Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MEMINTA IJIN DARI AARON



Aaron yang duduk di depan Chiara, di sebuah restoran untuk menikmati makan siang mereka berdua sebelum mereka berdua kembali sibuk dengan aktifitas mereka kembali terlihat sedang sibuk menuliskan pesan teks kepada beberapa orang bawahannya untuk memastikan kalau hari ini juga Zachary dan keluarganya pindah ke apartemen yang sudah disiapkannya, tepat berada di bawah lantai apartemen yang ditempatinya


Sejak pagi tadi, Aaron sudah sibuk melakukan koordinasi dengan Anna yang awalnya merasa bingung kenapa tiba-tiba Aaron memaksa dia dan Zachary untuk pindah ke apartemen yang biaya opersionalnya saja hampir menghabiskan setengah dari gajinya yang boleh dibilang tidak sedikit.


Tapi mendengar penjelasan Aaron tentang semua hal yang berkaitan dengan apartemen itu akan menjadi tanggung jawab perusahaan, dan juga seribu satu alasan yang disampaikan Aaron tentang alasan kenapa dia melakukan itu, pada akhirnya Anna tidak bisa menolak permintaan Aaron.


Dan yang pasti seribu satu alasan yang disampaikan Aaron, tidak menyinggung sama sekali masalah kekuatan Zachary yang sementara ini sangat dibutuhkan oleh Aaron untuk membantu dia dan Chiara melakukan hal paling intim tanpa Aaron perlu takut kekuatanya tidak terkendali.


Ingatan Aaron tentang apa yang dikatakan Chiara tentang kepergian tamu bulanannya, yang kembali dia ingatkan tadi pagi kepada Chiara, membuat Aaron begitu bersemangat dan tidak sabar menunggu datangnya malam ini.


"Oke kalau begitu, kamu harus tetap cukup istirahat agar cepat pulih. Sampai besok ya." Chiara berkata sebelum akhirnya menutup pembicaraan melalui telepon dengan Revina.


"Semoga kondisi Om Raksa cepat membaik." Perkataan dari Aaron yang memang menunjukkan kalau dia mendengar semua pembicaraan antara Chiara dan Revina meskipun hanya melalui panggilan telepon membuat Chiara tersenyum tipis.


Setelah beberapa waktu ini bersama Aaron yang sudah menceritakan tentang dirinya dengan kekuatan supernya, membuat Chiara tidak kaget lagi saat Aaron menunjukkan hal seperti itu.


"Kasihan sekali om Raksa. Dia pasti sangat kaget sampai jantungnya sedikit bermasalah kemarin setelah mereka melakukan pembicaraan tentang puluhan miliar uang yang hilang itu. Tapi untungnya kondisi om Raksa tidak parah dan sudah keluar dari ruang ICU. Sekarang sedang diarawat di kamar inap rumah sakit." Chiara berkata pelan sambil mengambil gelas berisi jus alpukat yang ada di depannya, yang baru saja diantar ke meja mereka ketika dia masih melakukan panggilan telepon dengan Revina tadi.


"Kata Revina, kalau kondisinya sudah jauh lebih baik, besok lusa dia boleh keluar dari rumah sakit." Chiara berkata sambil menahan nafasnya sebentar.


"Eh... Om Aaron...." Tiba-tiba Chiara seperti teringat sesuatu yang penting, langsung memanggil Aaron sambil mendekatkan tubuhnya hingga bagian atas perutnya bersentuhan dengan pinggiran meja yang memisahkan antara dia dan Aaron.


"Ya?" Aaron yang awalnya sudah meraih sendok di tangannya bersiap untuk makan, menghentikan gerakan tangannya, dan memandang ke arah Chiara.


"Apa yang mau kamu minta dariku?" Aaron bertanya sambil tersenyum, bagi Aaron, rasanya di dunia ini tidak ada hal yang bisa dia tolak jika yang memintanya adalah istri yang sangat dicintainya yang sedang duduk tepat di depannya dengan wajah manisnya.


"Aku tahu mungkin ini akan terdengar lancang Om, karena selama ini semua kebutuhanku sejak menikah, semua Om Aaron yang sudah memenuhinya...." Chiara menghentikan bicaranya sambil menarik nafas panjang, membuat Aaron sedikit tersenyum geli.


"Bukannya itu sudah menjadi kewajibanku sebagai suamimu?" Aaron langsung menanggapi perkataan Chiara, sambil mulai menebak apa yang hendak diminta Chiara darinya.


"Apa kamu berencana meminta bantuanku untuk biaya pengobatan Revina dan om Raksa?" Mata Chiara langsung terbeliak mendengar pertanyaan Aaron yang begitu tepat sasaran.


Meskipun Aaron bisa mendengar seluruh pembicaraan antara dirinya dan Revina, tapi Chiara dan Revina bahkan tidak membicarakan masalah biaya sama sekali, meskipun Revina sempat menceritakan bagaimana papanya yang langsung pingsan setelah mendengar kalau mereka sudah meeminjam uang dengan jaminan sertifikat rumah milik orangtua Chiara, dan juga tabungan yang habis karena membeli perabotan mewah untuk mengisi apartemen, namun hilang tidak berbekas.


"Bagaimana Om Aaron bisa tahu.... Auw...." Chiara langsung terpekik pelan begitu Aaron mencubit pelan pipinya.


"Apa yang kamu pikirkan tentang itu? Kenapa kamu merasa takut untuk meminta padaku hal sekecil itu? Makanlah sekarang, kalau tidak mau telambat menghadiri meeting di hotelmu." Aaron berkata sambil melanjutkan makannya, seolah tidak mendengar apapun dari Chiara barusan.


“Om Aaron….” Dengan suara pelan dan terdengar manja, Chiara kembali memanggil nama Aaron yang langsung memandangnya sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.


“Hmmm….” Aaron sengaja menjawab panggilan Chiara dengan suara gumaman pelan sambil tersenyum melihat wajah bingung dari Chiara.


“Om Aaron… Mereka benar-benar tidak memiliki uang sekarang. Sebenarnya, aku tidak meminta Om Aaron yang membayar semua biaya rumah sakit itu. Aku hanya ingin meminta ijin Om Aaron untuk membayar biaya pengobatan mereka dengan uang tabunganku. Selama dua tahun ini seluruh uang bulanan dari perusahaan papa belum pernah aku gunakan sama sekali. Selain itu aku masih memiliki uang yang diberikan oleh om Raksa ketika kita menikah….”


“Makanlah sekarang dengan tenang, dan simpan uangmu dengan baik, karena aku tidak mengijinkan kamu memakainya sepeserpun untuk kepentingan orang lain..” Aaron langsung memutus perkataan Chiara yang sedikit mengernyitkan dahinya mendengar perintah dari Aaron dengan nada tegas, tanpa senyum sedikitpun di wajahnya.