
“Eh, ya Om… kalau begitu aku kembali ke kamarku dulu untuk mandi. Setelah itu kita sarapan bersama ya?” Aaron langsung menganggukkan kepalanya mendengar perkataan dari Chiara yang mengucapkannya sambil tersenyum dengan wajah malu-malu, yang hampir saja membuat Aaron mendes… sah pelan karena sikap polos Chiara dan juga tindakan spontannya yang selalu menguji jiwa laki-lakinya.
“Oke.”
“Mmm… sampai ketemu di ruang makan Om Aaron.” Chiara berkata sambil berjalan mundur mendekati pintu kamar Aaron, dengan wajahnya yang tersenyum dengan bahagianya, membuat mau tidak mau Aaron jadi tersenyum melihat tingkahnya yang lucu.
Setelah Chiara keluar dari pintu kamar Aaron, dengan gerakan perlahan Chiara menutup kembali pintu kamar itu, dan melompat-lompat kegirangan dan tertawa tanpa mengeluarkan suara di depan pintu kamar Aaron, sebelum akhirnya Chiara berlari-lari kecil dengan melompat-lompat kembali ke kamarnya.
“Huft….”
Begitu Chiara sudah meninggalkan kamarnya, Aaron langsung menghembuskan nafas lega dan memandang ke salah satu tangannya yang tanpa dia sadari, sejak dia melihat Chiara masuk ke kamarnya, tangan itu terus memegang bagian handuk yang melipat di pinggangnya, seolah takut kalau tiba-tiba saja selembar kain itu terlepas dari pinggangnya tepat di depan Chiara.
“Apa keputusanku untuk menunda kepergianku kembali ke Amerika adalah keputusan yang tepat?”
Aaron bergumam pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan gerakan cepat, merasa pusing sendiri dengan apa yang terjadi padanya dan Chiara.
# # # # # # # #
Chiara yang sudah mengenakan seragam sekolahnya, terlihat tersenyum-senyum di depan kaca, sambil memutar-mutar tubuhnya, memastikan bahwa dia sudah mengenakan pakaiannya dengan benar, mengikat rambutnya dengan rapi, dan tersenyum dengan manis.
Aku tidak percaya! Benar-benar tidak percaya! Bukan saja tiba-tba datang di hari ulang tahunku. Tapi Om Aaron juga akan mengantarku ke sekolah hari ini! Rasanya aku seperti sedang bermimpi!
Chiara berteriak dalam hati dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya yang mungil.
Rasanya tidak ada kata yang bsia menggambarkan bagaimana bahagianya Chiara hari ini.
Begitu sudah memastikan dia tampil dengan baik hari ini, dengan tidak sabar, Chiara keluar dari kamarnya sambil menenteng tas ransel sekolahnya.
Saat Chiara sampai di meja makan, Chiara melihat Aaron sudah duduk di sana ditemani dengan segelas kopi dan juga tablet yang tak lepas dari tangannya, karena sedang melakukan pengecekan laporan-laporan yang masuk ke surelnya, terutama surel dari beberapa karyawannya dari Amerika, karena rencananya untuk kembali hari ini ke Amerika dibatalkan dengan tiba-tiba tadi malam oleh Zachary.
“Masih sibuk Om?” Suara sapaan dari Chiara membuat Aaron mengalihkan matanya dari tablet di tangannya, lalu meletakkan tablet itu di atas meja makan, di sampingnya, setelah Aaron mematikan layar tablet itu.
“Tidak… aku bisa melanjutkannya setelah mengantarmu ke sekolah.” Aaron berkata sambil memberikan tanda kepada Bu Ida dan Tia yang langsung tanggap dan membukakan penutup piring saji di depan Aaron dan Chiara.
(Pastel tutup bisa dibilang juga sebagai pie-nya orang Indonesia, sehingga tidak aneh kalau orang Belanda menyebut camilan ini dengan nama Indische Pastel. Sejak zaman dulu, pastel tutup ini sudah sering dikonsumsi oleh orang Indonesia. Kalau di Solo, pastel tutup ini disebut juga pastel krukup dengan bentuk yang lebih sederhana. Pastel tutup sebenarnya punya bahan utama yang sama seperti kroket, yakni dengan kentang yang ditumbuk halus. Hanya saja, kalau kroket digoreng maka pastel tutup ini dipanggang.
Seperti namanya, pastel tutup disajikan dengan adonan kulit yang menutupi isiannya. Pastel tutup merupakan sajian dari olahan kentang yang ditumbuk halus kemudian disuguhkan dengan beragam isi. Isian pastel tutup biasanya dari bihun, daging sapi giling, daging ayam potong dadu, jamur kuping, hingga aneka sayuran lainnya, dan dibagian atas tutupnya yang berasal dari kentang diberi parutan keju.
Untuk membuat pastel tutup agar kulitnya tidak kering dan juga terlihat menarik karena warnanya yang kuning keemasan, adalah dengan mengoleskan kuning telur di bagian atasnya sebelum diberi parutan keju dan dipanggang di oven).
Aaron langsung tersenyum mendengar perkataan Chiara yang ternyata selama ini memperhatikan dan mengingat tentang makanan kesukaannya.
“Ayo kita makan.” Aaron berkata pelan, namun langsung terliaht kaget dan menoleh ke arah Chiara karena tiba-tiba saja Chiara merebut sendok untuk mengambil pastel tutup dari tangan Aaron.
“Biar aku yang mengambilkan untuk Om Aaron.” Chiara berkata sambil meraih piring kosong di depan Aaron, dan mulai mengambil sebagian pastel tutup dan memindahkannya ke piring Aaron.
Melihat itu, mata Aaron menjadi fokus pada sosok Chiara yang sedang melayani makan pagi untuknya.
Dengan tatapan hangat, Aaron memandang ke arah Chiara yang baginya terlihat begitu cantik pagi ini.
Entah karena sekarang Chiara sudah lebih dewasa dengan usianya yang sudah mencapai 17 tahun sejak kemarin, atau karena saat ini, Aaron merasakan suatu perasaan damai dan berbunga-bunga melihat bagaimana tindakan Chiara saat ini, membuatnya seperti tindakan seorang istri untuk suaminya.
My little girl, You are so beautiful….
Aaron berbisik pelan dalam hati, membiarkan angannya sedikit melayang membayangkan bagaimana Chiara yang berada dalam gendongannya semalam, dan kecupan lembut yang sudah diberikannya ke kening gadis kecilnya itu sebagai pengantar tidur.
Tanpa disadari oleh Aaron maupun Chiara, baik bu Ida dan Tia saling berpandangan sambil tersenyum melihat bagaimana cara Aaron memandang ke arah Chiara, sambil menopangkan siku tangannya ke atas meja, dan tangannya yang terkepal menahan bagian samping kepalanya yang sedang menoleh, dengan sedikit menengadah ke arah Chiara.
Dari cara Aaron menatap ke arah Chiara, dan juga senyum tipis yang sesekali tersungging di wajah Aaron, membuat bu Ida maupun Tia tahu bagaimana sayang dan cintanya Aaron kepada istrinya itu.
Dan dengan memandang Chiara, mereka tahu kalau gadis remaja itu juga begitu mengagumi sosok suaminya.
Note: Mohon maaf untuk hari ini author hanya bisa up 1 episode, karena lagi ada acara. Terimaksih untuk dukungan dan support dari para pembaca setia atas novel ini. 🥰🥰🥰🥰🥰