Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
LOLOS UJIAN SELEKSI



Aku ingin tetap bersama Dani meskipun aku tidak bisa mengesampingkan pesona Richard. Apa lebih baik aku mencoba untuk melihat bagaimana perkembangan hubunganku dengan Richard beberapa waktu ke depan, tanpa memutuskan Dani? Sepertinya itu ide yang sangat bagus. Kalau begitu, aku bisa menyembunyikan Dani seperti sekarang ini.


Revina berkata dalam hati sambil menyedot jus stroberi di depannya, mencoba mulai mempertimbangan pikiran konyol yang baru saja terlintas di otaknya, tentang Richard dan Dani.


Mendekati Richard, dan dengan diam-diam tetap menjalin hubungan dengan Dani, seperti sekarang ini, itu yang sedang dipikirkan oleh Revina.


Sebuah pemikiran yang sangat egois dari seorang Revina yang tidak perduli dengan orang lain, tidak perduli kalau tindakannya itu akan menyakiti orang yang begitu mencintainya dengan tulus seperti Dani.


SETAHUN KEMUDIAN


"Aku berhasil Grace! Aku berhasil!" Chiara berteriak dengan suara bahagia, berusha keras agar teriakannya tidak terlalu keras dan mengganggu orang lain yang ada di sana, di sebuah cafe dimana Chiara, Grace dan Jaka sedang menunggu pengumuman tentang lolos atau tidaknya mereka dalam ujian masuk ke universitas yang sudah emreka lakukan sejak sebulan yang lalu.


Grace sendiri yang sedang mengantar Chiara melihat pengumuman secara online itu, langsung memegang kedua tangan Chiara dan menggoyang-goyangkannya begitu melihat bagaimana nama Chiara memang tertulis lolos sesuai dengan jurusan dan univeristas yang sudah dipilihnya.


"Wah, kalian benar-benar heboh.... Benar-benar tidak berperasaan." Jaka berkata sambil menyeruput minuman dingin di depannya, untuk mendinginkan otaknya yang panas.


Jaka sedikit mendengus pelan karena mengingat hasil pengumuman yang menyatakan dia adalah satu-satunya yang tidak lolos di unversitas yang sama dengan Grace dan Chiara.


Pertama yang dilihat mereka adalah nama Grace, yang lolos di universitas dimana ternyata Chiara juga lolos, hanya saja mereka diterima di jurusan yang berbeda, sesuai dengan yang mereka daftarkan.


Sedangkan Jaka yang awalnya mendaftar di jurusan teknik, diterima juga di jurusan itu, sayangnya, dia diterima di universitas lain, yang merupakan pilihan keduanya.


"Aduh Jaka... jangan manyun begitu dong. Yang penting kan kamu juga sudah lolos juga. Universitas pilihan keduamu itu juga bukan universitas yang jelas kok. Lagian, kedua kampus kita kan berdekatan, kita pasti masih akan sering bisa bertemu. Iya kan Chiara?" Grace berusaha menghibur Jaka yang terlihat begitu kesal karena tidak berhadil lolos masuk ke universitas yang sama dengan kedua sahabatnya itu.


"Betul Jaka. Universitas tempat kamu diterima sekarang, juga universitas bagus kok, apalagi aku dengar, di sana mahasiswinya cantik-cantik lho...." Perkataan Chiara berhasil membuat Jaka melepaskan sedotan yang tadi digigit-gigitnya untuk menunjukkan rasa kesalnya.


Dan dengan gerakan cepat, Jaka memajukan kursinya, agar bisa lebih dekat kepada Chiara dan Grace, yang langsung terkikik geli melihat tindakan Jaka, yang wajahnya langsung terlihat cerah begitu mendengar tentang adanya gadis-gadis cantik di kampusnya nanti.


"Apa itu serius Chiara?" Jaka berkata dengan mata yang terlihat berbinar-binar.


"Kamu ini bagaimana sih Jaka? Bahkan artis cantik XX dan YY yang merupakan artis idolamu, ternyata mereka adalah alumni dari kampus yang akan menjadi kampusmu itu...." Grace ikut angkat bicara sambil mencubit pipi Jaka yang langsung tertawa senang.


"Wah... oke banget kedengarannya. Kalau begitu, aku perlu mempersiapkan diri agar menjadi mahasiswa yang terlihat paling keren di sana. Kalian jangan sampai kaget kalau tiba-tiba aku menjadi idola kampus di sana." Kata-kata Jaka membuat kedua temannya itu ikut tertawa senang, melihat Jaka yang sudah terlihat bersemangat kembali, meskipun mereka bertiga tidak bisa kuliah dalam kampus yang sama.


Sebentar kemudian, Chiara melakukan screenshoot pda layar handphonenya yang menuliskan bahwa dia berhasil lolos ke kampus impiannya, dan langsung mengirimkannya kepada Aaron.


(Dalam bahasa gaul, kata screenshot biasa disingkat sebagai “SS”, dan screen capture biasa disingkat sebagai “SC”. Biasanya, screenshot ataupun screen capture digunakan untuk membagikan atau memberitahu orang lain tentang apa yang kita lihat pada tampilan layar smartphone ataupun laptop milik kita.


Aaron yang sedang melamun di atas sebuah gedung malam itu, langsung tersenyum melihat screenshoot yang dikirimkan oleh Chiara padanya.


Sejak setahun yang lalu, setiap harinya Chiara akan mengirimkan foto kepada Aaron, meskipun Aaron hanya melihatnya, tanpa membalasnya.


Jika saja boleh jujur, bukan hanya sekedar membalas setiap pesan atau foto-foto yang dikirmkan oleh Chiara…


Aaron bahkan begitu ingin muncul di samping istri kecilnya itu, memberikan sebuah pelukan hangat dan ikut merayakan senangnya hati Chiara begitu impiannya masuk ke kampius itu terkabul.


Tapi setiap perkataan George tentang bagaimana berbahayanya jika dia berada terlalu dekat secara fisik dengan Chiara, membuat Aaron selalu saja memiih untuk tetap membiarkan dirinya tidak memberikan respon terhadap foto-foto yang dikirimkan Chiara padanya.


Bertahanlah Aaron, tidak akan lama lagi, hanya dua tahun lebih sedikit, tidak sampai 3 tahun lagi… kamu dan dia akan berpisah, setelah itu, aku tidak perlu takut untuk menyakitinya. Aku bisa kembali seperti dahulu, mengawasi, dan melindungi Chiara dalam diam, tanpa dia mengetahui keberadaanku.


Aaron berkata dalam hati pada dirinya sendiri, merasa sedih mengingat bagaimana jika ke depannya Chiara sudha tidak lagi mengingatnya.


Dan laki-laki tampan yang wajahnya terlihat lelah itu, langsung menghela nafasnya melihat suara notifikasi pesan baru masuk, yang berasal dari Zachary.


Selamat pagi disini dan selamat malam disana pak Aaron. Hari ini adalah hari pengumuman untuk mengetahui apakah nona Chiara lolos dalam ujian seleksi masuk ke perguruan tinggi. Dan dengan membangggakan, nona Chiara berhasil lolos bersama dengan nona Grace, meski mereka berbeda jurusan. Sedang tuan Jaka diterima di universitas pilihan keduanya.


Aaron hanya bisa tersenyum kecut membaca pesan dari Zachary yang memberikan info lebih lambat dari Chiara padanya.


Apa semua baik-baik saja disana Zac? Apa Chiara marah karena aku tidak berencana datang di acara wisudanya minggu depan?


Aaron mengirimkan pesan balasan kepada Zachary yang dia tahu, pasti sudah menyampaikan pesan Aaron pada Chiara, bahwa Aaron tidak akan bisa hadir di acara wisudanya minggu depan, acara pelepasan di SMA nya.


Dengan harap-harap cemas, Aaron menunggu jawaban dari Zachary, dan entah kenapa pikiran Aaron menjadi kacau karena masalah wisuda itu.


Meskipun Aaron sudah memutuskan untuk tidak hadir dalam acara wisuda Chiara, akan tetapi di dalam hati kecilnya, ingin sekali dia hadir dan ikut merayakan keberhasilan Chiara dalam memyelesaikan studinya, bahkan sudah menjadi rahasia umum di sekolah Chiara, bahwa gadis kecilnya itu menjadi juara umum, dengan nilai terbaik dalam satu angkatannya.


Suatu hal yang begitu membanggakan, dan Aaron ingin sekali menunjukkan rasa bangganya itu, tapi ketika memikirkan tentang bagaimana dia yang berniat menjauh dari Chiara, membuat Aaron harus menahan dirinya sendiri.


Sepertinya tidak pak Aaron. Nona sepertinya merasa maklum pak Aaron tidak hadir di acara wisudanya, apalagi bu Sarah dan pak Johnson berencana hadir untuk nona Chiara.


Membaca pesan balasan dari Zachary, dengan tidak sabar akhirnya Aaron melakukan panggilan telepon dengan Zachary karena merasa begitu penasaran, karena tidak biasanya Johnson yang sifatnya dingin mau terlibat dalam hal seperti itu.


Jika itu Sarah, Aaron tahu mama tirinya itu sosok orang yang begitu perhatian dengan orang lain, apalagi Chiara yang merupakan menantu kesayangannya, tapi Johnson? Bahkan di wisudanya dulu, Aaron ingat dengan jelas papanya lebih memilih mengadakan meeting dadakan dengan para petinggi di Grup Malverich untuk membahas rencana pengembangan usaha, yang sebenarnya tidak harus dilaksanakan bertepatan dengan hari wisudanya.