentar, karena ada tamu penting yang tiba-tiba saja hadir di tempat ini.” Kepala sekolah berkata sambil menatap ke arah Aaron yang tampak diam, menatap lurus ke depan, membuat dada Chiara bergetar hebat meskipun saat ini tidak terlihat kalau Aaron sedang menatap ke arahnya.


“Bapak akan perkenalkan Bapak Aaron Malverich kepada kalian semua yang ada di sini.” Begitu Aaron mendengar kepala sekolah menyebutkan namanya, kepala Aaron terlihat bergerak ke kanan dan ke kiri, sambil menganggukkan kepalanya, sebagai tanda dia menyapa semua yang hadir di dalam aula tersebut.


“Seperti yang kita tahu, sekolah kita ini berada di bawah naungan Yayasan Perduli Bangsa. Dan Bapak Aaron Malverich, adalah penanggungjawab dari Yayasan Perduli Bangsa, yang merupakan salah satu Yayasan milik dari Grup M&S, dimana Bapak Aaron juga adalah CEO dan juga sebagai pemilik dari Grup M&S. Dengan kata lain, Bapak Aaron adalah pemilik sekolah ini.” Kepala sekolah berkata dengan senyum tersungging di wajahnya, merasa mendapat kesempatan emas bisa memperkenalkan Aaron sebagai pemilik dari sekolah favorit, yang selama ini menjadi tujuan utama para siswa SMP yang berprestasi, yang ingin melanjutkan sekolah di jenjang SMA.


Karena biasanya, seorang Aaron paling anti untuk tampil di depan umum, dan diperkenalkan sebgai CEO dari perusahaan raksasa, seperti yang sedang dia alami saat ini.


“Apa itu maksudnya adalah Grup M&S yang sangat terkenal itu?”


“Grup raksasa M&S maksudnya?”


“Bukannya pemilik Grup M&S merupakan salah satu dari tiga orang yang terkaya di dunia?”


“Wah, sosok yang misterius itu, justru kita yang beruntung, bisa bertemu dengannya hari ini?”


“Wah… keren…”


“Hebat-hebat…”


“Sayang sekali kita tidak diperbolehkan untuk mengambil fotonya.”


“Padahal Pak Aaron terlihat masih sangat muda dan tampan sekali….”


Suara bisik-bisik segera terdengar memenuhi ruangan aula. Entah bisik-bisik antar siswa SMA itu, antar guru, atau antar alumnus Universitas X.


Romi sendiri, yang melihat bagaimana antusiasnya mereka terhadap sosok Aaron, memilih untuk diam, karena dia tahu, kehadiran Aaron benar-benar membuatnya seperti tersingkir secara berlahan-lahan.


Tanpa disadari oleh orang-orang yang awalnya tadi terlihat begitu mengagumi Romi, fokus semua orang tiba-tiba saja sudah berpindah pada sosok Aaron.


Chiara yang mendengar bisik-bisik itu, tanpa sadar hatinya terasa begitu berbunga-bunga, karena laki-laki yang sedang dibicarakan banyak orang saat ini, adalah calon suaminya.


“Sebentar lagi, pak Aaron ingin menyapa kalian dan menyampaikan beberapa pengumuman terkait dengan sekolah ini.” Kepala sekolah berkata sambil menyodorkan mic ke arah Aaron yang langsung menerima uluran mic itu, sambil bangkit dari duduknya dengan gerakan yang terlihat begitu elegan.