
Di sisi lain ruangan pesta itu, tampak Raksa yang tersenyum dengan wajah bahagianya, menyaksikan bagaimana Chiara yang sudah sah menjadi istri Aaron.
Setelah ini, semoga kehidupan Chiara bisa menjadi lebih baik dan selalu bahagia bersama Aaron dan keluarganya, sehingga tidak ada penyesalan bagiku terhadap almarhum kak Cakra.
Raksa berkata dalam hati, dan sebentar kemudian sedikit menunduk, melepas kacamatanya dan memijat bagian atas hidungnya, untuk mengalihkan perhatian orang agar mereka tidak tahu dia sedang menghapus butiran bening di sudut matanya.
Sial! Aku sudah berusaha tampil cantik dan menarik, tapi tidak ada seorangpun yang melirik kepadaku. Semua sibuk memperhatikan Chiara. Memang sih, dia cantik sekali hari ini. Tapi dia hanya sekedar anak ingusan berusia 16 tahun. Mana mengerti tentang pernikahan.
Revina sedari melihat bagaimana Chiara memasuki ruangan itu langsung menyedot perhatian semua orang, terus mengomel dalam hati.
Apalagi sampai detik ini yang dia dengar dari para tamu undangan yang ada di sekitarnya, yang sebagian besar merupakan keluarga dari Aaron, dan juga sahabat dekat kedua orangtuanya, mereka terus mengatakan kata-kata yang menunjukkan rasa kagum pada kecantikan Chiara sebagai pengantin Aaron hari ini.
Aku benar-benar berharap Aaron akan menyesal menikah dengan anak ingusan yang tidak mengerti tentang apa-apa seperti Chiara.
Lagi-lagi, Revina menggerutu dalam hati, bahkan mulai mengutuki pernikahan antara Aaron dan Chiara, berharap mereka tidak akan pernah bahagia dan menyesali pernikahan mereka hari ini.
Masa bodoh dengan pernikahan Chaira dan Aaron. Dua hari lagi, Aaron akan pergi ke Amerika. Aku pasti bisa menemukan cara agar ke depannya, agar aku bisa mengakali Chiara, sehingga bisa mengambil alih bisnis perhotelan itu. Aaron tidak akan bisa mengawasi Chiara sepanjang waktu hingga 24 jam, apalagi dia berada jauh di Amerika. Untuk sekarang, aku akan mulai menikmati pesta ini bersama yang lain.
Mona berkata dalam hati sambil mengarahkan matanya untuk berkeliling ke setiap sudut ruangan pesta, dan bibirnya langsung menyunggingkan senyum dan juga ekspresi kaget, melihat beberapa orang penting yang pernah dia ketahui lewat media hadir di sana.
Bagi Mona sendiri, meskipun dia merasa tidak senang dengan suasana acara pernikahan yang terlihat megah dan mewah untuk Chiara, tapi dia memilih untuk sedikit mengabaikan rasa kesalnya, karena dia tahu ada hal yang lebih penting yang harus dia lakukan saat ini.
Berada diantara banyak orang yang sebagian besar dari mereka merupakan orang kaya dan juga berpengaruh, orang-orang yang sukses dalam usaha dan bisnisnya, membuat Mona berusaha mencari-cari kesempatan untuk memulai pembicaraan dengan mereka dan mencari celah agar dia bisa menawarkan kerjasama dengan mereka.
# # # # # # # #
Begitu Aaron dan Chiara selesai dengan prosesi saling bertukar cincin, memasangkan cincin ke jari manis masing-masing pasangannya, EO kembali mendekat ke arah mereka untuk memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan kemudian.
Begitu tangan Aaron mulai bergerak ke arah ujung veil yang dikenakan Chiara, yang menutupi wajah Chiara sampai sebatas dadanya itu, EO segera mendekat ke arah Chiara yang terus menundukkan kepalanya.
"Nona, angkat sedikit wajah Nona, agar pangeran Nona bisa melihat wajah cantik pengantin miliknya." Suara bisikan dari EO itu, membuat Chiara menggigit bibir bawahnya sebelum akhirnya dengan gerakan ragu mengangkat kepalanya, dan mencoba memberanikan menatap ke arah Aaron yang sedang menundukkan wajahnya agar bisa melihat lurus ke arah wajah mungil Chiara, sambil membuka veil itu dengan perlahan dan hati-hati.
Wajah tampan Aaron yang terlihat begitu dekat dengannya saat ini, dengan mata ambernya yang menimbulkan kesan warna emas, yang membuatnya semakin tampil mempesona, membuat Chiara menahan nafasnya cukup lama, dan hampir membuatnya tersedak oleh ludahnya sendiri.
Akh... rasanya aku jadi sulit bernafas.... Seperti mimpi.... Aku benar-benar tidak percaya kalau sekarang aku benar-benar sudah sah menjadi istri om Aaron.
Chiara berkata dalam hati dengan mata yang awalnya tidak berani menatap Aaron, tapi begitu dia menatap wajah laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu, mata Chiara serasa begitu enggan beralih darinya, menatap Aaron dengan sinar mata yang menunjukkan kalau dia begitu bahagia dan terlihat masih tidak percaya kalau mereka berdua benar-benar sudah sah sebagai suami istri.
*Suamiku… om Aaron benar-benar sudah menjadi suamiku hari ini. *
Chiara kembali berteriak kegirangan di dalam hati, dengan Aaron yang masih dengan gerakan pelan dan lembut, membuka veil yang tadinya menutupi samar-samar wajah cantik Chiara.
My little girl.... my most beautiful little girl. Tumbuhlah menjadi gadis yang hebat dan kuat. Nikmati hari-harimu. Mulai saat ini, tidak akan ada yang bisa menyakitimu, hiduplah sesuai yang kamu impikan dan berbahagialah selalu. Aku akan melakukan apapun untuk dapat melindungimu dari apapun, dari siapapun yang berniat buruk padamu.
Aaron berbisik dalam hati sambil matanya menatap ke arah wajah cantik Chiara yang sudah sepenuhnya terbuka, tidak lagi tertutup oleh veil, memperlihatkan wajah cantiknya yang juga menggambarkan hatinya yang juga cantik dan polos.
Setelah itu, EO segera mengembalikan waktu selanjutnya kepada pembawa acara yang langsung naik ke atas panggung, untuk memimpin jalannya acara selanjutnya.
"Dan seperti yang sudah ditunggu-tunggu baik oleh para tamu undangan, dan pastinya pasangan pengantin kita hari ini. Sekarang adalah waktunya untuk melakukan wedding kiss bagi pasangan pengantin baru kita." Suara dari pembawa acara yang mengumumkan acara selanjutnya adalah prosesi wedding kiss, membuat hampir seluruh tamu bertepuk tangan sambil tersenyum cerah, menantikan momen yang akan menunjukkan kemesraan pasangan pengantin itu.
Pengumuman tentang wedding kiss itu mau tidak mau membuat tubuh Chiara tersentak kaget, karena jika saja boleh jujur, bahkan saling bergandengan tangan dengan erat bersama Aaron, baru saja dia lakukan hari ini, bagaimana mungkin Chiara berani membayangkan bagaimana dia bisa melakukan wedding kiss seperti yang biasa dia lihat di acara pernikahan yang pernah dia hadiri.