
Tapi bagi Angelina, jika lawan Aaron hanya sekedar memiliki kekuatan fisik, untuk Aaron yang bahkan bisa membuat tembok beton hancur berkeping-keping dengan pukulan tangannya, akan sangat mudah untuk mengalahkannya.
Karena selain memiliki kekuatan fisik, Aaron juga memiliki kecepatan yang sangat tinggi dalam bergerak, dimana mata manusia normal tidak akan bisa mendeteksi gerakannya yang seperti kilat itu.
Angelina yang melihat Aaron sedang berdiri tegak diantara Jack dan lawannya, segera memberi tanda pada Mark untuk mereka berdua menuruti perintah dari Aaron, segera masuk ke dalam gedung itu untuk membantu George dan yang lainnya.
Dengan gerakan cepat, Angelina segera merubah bentuk tubuhnya seperti dinding, dan bergerak cepat ke arah pintu masuk yang sudah jebol tadi.
Sedang Mark yang memiliki kekuatan untuk mengendalikan tanah, dengan gerakan mengendap-endap, memastikan kalau manusia raksasa itu sedang fokus pada Aaron, mencoba memanfaatkan kondisi untuk secepatnya dapat segera menyusul Angelina.
Begitu sampai di dalam, Mark yang melihat salah seorang anak buah Aldrich berencana memukul George yang pada dasarnya hanya seorang manusia biasa dengan otak jeniusnya, langsung menggerakkan lantai yang ada di bawahnya, membentuk sebuah tembok tinggi untuk menghalangi gerakan orang itu.
Melihat ada yang berusaha membantu George, laki-laki yang tadinya berencana menyerang Georgeitu langsung menoleh dengan wajah terlihat tidak terima, sehingga dia langsung berlari ke arah Mark, berniat untuk menghajar Mark yang sudah dianggapnya mengganggu itu.
Mark yang melihat pergerakan orang itu justru berjalan mendekat ke arah orang itu sambil menggerakkan tangannya ke arah lantai dengan posisi tangan seperti mencengkeram, lalu tangannya itu melakukan gerakan naik turun.
Dan tiba-tiba saja dari lantai bermunculan tanah yang mengeras, dengan ujung-ujungnya yang meruncing tajam bermunculan dari arah bawah, menghancurkan lantai bangunan itu, dan bergerak seperti gelombang, bergerak ke arah orang yang berniat menyerang Mark, membuat orang tersebut langsung melompat kaget dan berusaha menghindari serangan Mark dengan mempercepat gerakannya.
Angelina sendiri, setelah berubah bentuk menjadi seperti dinding, beberapa waktu kemudian berubah bentuk seperti lantai.
Dan setelah Angelina masuk ke dalam bagian dalam gedung itu, akhirnya dia kembali merubah bentuk sebagai sosok aslinya, berdiri tepat di belakang salah satu anak buah Aldrich yang lain yang berencana menyerang salah satu orang yang tadi datang bersama George.
Lalu, bersamaan dengan itu, Angelina langsung meraih sebatang kayu yang tergeletak tak jauh dari tempatnya, dan dengan cepat menghantam tengkuk anak buah Aldrich yang ada di depannya hingga pingsan.
"Upst...! Maaf sudah memukul dan membuatmu pingsan. Haist! Siapa suruh kamu menjadi anak buah laki-laki kejam itu. Kamu sepertinya sudah salah pergaulan bung..."
Mark yang sudah berhasil melumpuhkan lawannya juga seperti Angelina, langsung tersenyum puas melihat hasil kerja mereka, dan dia langsung mengacungkan jempol ke arah Angelina yang langsung tertawa kecil sambil menggerakkan kedua telapak tangannya, saling menggosok-gosokkannya, seolah sedang membersihkan telapak tangannya dari kotoran.
Melihat Angelina berjalan ke arahnya setelah berhasil melimpuhkan lawannya, senyum dengan wajah terlihat lega langsung terlihat pada wajah Mark yang sejak dulu memang begitu mengagumi Angelina.
Akan tetapi Mark cukup sadar diri bahwa dirinya tidak akan mampu menyaingi pesona Aaron yang jelas-jelas merupakan laki-laki yang begitu disukai oleh Angelina, meskipun Mark juga tahu, Aaron tidak pernah memperdulikan sosok Angelina sebagai seorang wanita, hanya menganggapnya sebagai seorang teman dan rekan bisnis semata.
Begitu Angelina sampai di dekatnya, Mark langsung berjalan mendekat kea rah Geroge yang terlihat senang melihat kehadiran Angelina di tempat itu untuk membantu mereka.
Di luar gedung, sikap tenang dan percaya diri Aaron yang berdiri diantara lawannya yang bertubuh tinggi besar seperti hulk dan Jack, membuat lawannya yang awalnya menyeringai, meremehkan Aaron, mulai berpikir dengan cepat, mulai menebak-nenabk siapa Aaron yagn menghadapinya, terlihat begitu tenang.
(Hulk, atau sering disebut "The Incredible Hulk" adalah tokoh pahlawan super fiksi superhero yang ada pada Marvel Comics. DIciptakan oleh Stan Lee dan Jack Kirby. Tokoh ini pertama kali muncul di The Incredible Hulk pada tanggal 1 Mei 1962. Ditahun 2008, majalah Wizard memberikan julukan kepada Hulk sebagai tokoh dari ketujuh Marvel Comics terhebat Empire Magazine dan menamakannya sebagai keempat belas tokoh komik dan rangking lima terbesar dari Marvel. Hulk diciptakan sebagai orang yang memiliki alter ego hasrat dan emosional yang bisa mengubah fisik seorang Dr. Bruce Banner.
Hulk muncul setelah Banner secara tidak sengaja terkena test ledakan dari bom gamma yang ia temukan. Sesudah kejadian itu, Banner akan berubah menjadi Hulk, digambarkan sebagai seorang raksasa, monster humanoid, mengarahkan kehidupan Banner menjadi sangat rumit. Dikatakan oleh Stan Lee, Hulk diinspirasikan oleh kombinasi antara tokoh Dr. Jekyll and Mr. Hyde, dan Frankenstein.
Walaupun pewarnaan kulit Hulk bermacam-macam dari berbagai sejarah publikasi, yang paling sering di publikasikan adalah kulitnya yang berwarna hijau. Sebagai Hulk, Banner sanggup memunculkan kekuatan luar biasa, sejalan dengan tingkat kemarahan tokoh ini. Emosi yang kuat seperti kemarahan, teror dan kesedihan juga menjadi pemicu perubahan fisik Banner menajadi Hulk. Alur cerita yang sering dipublikasikan adalah antara Banner dan Hulk sering dikejar oleh Polisi dan Angkatan bersenjata karena pengerusakan yang telah ia lakukan).
"Apa kamu adalah maskman yang seringkali disebutkan oleh Aldrich?" Laki-laki bertubuh seperti monster itu bertanya dengan suaranya yang terdengar berat, sambil menatap Aaron dengan wajah penuh selidik.
Selama ini, memang Aldrich yang belum mengetahui tentang siapa sebenarnya Aaron, sengaja memberikan julukan maskman pada Aaron, karena Aaron yang selalu memakai topeng pada wajahnya saat dia menunjukkan kemampuan supernya di hadapan orang lain.
"Tidak penting siapa aku yang sebenarnya. Anggap saja aku hanya orang yang tidak suka, sebagai sesama korban mutasi genetik, kita saling menyerang dan menghancurkan seperti ini." Aaron berkata sambil melipat kedua tangannya di atas perutnya, dengan mata menatap tajam ke arah laki-laki bertubuh raksasa di depannya itu.
Mendengar kata-kata Aaron, laki-laki itu langsung tertawa keras dengan sikap meremehkan Aaron, yang dianggapnya terlalu bersikap naif, karena memiliki kekuatan, tapi justru memilih untuk hidup seperti manusia normal, dianggapnya tidak memanfaatkan kekuatannya dengan baik.