
Bisa merasakan kehidupan normal bersama dengan gadis yang dicintainya, memiliki keluarga kecil yang bahagia bersama Chiara, itu adalah impian Aaron sejak dia mengenal Chiara.
Tapi pikiran Aaron yang mengingatkan dirinya sendiri tentang bagaimana kejamnya Aldrich, dan hal buruk apa yang bisa saja terjadi pada orang-orang yang dia sayangi jika dia kehilangan kekuatannya itu membuat Aaron mendesah dengan sikap pasrah, bahkan terlihat sedikit putus asa.
Karena itu, dengan menarik nafas panjang, Aaron berusaha keras untuk menerima kenyataan, dan mulai mengalihkan pandangan matanya dari layar handphone miliknya, berusaha untuk tidak lagi berharap adanya pesan atau panggilan telepon dari Chiara untuknya, dengan cara mengambil handphone itu, membuatnya pada mode silent, dan menyimpan handphone itu dalam lacinya.
Berharap dengan melakukan itu, Aaron bisa sedikit mengurangi rasa sesak di dadanya karena rasa rindunya yang begitu besar pada Chiara.
# # # # # # #
Chiara berusaha bersikap tenang dan menahan nafasnya sebentar begitu menyadari dan melihat bagaimana pesannya yang tidak dibalas oleh Aaron semenjak 1 jam yang lalu.
Dengan matanya yang menyipit, Chiara berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa pesan yang dikirimkannya ke Aaron memang benar-benar sudah terkirim, hanya saja belum ada tanda bahwa pesan itu sudah dibaca oleh Aaron, yang artinya, Aaron pasti sudah mendarat dengan selamat dan keluar dari dalam pesawat jet pribadinya, namun belum sempat membaca pesannya.
Melihat itu, dengan menghela nafas dalam-dalam Chiara menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur sambil mengangkat handphonenya ke atas dengan kedua tangannya untuk melihat jam berapa sekarang ini.
"Sudah hampir jam 12 malam, harusnya Om Aaron sudah tiba beberapa jam lalu di Amerika. Apa Om Aaron sedang sibuk?" Chiara berkata pelan pada dirinya sendiri sambil menggerakkan tubuhnya ke samping, dengan posisi miring.
Sekilas diliriknya gantungan pakaian dorong yang tadi sore baru saja diantarkan ke kamarnya oleh Tia, dimana disana terlihat gaun pengantinnya yang tergantung rapi setelah selesai diambil dari laundry.
(Usaha laundry adalah usaha yang bergerak di bidang jasa cuci dan setrika. Laundry dapat juga diartikan sebagai kegiatan mencuci pakaian atau bahan tekstil lainnya dan juga sebagai sebuah tempat untuk mencuci pakaian atau bahan tekstil lainnya).
Melihat gaun indah yang dikenakannya di hari pernikahannya dengan Aaron, disertai tentang bayangan bagaimana hangatnya ciuman Aaron di keningnya saat wedding kiss di acara pernikahan mereka, membuat Chiara tersenyum sambil menatap ke arah gaun yang tergantung itu tanpa berkedip, dan tangannya mengelus pelan keningnya.
"Aduh... kalau begini terus aku bisa-bisa tidak tidur semalaman. Hah... sebenarnya apa yang sedang dilakukan om Aaron sekarang? Apa lebih baik aku hubungi Diego saja?" Tiba-tiba Chiara teringat akan Diego yang pergi bersama Aaron berdua.
Tapi dengan cepat Chiara langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, karena sampai sekarang cara Diego menggoda dan memandangnya masih membuatnya tidak nyaman.
Meskipun terakhir kalinya sejak dia menikah dengan Aaron, menjadi istri sah Aaron, Chiara bisa merasakan Diego tidak lagi berani menggoda dan menatapnya dengan tatapan mautnya yang membuatnya sedikit takut dan merasa terintimidasi, tapi tetap saja Chiara masih merasa tidak enak jika harus menghubungi Diego.
Akh... benar-benar membuat frustasi dan tidak tenang. Lebih baik aku tidur saja, mungkin om Aaron juga masih beristirahat setelah perjalanan jauh. Besok aku akan mengirimkan pesan lagi kepada om Aaron. Selamat malam om Aaron, mimpikan aku ya om....
Chiara berkata dalam hati sambil berusaha menenangkan pikirannya, setelah sebelumnya mencium foto profile Aaron.
Sebuah kebiasaan yang selalu dilakukannya saat dia merindukan sosok Aaron.
Setelah itu, Chiara berusaha untuk memejamkan mata sambil memikirkan kembali pernikahannya dengan Aaron beberapa hari lalu, hingga rasa kantuk menghampirinya.
# # # # # # #
Aaron duduk dengan kaki menggantung di pinggiran lantai teratas dengan matanya menatap ke arah jalanan yang ada di bawahnya, yang masih menunjukkan aktifitas cukup ramai meskipun sudah larut malam.
Dengan tarikan nafas yang berat akhirnya Aaron melihat ke arah handphone yang berada di genggaman tangannya.
Beberapa pesan dari Chiara, dari berbagai jam yang berbeda, terlihat di bagian layarnya, menunjukkan bahwa pesan-pesan itu belum dibacanya sama sekali, meskipun beberapa kata di bagian depan kalimat bisa dia baca tanpa membuka pesan itu.
Dengan gerakan ragu akhirnya Aaron mengarahkan jari telunjuknya dan mengarahkannya ke layar handphone, untuk membuka layarnya.
Apa kabar om Aaron hari ini? Apa om Aaron sudah sampai di Amerika?
Apa om Aaron masih beristirahat? Apa om masih lelah?
Semoga om Aaron sehat-sehat saja, hari ini banyak sekali tugas dari sekolah, aku akan sibuk sekali.
Kalau om Aaron sudah ada waktu, balas pesanku ya.
Apa om Aaron sibuk sekali? Aku ingin sekali menelpon om Aaron, tapi takut om Aaron masih belum ada waktu.
Kenapa om belum membalas pesanku? Apa om Aaron baik-baik saja? Apa om Aaron sakit?
Om Aaron, aku ada kegiatan reuni alumni sekolah dan diminta tolong pihak sekolah untuk membantu acaranya. Maaf kalau nanti aku tidak bisa cepat membalas pesan dari om Aaron.
Semua pesan-pesan dari Chiara itu, membuat Aaron menengadahkan kepalanya ke atas, sambil menahan nafasnya, merasakan ada rasa sesak di dadanya saat ini, karena pesan-pesan Chiara itu.
Dari pesan-pesan itu, Aaron bisa membayangkan bagaimana cerianya wajah Chiara saat menuliskan pesan itu, wajah imut yang seringkali selalu terlihat tersenyum dengan tulus kepadanya dengan tatapan mata polosnya yang menunjukkan perhatiannya tanpa dibuat-buat.
Aaron juga bisa merasakan bahwa tidak ada kemarahan, atau rasa tersinggung dari Chiara saat menuliskan pesan-pesan yang bahkan sudah lebih dari 24 jam berlalu, tapi Aaron belum membalas satupun dari pesan-pesan itu.
Bahkan baru saat Aaron membuka dan membaca pesan-pesan yang dari kata-katanya, Aaron bisa membayangkan bagaimana wajah cantik Chiara jika pesan itu diucapkan oleh bibirnya yang mungil.
Lagi-lagi dengan gerakan ragu, akhirnya Aaron mulai menuliskan pesan balasan buat Chiara.
Maaf Chiara, akhir-akhir ini aku benar-benar sangat sibuk. Untuk beberapa waktu ke depan, lebih baik kamu fokus pada pelajaranmu, karena aku juga harus fokus pada pekerjaanku di tempat ini, sehingga tidak bisa mengirimkanmu pesan atau menghubungimu. Jika ada sesuatu yang penting dan butuh bantuan, kamu bisa langsung saja menghubungi Zachary, dia akan melakukan apapun untuk dapat membantumu. Jangan hubungi aku untuk sementara waktu ini, karena ada begitu banyak hal yang harus aku selesaikan di sini, sehingga aku memerlukan konsentrasi penuh.
Aaron menuliskan pesannya dengan gerakan tangan yang sangat pelan, sambil sesekali menahan nafasnya, untuk mengurangi rasa sakit di dadanya karena menuliskan kata-kata yang sebenarnya begitu tidak ingin dia tuliskan itu.