Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERPISAHAN DENGAN RAKSA



Bahkan Mona dan Revina, mereka berdua sungguh berharap, kehidupan pernikahan Chiara, akan membuat gadis itu tidak bisa hidup bahagia seumur hidupnya.


"Kalau begitu, Om Raksa, Chiara pamit dulu ya. Salam untuk tante Mona dan Revina." Perkataan Chiara membuat Raksa melepaskan pelukannya pada Chiara sambil menganggukkan kepalanya.


"Hati-hati Chiara, jaga diri baik-baik ya. Setelah ini kamu hidup mandiri, harus bisa menjaga diri dengan baik. Makan teratur, istirahat juga teratur, belajar dengan baik. Jangan lupa sering-seringlah mampir kemari kalau ada waktu." Raksa berkata sambil menghela nafasnya.


Meskipun status Chiara hanyalah sebagai keponakannya, tapi sejak 5 tahun lalu mereka yang sudah tinggal bersama, membuat Raksa tidak bisa begitu saja mengabaikan keberadaan Chiara.


Yang mau tidak mau menimbulkan rasa sayangnya pada gadis remaja yang seringklai mengingatkannya pada Cakra.


Dan Cakra sendiri, bagi Raksa adalah sosok yang sangat dikagumi dan menjadi panutan baginya.


Cakra adalah seorang kakak kandung yang begitu menyayangi dan mendukung kehidupan Raksa, sejak mereka masih kanak-kanak.


Apalagi sosok Chiara adalah sosok gadis cantik yang murah senyum, selalu terlihat ceria dan memiliki pribadi yang menyenangkan bagi orang yang pernah bertemu atau mengenalnya.


Belum lagi wajah Chiara yang begitu mirip dengan Cakra sebagai ayah kandungnya, yang artinya mirip dengan kakak kandungnya, membuat Raksa sebenarnya begitu menyayangi Chiara.


"Om juga harus jaga diri dan jaga kesehatan. Jangan suka menonton televisi sampai larut malam Om, biar Om cukup istirahat. Terus... jagnan terlalu banyak makan gorengan ya, ingat kolesterol dan tekanan darah tinggi Om Raksa. Chiara pergi dulu ya Om." Chiara berkata sambil tersenyum, dan membetulkan letak tali tas yang digantungnya di bahu.


(Kolesterol tinggi adalah kondisi ketika kadar kolesterol di dalam darah melebihi batas normal. Jika dibiarkan, kolesterol yang berlebihan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke. Kolesterol adalah lemak seperti lilin yang diproduksi oleh hati.


Kolesterol tinggi dapat membatasi aliran darah, meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke. Kondisi ini terdeteksi melalui tes darah. Kolesterol tinggi tidak memiliki gejala. Penanganan berupa obat-obatan, pola makan yang sehat, dan berolahraga.


Salah satu jenis makanan yang merupakan sumber kolesterol, adalah makanan yang digoreng. Makanan-makanan yang digoreng dengan minyak atau margarin kadar kolesterolnya akan langsung naik. Apalagi kalau dimasak dalam minyak jelantah yang sudah dipakai menggoreng beberapa kali. Misalnya tahu, tempe, bakwan, martabak telur, dan ayam goreng).


"Oke-oke, om akan ingat ansehatmu dengan baik." Raksa berkata sambile mengacak pelan rambut di puncak kepala Chiara dengan perasaan sayang.


"Tentu saja Om harus ingat, karena Om harus tetap sehat dan berumur panjang." Chiara berkata sambil tertawa kecil.


"Chiara pamit dulu ya Om, Chiara akan sering-sering mengirim pesan pada Om." Begitu Chiara mengakhiri kata-katanya, Chiara langsung membalikkan tubuhnya, bersiap untuk pergi.


"Eh, Chiara...." Raksa kembali memanggil Chiara sebelum Chiara benar-benar berlalu dari hadapannya, karena ingat ada sesuatu yang sangat penting yang baru saja dilupakannya.


"Tunggu sebentar... ada sesuatu yagn harus om berikan padamu. Tunggu di sini, om akan mengambilnya." Dengan bergegas Raksa berlari ke arah ruang kerjanya, membiarkan Chiara mengernyitkan dahinya dengan sikap bingung dan bertanya-tanya.


Beberapa saat kemudian, Raksa sudah kembali dengan membawa sesuatu di tangannya.


Begitu berada tepat di hadapan Chiara, Raksa langsung meraih tangan kanan Chiara dan meletakkan buku tabungan yang tadi baru diambilnya ke genggaman tangan Chiara.


"Lhoo... apa ini Om?" Chiara bertanya kepada Raksa sambil mengangkat buku tabungan di tangannya, dengan matanya mengamati buku itu dengan wajah heran.


"Itu adalah uang pribadi om, yang selama ini sengaja om sisihkan dan simpan untuk berjaga-jaga kalau ada keperluan mendadak. Tidak banyak, tapi om berharap itu akan bisa berguna untukmu." Mata Chiara langsung terbeliak mendengar perkataan dari Raksa.


"Tapi Om, ini...." Chiara yang melihat angka yang tertulis di sana harus mengakui, memang tidak sebanyak uang yang sudah diambil Mona darinya, tapi jumlah itu juga tidak bisa dibilang sedikit, apalagi untuk Chiara yang masih merupakan anak SMA.


"Tenang saja Chiara, tantemu Mona dan Revina tidak tahu tentang keberadaan uang itu. Terimalah, meskipun mungkin itu tidak sebanding dengan uang yang seharusnya merupakan milikmu, yang sudah digunakan oleh tantemu selama ini. Buku tabungan itu juga sudah om siapkan bersama kartu ATM maupun kartu kreditnya. Dan rekening itu om buat atas namamu Chiara. Jadi itu adalah milikmu." Raksa berkata sambil menepuk pelan bahu Chiara.


"Om Raksa...." Rasanya tenggorokan Chiara terasa kelu karena rasa haru yang sedang menghantam dadanya saat ini, tidak menyangka kalau Raksa melakukan hal itu untuknya.


"Pokoknya kamu harus terima itu. Dan om ingatkan sekali lagi, tolong jangan memberitahu tantemu Mona dan Revina tentang hal ini. Om tidak mau mereka ribut soal ini. Karena sebenarnya, om sudah lama menunggu waktu yang tepat untuk bisa memberikan itu padamu. Sebentar lagi kamu akan menikah dan tidak lagi menjadi tanggung jawab kami, karena ke depannya ada Aaron sebagai suamimu, yang akan bertanggung jawab penuh terhadap kehidupanmu di masa depan." Raksa menghentikan bicaranya sebentar.


"Karena itu... om rasa, ini saat yang paling tepat untuk memberikan itu padamu. Setelah ini, om harap kamu bisa bidup bahagia dan menjadi dirimu sendiri. Bisa sukses mencapai cita-citamu." Raksa melanjutkan bicaranya, sambil tersenyum lembut ke arah Chiara, yang tanpa sadar hampir saja meneteskan air mata harunya.


Rasanya Raksa masih ingin Chiara tinggal bersamanya untuk waktu yang lebih lama, sampai gadis cantik itu benar-benar siap untuk hidup mandiri di luar sana.


Akan tetapi melihat sifat Mona dan Revina, Raksa berharap, keputusan mereka untuk melepaskan Chiara bersama Aaron adalah pilihan paling tepat untuknya, yang selama ini tidak bisa berbuat banyak untuk melindungi Chiara dari sikap jahat Mona dan Revina.


Chiara sendiri, baginya Raksa merupakan seorang paman yang memang tidak pernah bisa mencegah Mona ataupun Revina bersikap sinis padanya, tapi Raksa sendiri tidak pernah bersikap seperti itu padanya.


Dan beberapa kali, tanpa sepengatahuan Mona dan Revina, secara diam-diam Raksa seringkali membelikannya pakaian ataupun coklat, juga kebutuhan Chiara lainnya, dengan sembunyi-sembunyi.


"Kalau kamu menghargai dan menganggap om sebagai ommu, tolong terima itu Chiara. Paling tidak itu bisa membuat om lega, karena masih bisa sedikit melindungi apa yang seharusnya menjadi milikmu sepenuhnya. Kalau kamu menolaknya, kamu akan membuat om hidup dalam rasa bersalah yang besar, selama hidup om." Perkataan penutup dari Raksa, akhirnya membuat Chiara terdiam sambil menahan nafasnya sebentar.