Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
QUE SERA, SERA



“Om Aaron…. Yang benar? Om Aaron tidak akan kembali ke Amerika?” Suara teriakan dari Chiara membuat yang lain langsung menoleh ke arah Chiara.


Wajah Chiara terlihat begitu bahagia mendengar kata-kata bahwa Aaron tidak akan kembali lagi ke Amerika, sehingga membuatnya tanpa sadar langsung berteriak untuk meyakinkan diri bahwa dia tidak sedang salah dengar.


Bahkan jika saja dia tidak ingat ada Johnson dan Sarah disana, juga Zachary, rasanya Chiara ingin berlari ke arah Aaron dan memeluk dengan erat tubuh suami tercintanya itu.


Dan bagi mereka semua yang ada di ruangan itu, sikap Chiara tidaklah mengherankan, mengingat dinginnya sikap Aaron yang bahkan sejak dua hari setelah pernikahan mereka, dengan sikap dingin Aaron langsung terbang ke Amerika dan memutuskan tinggal di sana selama 4 tahun.


“Aaron, lihat, istrimu sampai berteriak histeris begitu. Makanya kamu jangan pergi lagi ke Amerika seperti yang kamu katakan barusan. Tinggal saja di sini. Apa sih yang tidak bisa diatur di jaman digital seperti ini? Lagipula mama paling tidka setuju kalau orang yang sudah menikah, tinggal saling berjauhan dalam waktu lama. Tidak sehat untuk pernikahan kalian berdua. Namanya suami istri, harus banyak menghabiskan waktu yang berkualitas berdua, agar semakin kompak dan semakin saling mengenal satu sama lain.” Perkataan Sarah membuat wajah Chiara semakin berbinar cerah dengan tatapan masih tidalk percaya.


“Om Aaron… apa benar Om Aaron tidak akan kembali lagi ke Amerika? Akan disini untuk seterusnya?” Chiara bertanya dengan mata menatap lurus ke arah Aaron, yang langsung menganggukkan kepalanya, untuk meyakinkan Chiara.


“Aku akan tinggal di sini,meskpun sesekali aku akan pergi sebentar utnuk mengunjungi kantor di Amerika dan memeriksa pekerjaan di sana. Tapi kantor pusatku akan aku kembalikan di Indonesia.” Aaron berkata dengan suara tenang, seolah tidak terjadi apa-apa, padahal di dalam sana, dadanya sudah bergejolak hebat karena membayangkan mulai sekarang dia akan tinggal bersama dengan Chiara dalam satu apartemen.


Dan bukan hanya itu saja, karena niat Sarah barusan, bukan hanya tinggal satu apartemen, tapi Aaron harus bersiap untuk malam ini, tidur dalam satu kamar dengan Chaira kalau tidak ingin membuat kedua orangtuanya marah dan menyidang mereka kalau sampai mereka tahu Chiara dan dia tidak tidur dalam satu kamar yang sama sejak meerka berdua menikah.


Ditambah lagi kemarahan itu pastinya bukan datang dari seorang Sarah saja, tapi juga dari Johnson, yang orangnya dikenal keras dan tidak pandang bulu saat menegur orang yang bersalah.


Wahh…. Om Aaron tidak akan kembali lagi ke Amerika? Aduh, apa aku sedang bermimpi?  Apa benar seperti itu? Akh… aku benar-benar tidak percaya!


Chiara berkata sambil dima-diam mencubit lengan tangannya sendiri tanpa diketahui oleh orang lain, sehingga begitu merasakan sakit, dengan sekuat tenaga Chiara menahan dirinya untuk tidak terpekik apalagi berteriak kesakitan, dengan cara menggigit bagian bawah bibirnya.


Nona Chiara terlihat lucu sekali sampai mencubit dirinya sendiri karena tidak percaya dnegna perkataan pak Aaron. Nona Chiara terlihat bahagia sekali mendengar pak Aaron mengatakan kalau tidak akan kembali lagi ke Amerika. Hah… senangnya melihat mereka. Melihat mereka seolah rasa lelahku karena semua tugas yang diberikan oleh pak Aaron, terbayar lunas dengan melihat mereka bahagia. Semoga setelah ini mereka berdua benar-benar menjalani pernikahan yang sebenarnya, bukan sekedar pernikahan di atas kertas seperti yang tertulis dalam surat perjanjian itu.


Zachary, satu-satunya orang yang sempat melihat tindakan konyol Chiara dengan mencubit dirinya sendiri membuat laki-laki tampan asisten pribadi Aaron itu berusaha menahan senyum gelinya.


Setelah hampir dua tahun Zachary dengan setia mengajarkan banyak hal pada Chiara, mau tidak mau hubungan mereka menjadi dekat, apalagi anak perempuan Zachary maupun istri Zachary juga menyukai sifat ceria dan ramah Chiara.


“Itu keputusan bijaksana Aaron. Mama harap kalian berdua bisa lebih bahagia sekarang karena tidak lagi terpisah oleh jarak dan perbedaan waktu.” Kata-kata Saeah berhasil membuat wajah Chiara kembali memerah.


“Kalau begitu, aku akan segera hubungi Grayson, dan mengatakan kalau beberapa hari ini aku dan papanya akan menginap di apartemen ini. Aku juga akan memintanya untuk mengaturkan orang mengantarkan beberapa pakaian dan kebutuhan pribadi kami yang lain malam ini juga.” Perkataan Sarah membuat wajah Chiara kembali terlihat bingung.


“Ma… bagaimana kalau Mama menginapnya besok saja biar aku dan om Aaron ada waktu untuk menyiapkan kamar untuk Mama. Biar kami beres-beres terlebih dahulu….” Chiara mencoba melakukan negosiasi dengan Sarah sebisa mungkin, karena tidak dilihatnya Aaron berniat mengatakn apapun pada Sarah.


Meski hanya menundanya selama sehari, Chiara ingin agar Sarah membatalkan niatnya untuk menginap malam ini.


Chiara berharap malam ini ada waktu bagi Chiara untuk menemukan cara lain untuk menunda bahkan membatalkan niat Sarah untuk menginap di sini.


“Aist… apalagi yang perlu dipersiapkan Chiara? Kamar tamu di apartemen ini pasti juga dibersihkan oleh bu Ida dan Tia meskipun tidak digunakan. Tidak mungkin dibiarkan kotor bergitu saja. Untuk masalah pakaian dan lain-lain, kan sudah mama bilang, semua akan diselesaikan oleh asisten rumah tangga di sana. Eh, Zachary… kamu bisa bantu untuk mengecek tugasku kepada asisten rumah tangga di rumahkan?” Tanpa perduli dengan perkataan Chiara, Sarah justru meminta Zachary untuk memastikan bahwa malam ini apa yang diperintahkan Sarah bisa dilaksanakan.


“Siap Bu Sarah. Saya akan pastikan semuanya beres malam ini.” Jawaban Zachary hampir saja membuat Chiara melotot, tapi karena Sarah langsung menatap ke arahnya, Chiara hanya bisa meringis, sambil melirik ke arah Aaron yang wajahnya terlihat tetap tenang, tanpa ekspresi, membuat Chiara sedikit menahan nafasnya.


Hadeh… om Aaronpun tetap diam... bagaimana dong nasibku malam ini? Kalau begitu que sera, sera saja daripada aku pusing memikirkannya.


Chiara berkata dalam hati dengan sikap pasrah, dan memutuskan untuk menunggu apa yang akan dilakukan Aaron malam ini terhadap keputusan Sarah dan Johnson untuk menginap.


(Que sera sera merupakan sebuah kutipan dari sebuah lagu yang seringkali dijadikan ungkapan oleh orang lain untuk menunjukkan apa yang terjadi padanya saat ini. Que Sera, Sera (Whatever Will Be, Will Be) dirilis pada tahun 1956. Lagu "Que Sera, Sera (Whatever Will Be, Will Be) menceritakan tentang orang yang bertanya pada orang di sekitarnya terkait masa depan dan mendapat jawaban sama (apa yang akan terjadi maka terjadi).


Pesan moral dari lagu ini, ibu yang mengajari anaknya hal yang sama, bahwa masa depan biarlah menjadi masa depan. Jangan terlalu memikirkan bagaimana masa depanmu kelak. Akan tetapi, ukirlah masamu yang sekarang. Lagu ini menjadi lagu ungkapan perasaan, keingintahuan dan rasa cemas akan masa depan).


Tanpa perduli, dengan wajah bingung sekaligus bercampur dengan sikap pasrah Chiara, Sarah segera menghubungi Grayson, dan menyampaikan apa yang sudah direncanakannya malam ini.