Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
BAHAGIANYA CHIARA



Oh my God.... Ya ampun Chiara... lagi-lagi kamu....


Aaron berkata sambil meraih gelas berisi air mineral, dan langsung segera meminumnya dengan mengarahkan wajahnya ke samping, meskipun sebenarnya jika boleh jujur, Aaron ingin sekali menikmati pemandangan indah itu tanpa berkedip, karena dia masih bisa membayangkan dengan begitu jelas benda kembar di balik kemeja itu, yang tadi sempat dia lihat saat Chiara belum berganti pakaian, yang baginya terlihat begitu menggoda untuk disentuh.


"Om Aaron... tidak apa-apa?" Chiara yang melihat Aaron tersedak, dengan wajah khawatirnya langsung menepuk-nepuk pelan bagian bawah tengkuk Aaron, sambil sesekali mengelusnya lembut, membuat Aaron diam mematung sesaat.


Sentuhan lembut dari Chiara yang menunjukkan bahwa gadis itu begitu perduli dan menyayanginya, membuat ada rasa hangat yang mengalir di dada Aaron, dan rasa itu sungguh terasa begitu menenangkan untuk hati Aaron yagn selama ini selalu berusaha untuk menghindar menjalin hubungan yang terlalu dekat dengan orang lain, meskipun dengan Johnson, ayahnya sendiri.


Setelah sekian lama memilih untuk hidup menyendiri, sibuk menghindar dari semua orang, kehadiran Chiara, pernyataan cintanya hari ini, dan juga sentuhan hangat dari Chiara, membuat Aaron merasa menjadi orang paling bahagia di dunia saat ini.


Dan itu membuat senyum di wajah Aaron tidak bisa dia hentikan, terus muncul, hampir setiap saat... sejak dia memasuki kantornya bersama Chiara.


"Tidak, aku tidak apa-apa. Terimakasih." Aaron menjawab pertanyaan Chiara sambil menggerakkan kepalanya ke samping, agar dapat menatap wajah cantik istrinya.


"Makanya kalau makan jangan buru-buru ya Om." Chiara berkata sambil meringis, karena dia sadar barusan dia bisa-bisanya menasehati Aaron seperti orang yang jauh lebih tua dari Aaron, padahal jelas-jelas usia Aaron 12 tahun lebih tua darinya.


Mendengar nasehat Chiara, Aaron hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, seperti seorang anak yang mendapatkan nasehat dari orangtuanya.


Melihat bagaimana Aaron tidak mengatakan apa-apa justru langsung menganggukkan kepalanya, justru membuat Chiara merasa gemas, dan dengan tiba-tiba tanpa disangka oleh Aaron, Chiara memeluk lengan Aaron dengan kedua tangannya, dan menyandarkan kepalanya ke lengan atas Aaron.


"Om Aaron... kenapa sih Om Aaron baik sekali.... Aku benar-benar mencintai Om Aaron.... Bagiku, di dunia ini, hanya Om Aaron yang membuatku begitu tergila-gila, bahkan sempat berpikiran aneh dengan memaksakan diriku mengubah penampilan tanpa berpikir panjang, berharap Om Aaron memberikan sedikit perhatian padaku." Chiara berkata sambil memejamkan matanya, dan menarik nafas panjang, menikmati bau harum dari parfum Aaron, dan juga menikmati keberadaan Aaron sebagai laki-laki yang begitu dicintainya.


Dan ternyata, laki-laki itu juga mencintainya, setelah sekian lama Chiara berpikir bahwa Aaron hanya menganggapnya sebagai anak kecil yang keberadaannya cukup mengganggu.


Setelah hampir dua tahun Chiara menyimpan rasa cintanya, hari ini... setelah dia dan Aaron saling mengungkapkan isi hati mereka, keberadaan Aaron yang dipeluknya saat ini, masih saja membuatnya tidak percaya.


Setiap pujian dari orang lain, hanya akan mendapatkan respon datar dari Aaron, tapi tidak jika itu Chiara.


Wajah Aaron bahkan terlihat sedikit memerah dan sedikit sikap malu-malu karena pujian bertubi-tubi dari Chiara untuknya.


Dan bukan saja itu, pujian Chiara, sikap manjanya, dan juga bagaimana Chiara saat ini tanpa ragu apalagi sungkan langsung memeluk erat lengannya dan menyandarkan kepala ke arahnya, membuat dada Aaron berdebar keras, dan otot-otot di tubuhnya terasa menegang.


"Aku juga beruntung karena bertemu denganmu yang selalu memberikan kehangatan dan warna dalam hidupku. Kamu membuatku bisa merasakan apa itu pengorbanan, apa itu bertahan dan berjuang, juga mengerti apa itu cinta." Aaron menjawab perkataan Chiara sambil mengelus punggung Chiara dengan lembut.


"Om Aaron!" Suara teriakan kecil dari Chiara sambil melepaskan pelukannya di lengan Aaron, dan menjauhkan tubuhnya dari Aaron, membuat Aaron langsung menoleh kaget, padahal Aaron begitu menikmati sensasi bagaimana berada begitu dekat dengan Chiara saat ini, sesuatu yagn sudah begitu lama dia rindukan.


Duduk berdua begitu dekat dengan istr tercintanya, menceritakan tentang perasaan cinta diantara mereka.


Tapi tindakan tidak terduga dari Chiara seperti biasanya, membuat angan-angan Aaron buyar seketika.


"Eh... kenapa Chiara?"


"Sejak kapan om Aaron jatuh cinta padaku. Ceritakan padaku tentang itu Om." Pertanyaan Chiara yang begitu tidak disangka oleh Aaron, membuat Aaron terlihat sedikit salah tingkah.


"Apa sejak pertama kali kita bertemu di hotel waktu itu? Ketika tante Mona memaksaku untuk bertemu keluarga Romi? Kalau waktu itu, aku sih sudah terkagum-kagum dengan Om Aaron." Chiara berceloteh sambil diselingi cekikik geli.


Bagaimana aku bisa menceritakan kalau aku sudah jatuh cinta padamu bahkan sejak kamu masih berusia 11 tahun? Orang lain yang mendengar ceritaku pasti benar-benar akan menganggapku seorang penderita pedofil, padahal aku tidak penah mencintai gadis lain seperti cintaku padamu. My little girl... bukan hanya sikapmu, kata-katamu seringkali susah untuk ditebak. Dan sekarang, kamu ingin aku menceritakan bagaimana aku jatuh cinta padamu?


Aaron berkata dalam hati, sambil menatap ke arah Chiara yang sedang menatapnya dengan pandangan mata berbinar, sambil menunggu jawaban dari Aaron, seperti anak kecil yang sedang menunggu ayahnya membacakan cerita dongeng untuknya.