Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
SALING MEMENDAM CEMBURU



Entah kenapa, setiap melihat kehadiran Angelina di sekitar Aaron, dengan sikapnya yang seolah-olah sengaja menunjukkan bahwa dia cukup dekat dengan Aaron, membuat hati Chiara merasa tidak tenang dan merasa tersaingi, seolah Angelina adalah orang yang bisa merebut perhatian Aaron darinya.


Awalnya, tadi ketika di sekolah Chiara menerima panggilan telepon dari Aaron yang mengatakan kalau Aaron tidak bisa menjemput Chiara dan menjelaskan bahwa Aaron harus menemui seseorang, dan ada hal yang harus segera dia selesaikan terkait pekerjaan, Chiara hanya berpikir kalau urusan itu ada kaitannya dengan pekerjaan kantornya di Indonesia.


Dan Chiara berpikir orang yang akan ditemui oleh Aaron adalah Zachary atau Diego, tidak menyangka kalau ternyata Angelina yang tiba-tiba muncul di tempat itu dengan penampilan cantik dan sek..ksinya.


"Iya Om, tidak apa-apa. Kan ada Restu juga yang biasanya mengantar jemput Chiara." Jawaban Chiara yang tidak menunjukkan keberatan sama sekali, membuat Aaron sedikit mengernyitkan dahinya.


Ada rasa tidak suka di dalam hati Aaron mendengar Chiara yang mengatakan tentang Restu yang biasa mengantar jemput Chiara, meskipun Aaron tahu pasti memang biasanya seperti itu, dan dia sendiri yang memang sudah meminta Zachary mengatur tentang hal itu.


Tapi mendengar perkataan Chiara barusan saat menyebutkan nama Restu, membuat Aaron merasa tidak nyaman.


"Aku masuk dulu Om. Setelah ini aku harus berangkat lagi untuk kerja kelompok. Restu juga sudah menunggu untuk mengantarku pergi." Chiara berkata sambil bersiap melangkah ke arah kamarnya, tanpa melihat adanya perubahan wajah pada Aaron barusan.


"Kerja kelompok di rumah siapa? Kenapa tidak di sini saja kerja kelompoknya? Kabari aku jam berapa kamu nanti pulangnya, biar aku jemput." Pertanyaan Aaron membuat Zachary mengernyitkan dahinya, karena tidak biasanya Aaron perduli dengan urusan orang lain.


Apalagi jika itu bukan hal yang besar, seperti hari ini, hanya sekedar masalah kerja kelompok yang biasanya juga sudah sering dilakukan oleh Chiara dan teman-temannya, dan yang pasti ada Restu yang memang bertugas mengantar jemput kemanapun Chaira pergi, sehingga tidak seharusnya merepotkan Aaron yang sedang serius membahas pekerjaan bersama Angelina dan Zachary, yang mungkin akan memakan waktu lama.


Memang akhir-akhir ini Aaron semakin meminta Zachary memberikan info lebih detail tentang Chiara, tapi Aaron biasanya tidak akan bersikap seperti seorang ayah yang anak gadisnya akan pergi berkencan seperti saat ini.


Biasanya Aaron hanya akan meminta Zachary memastikan kalau Chiara tidak mengalami kesulitan dalam kerja kelompoknya, tidak pergi bermain di luar setelah kerja kelompoknya selesai, dan tidak pulang terlalu malam ke apartemen.


"Eh, memang jadwal kerja kelompoknya tempatnya harus bergantian kan Om? Tidak bisa selalu di sini, supaya adil. Hari ini waktunya kerja kelompok di rumah Burhan." Begitu mendengar nama Burhan disebutkan, salah satu alis Aaron langsung terangkat tinggi, karena baru kali ini dia mendengar nama Burhan disebutkan di depannya.


Belum lagi, Aaron sangat ingat dengan jelas, tidak ada nama Burhan di daftar nama teman sekelas Chiara yang dia dapatkan dari Zachary sejak Aaron pergi ke Amerika beberapa bulan lalu.


Sekilas Aaron melirik ke arah Zachary, berusaha meminta penjelasan, tapi Zachary langsung mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti, karena dia sendiri juga baru tahu Chiara memiliki teman bernama Burhan di kelasnya.


"Mmm... Burhan anak pindahan baru dari sekolah lain Om. Baru dua hari ini dia masuk ke kelas Chiara. Wali kelas meminta dia masuk ke kelompokku untuk sementara waktu Om, karena kelompok lain sudah banyak yang anggotanya 4 orang, sedang kelompokku anggotanya masih 3 orang saja. Seharusnya kami belajar di rumah Jaka, tapi supaya kami bisa mengenal Burhan lebih dekat, hari ini tempat kerja kelompok dipindahkan ke rumah Burhan." Chiara mencoba menjelaskan kepada Aaron yang sedari sedang menatapnya tanpa berkedip, menunggu jawaban darinya.


"O...." Hanya itu jawaban dari Aaron, membuat Zachary hampir tidak bisa menahan senyum gelinya, karena dilihatnya Aaron yang wajahnya terlihat begitu keberatan, akhirnya tidak bisa mencegah Chiara untuk pergi ke rumah teman barunya.


Dan baru kali ini Zachary melihat wajah kecewa sekaligus tidak terima dari Aaron karena hal kecil yang terjadi di sekitarnya.


"Oke Om, Chiara akan berganti pakaian dan segera mengajak Restu untuk mengantarkan Chiara. Pak Zac, untuk pelajaran kita nanti mungkin agak terlambat, karena tugas kelompok hari ini lumayan banyak." Chiara berkata sambil memandang ke arah Zachary yang langsung menganggukkan kepalanya, sedikit membungkukkan tubuhnya dengan sikap sopan untuk menjawab permintaan Chiara.


Dan sayangnya, Chiara tidak melihat bagaimana mata amber milik Aaron yang sedang menatapnya dengan aura tidak setuju dan merasa tidak rela, setelah mendengar Chiara menyebutkan nama Restu lagi.


Begitu Chiara melihat jawaban dari Zachary melalui anggukan kepalanya, Chiara segera bergegas ke arah kamarnya, karena jika boleh jujur, kehadiaran Angelina yang tampak cantik hari ini membuat Chiara yang masih mengenakan seragam sekolahnya merasa tidak percaya diri sekaligus juga merasa tidak tenang.


Jadi Chiara memilih untuk bisa segera menghindar dan pergi dari ruang tamu apartemen itu, karena secara pikiran dan hati, jujur saja dia merasa terintimidasi dan merasa tidak percaya diri.


"Kamu tidak bisa begini terus Aaron. Kamu harus segera kembali ke Amerika secepatnya Aaron...." Chiara hampir saja menghentikan langkahnya begitu sayup-sayup didengarnya suara Angelina yang mengingatkan Aaron tentang dia yang harus segera kembali ke Amerika.


Hah! Kenapa om Aaron harus segera kembali ke Amerika? Apa pekerjaannya tidak bisa dilakukan di sini? Di jaman semodern ini, mestinya jarak dan waktu tidak akan jadi masalah untuk perusahaan sebesar Grup Malverich. Dan kenapa Angelina bisa meminta om Aaron untuk kembali ke Amerika? Apa haknya untuk mengatur jadwal kerja om Aaron?


Chiara yang mulai tidak bisa berpikir dingin karena rasa cemburunya, jadi mengomel dalam hati karena kata-kata Angelina barusan.


Hal itu membuat Chiara buru-buru masuk ke dalam kamarnya, tidak ingin mendengar lagi suara Angelina yang sedang berbicara dengan Aaron, karena dadanya sudah terasa panas dan nyeri karena kata-kata Angelina yang seolah-olah memaksa Aaron untuk kembali ke Amerika secepatnya.


"Kenapa kamu berkata seperti itu Angelina? Apa yang jadi masalah sehingga aku harus secepatnya kembali ke Amerika?" Aaron bertanya setelah mata dan telinganya memastikan Chiara sudah masuk ke dalam kamarnya, tidak melihat atau mendengar pembicaraan mereka.