Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MEMINTA IJIN JOHNSON



Kalau Johnson jelas saja kaget karena Sarah tiba-tiba ingin menginap di apartemen Aaron tanpa memberitahunya terlebih dahulu, bahkan belum meminta ijinnya sebagai suami.


Sedang Aaron dan Chiara yang saat ini langsung terlihat saling berpandangan, harus menahan nafas mereka dengan wajah terlihat tidak tenang.


Karena sepengetahuan orang lain, termasuk Sarah, pernikahan antara Aaron dan Chiara merupakan sebuah pernikahan yang normal dan bahagia.


Dan jika Sarah menginap di aparteman ini, itu artinya Aaron dan Chiara harus tinggal dalam satu kamar agar Sarah tidak curiga terhadap pernikahan mereka.


Bagi Chiara, dia yang masih polos tidak berpikir macam-macam, hanya saja memikirkan satu kamar dengan Aaron akan membuatnya canggung, dan yang pasti, akan membuat dadanya berdisko ria sepanjang malam, yang mungkin akan membuatnya susah tidur semalaman ini, tanpa memikirkan hal aneh-aneh yang lain, karena minimnya pengetahuan Chiara tentang kehidupan suami istri.


Lain halnya dengan Aaron yang sedang membayangkan, alangkah berbahayanya jika dia satu kamar dengan Chiara, apalagi sepanjang siang hingga malam ini, banyak kejadian yang sudah terjadi antara dirinya dan Chiara, yang membuat jiwa laki-lakinya terus terpancing, sedang dia sadar, dia tidak boleh sembarangan menyentuh Chiara sebelum dia menemukan solusi atas masalahnya saat berdekatan dengan Chiara.


Belum lagi, Aaron sadar kalau usia Chiara yang masih sangat muda, membuatnya berkali-kali berpikir ulang untuk terlalu dekat dengan gadis itu, berencana menunggu Chiara sedikit lebih dewasa lagi sambil secepatnya mencari cara agar kedekatannya dengan Chiara tidak lagi berbahaya bagi keduanya, terutama terkait dengan kekuatan super yang dia miliki.


Zachary yang tahu bahwa pernikahan kedua majikannya itu memiliki surat perjanjian tertulis yang cukup rumit, harus menahan nafasnya, karena membayangkan bagaimana Aaron dan Chiara pastinya harus tidur dalam satu kamar yang sama jika Sarah benar-benar menginap hari ini, apalagi dengan kepolosan Chiara, Zachary tidak tahu apa yang nanti bisa terjadi di dalam sana antara mereka berdua, sepasang suami istri yang usianya terpaut cukup jauh, dan karakter keduanya sangat jauh berbeda.


Yang satu begitu tenang dan datar, terkesan sangat dingin, yang satu begitu ceria dan juga ceroboh.


“Eh, Ma… kenapa harus repot-repot seperti itu…” Chiara langsung berusaha keras untuk menolak keinginan Sarah.


“Benar Ma, bagaimana dengan papa di rumah, kalau Mama menginap disini?”  Aaron langsung menambahkan apa yang baru saja dikatakan oleh Chiara.


Suatu hal yang bagi Sarah cukup terasa aneh.


Yang Sarah tahu, Aaron selama ini jarang sekali ambil perduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya.


Laki-laki tampan itu juga setahu Sarah, tidak pernah ikut campur pembicaraan orang lain, tapi hari ini Sarah bisa melihat, tanpa diperintah, Aaron langsung membela Chiara, menunjukkan kalau gadis itu sungguh memiliki tempat yang istimewa di hati Aaron.


Dan pemikiran itu, membuat Sarah tersenyum lega, karena pada akhirnya, Aaron bisa menemukan kebahagiaannya setelah sekian lama memilih untuk hidup di dunianya sendiri.


“Pa…. boleh kan beberapa hari ini aku menginap di sini? Aku juga ingin merasakan seperti cerita teman-temanku saat menginap di rumah anaknya yang sudah menikah.” Pertanyaan Aaron membuat Sarah mendekat ke arah Johnson, dan memegang lengannya sambil meminta ijinnya untuk menginap di sini."


“Ehem…” Johson langsung berdehem cukup keras mendengar pertanyaan Sarah yang cukup memmbuatnya terdiam sesaat tanpa menjawab pertanyaan itu.


Kalau dia tidak mengijinkan Sarah menginap di sini, itu artinya dia bersikap egois, karena dilihatnya, dari pancaran mata Sarah, Johnson bisa mengetahui bahwa Sarah serius ingin menginap di tempat ini, dan dari pandangan mata itu jelas terlihat bahwa Sarah sangat menginginkan hal itu.


Tapi jika dia mengijinkan Sarah untuk menginap di sini, Johnson tahu kalau malam ini dia harus tidur sendiri, sedangkan sejak menikah, Johnson boleh dikata tidak pernah hidup terpisah dengan Sarah barang seharipun.


Saat itu, meskipun ada beberapa saudara Sarah, dan juga teman dekat Sarah menawarkan diri untuk menemani Sarah di rumah sakit waktu itu, tapi Johnson bersikeras kalau dia saja yang menemani Sarah.


Jadi boleh dikata, belum pernah sekalipun mereka terpisah, dan sekarang tiba-tiba Sarah mengatakan akan menginap di apartemen Aaron, tentu saja membuat Johnson kaget.


“Pa, boleh kan aku menginap disini? Chiara juga sudah kuliah sekarang, sudah waktunya belajar mengatur rumah tangganya bersama Aaron, tidak boleh serta merta mengandalkan bantuan dari asisten rumah tangga.” Sarah kembali berkata kepada Johnson yang masih temenung, sambil mengerutkan keningnya.


“Pa….” Panggilan dari Sarah akhirnya membuat Johnson menarik nafas panjang.


“Oke, boleh saja. Kalau begitu aku juga akan menginap di sini.” Tanpa ragu Johnson berkata, menanggapi pertanyaan Sarah, yang semakin membuat Aaron dan Chiara terlihat bingung.


Celaka dua belas! Benar-benar celaka. Bukan hanya mama Sarah yang berniat menginap, bahkan papa Johnson. Matilah aku. Aduh... bagaimana ini?


Chiara yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya langsung berkata dalam hati dengan wajah terlihat khawatir.


Aaron sendiri meskipun dia juga terkejut dengan keputusan Johnson, tapi tampak lebih tenang dan bisa mengendalikan diri sehingga orang lain tidak bisa melihat bahwa sebenarnya, dia juga sekaget Chiara.


“Ma, Mama dan Papa tidak harus serepot itu. Aku dan om Aaron bisa mengurus sendiri, apalagi Bu Ida Cuma ijin seminggu untuk pulang kampung. Berarti sebentar lagi Bu Ida juga akan kembali.” Chiara berusaha membuat Sarah membatalkan niatnya untuk menginap.


“Justru itu, sekarang waktu yang paling tepat untuk aku mengajarkanmu untuk mengurus rumah.” Sarah tetap bersikeras, membuat Chiara terdiam.


“Mama akan mengajarimu bagaimana menjadi istri yang baik, apalagi dua tahun lagi Aaron sudah akan kembali ke sini, dan juga menetap di sini. Jadi kamu harus mulai belajar tentang kehidupan berumah tangga, termasuk dari hal yang paling sederhana, memasak misalnya.


Mendengar kata-kata Sarah, hampir saja Chiara meringis, menggoreng telur saja dia belum becus, apalagi menyiapkan makanan untuk Aaron.


Membayangkan itu, keringat dingin mulai muncul di kening Chiara secara tiba-tiba.


“Lagi pula, mama tidak tahu kapan lagi anak mama yang satu ini menghilang lagi dengan tiba-tiba.” Sarah berkata sambil memandang ke arah Aaron yang langsung menatap ke arah Sarah.


“Aku tidak pernah menghilang Ma. Kalaupun pergi, ke depannya, aku akan selalu memberitahu kepada kalian meskipun mendadak.” Perkataan Aaron yang mengandung janji itu, membuat Sarah tersenyum.


“Iya juga, sebenarnya kamu selalu memberitahu, tapi sangat mendadak sekali. Dan kamu tidak pernah memberikan kesempatan kepada kami untuk memintamu tetap tinggal.” Sarah kembali berkata dengan kata-kata yang lebih mirip dengan protes daripada sekedar penjelasan.


“Tidak perlu memintanya lagi Ma. Mulai hari ini, aku akan tinggal di Indonesia, aku tidak akan lagi kembali ke Amerika.” Aaron berkata dengan suara datar tanpa ekspresi seperti biasanya, tapi kata-kata Aaron membuat semua yang ada di ruangan itu tersentak kaget dengan wajah tidak percayanya, kecuali Zachary.


Karena memang Zachary sudah lebih dahulu dikagetkan dengan keputusan Aaron itu, ketika tengah malam Aaron memberikan begitu banyak tugas untuknya, termasuk salah satunya mengaturkan semuanya, terlebih kantornya yang ada di Indonesia, agar dia bisa segera kembali bekerja di kantornya itu mulai besok, dan mungkin… untuk seterusnya.