
"Aku mendukung ide bu Sarah bukan karena dia adalah nyonya besar di keluarga Malverich untuk saat ini. Tapi karena aku melihat memang sudah waktunya untuk nona Chiara dan pak Aaron, saling jujur dengan perasaan mereka, dan mulai menjalani pernikahan mereka secara normal." Zachary berkata dengan nada suara terdengar pelan.
"Tapi aku tidak yakin apa semua akan berjalan lancar antara pak Aaron dan nona Chiara, seperti yang kita semua harapkan." Zachary kembali berkata sambil menghela nafasnya.
"Kalau dari ceritamu, sebenarnya sudah jelas sekali kalau pak Aaron begitu mencintai nona Chiara. Dan tidak mungkin seorang laki-laki bisa menahan nafsunya jika berada di dekat wanita yang dicintainya, dengan kondisi yang sudah disiapkan seperti mereka saat ini. Aku yakin, sebagai pria normal, pak Aaron tidak akan bisa menahan dirinya." Anna berkata sambil tertawa kecil, sambil melihat putri kecilnya yang sedang bermain bersama beberapa ekor kelinci hias jenis flemish giant, kelinci himalaya, dan juga kelinci holland lop yang tampak menggemaskan bagi Lila.
(Flemish Giant adalah jenis kelinci hias bertubuh besar dan berat. Beratnya bisa mencapai 15 kg atau lebih. Namun, telinganya tidak sepanjang English Lop. Kelinci raksasa ini mulai dibudidayakan sejak awal abad ke-16, yang ditemukan di Belgia. Awalnya kelinci Flemish Giant dibudidayakan untuk dikonsumsi karena ukurannya yang besar. Harga Flemish Giant cukup fantantis karena mampu mencapai Rp 10 juta.
Untuk kelinci himalaya juga sering disebut kelinci cina atau kelinci rusia. Warnanya dominan putih dengan warna gelap di sekitar hidung, telinga, ekor, dan kaki. Karena sulit dibudidaya, kelinci Himalaya dijual cukup mahal di pasaran. Harga paling mahal biasanya mencapai Rp 4 juta. Pasalnya, saat dikawinkan, kelinci Himalaya biasanya hanya mampu melahirkan 2 hingga 6 ekor saja. Harganya yang mahal juga sepadan dengan warna matanya yang unik, yaitu berwarna merah atau pink. Tidak heran jika kelinci ini termasuk salah satu jenis kelinci hias yang banyak digemari.
Kelinci Holland Lop juga banyak digemari oleh banyak orang. Jenis kelinci hias ini merupakan persilangan antara English Lop, French Lop dan Netherland Dwarf. Ciri khas dari Holland Lop adalah tubuhnya yang mungil yang merupakan turunan dari Netherland Dwarf. Alhasil, kelinci ini juga kerap disebut Holland Dwarf. Ciri lainnya adalah kaki yang pendek, kepala bulat, dan hidung pesek serta telinga yang panjang. Harga Netherland Dwarf dewasa ditaksir dijual Rp 3 hingga 4 juta per ekornya).
# # # # # # #
“Om Aaron….” Akhirnya Chiara memberanikan diri untuk memanggil nama Aaron kembali, sambil melongokkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.
“Ya. Kenapa?” Aaron langsung bergerak cepat ke arah pintu kamar mandi.
Chiara yang beberapa waktu ini sudah mulai terbiasa dengan gerakan Aaron yang super cepat itu, langsung menyungingkan senyum di bibirnya.
“Om, aku malu kalau harus keluar dengan mengenakan pakaian seperti ini. Bisa minta tolong Om Aaron menutup mata Om, dan Om Aaron hanya boleh membukanya kalau sudah mendengar aba-aba dari aku. Bagaimana?” Mendengar permintaan aneh Chiara, Aaron hanya bisa menahan senyum gelinya, sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Karena Aaron sendiri tidak ingin menunda-nunda waktu untuk Chiara keluar dari kamar mandi kalau tidak ingin membuat Chiara jatuh sakit karena kedinginan di sana.
“Oke, janji ya Om. Aku akan hitung satu sampai tiga. Pada hitungan ketiga, Om Aaron harus menutup mata Om Aaron dengan rapat ya. Jangan mengintip....” Lagi-lagi, Aaron langsung menganggukkan kepalanya tanpa banyak bertanya.
“Terimakasih ya Om. Aku hitung sekarang….”
“Dua….”
“Tiga….”
Begitu sampai hitungan ketiga, dengan cepat Chiara berlari keluar dari kamar mandi, kea rah tempat tidur, dan langsung bersembunyi di balik selimut tebal yang ada di atas tempat tidur.
“Sudah Om Aaron. Om Aaron sudah boleh membuka mata Om Aaron kembali.” Perkataan dari Chiara membuat Aaron langsung membuka matanya kembali, karena dia sendiri merasa penasaran apa yang dilakukan oleh Chiara setelah keluar dari kamar mandi, dengan mengenakan pakaian haram di tubuhnya itu.
Begitu mata Aaron sudah terbuka kembali, laki-laki tampan itu langsung tersenyum melihat bagaimana Chiara yang berbaring di tempat tidur, dengan menggulung tubuhnya dengan selimut tebal sampai sebatas leher, membuatnya jadi seperti kepompong raksasa.
“Om Aaron dilarang menertawakan Chiara!” Chiara langsung berkata dengan nada protes begitu melihat senyum geli yang tersungging di wajah Aaron.
“Eh, tidak kok…. Kalau begitu aku mandi dulu ya.” Aaron langsung berusaha menghindari kekesalan Chiara, dengan alasan mandi.
Saat Aaron sudah berada di kamar mandi dan menutup rapat pintunya, dengan cepat, Chiara membuka selimut yang menggulung tubuhnya, dan berlari ke arah walk in closet, berniat mengambil salah satu celana boxer milik Aaron.
Beberapa saat Chiara tampak termenung sambil melihat-lihat ke arah lemari berisi celana boxer dengan berbagai pilihan warna dan bahan, tapi yang pasti, bukanlah untuk ukuran tubuh Chiara.
"Aduh, kenapa aku lupa membawa cemiti seperti kapan hari? Kalau tanpa cemiti, mana bisa aku memakai celana boxer ukuran tubuh om Aaron ini? Pasti melorot lah..." Chiara berkata sambil memegang erat bagian pinggang salah satu celana boxer yang tadi diambilnya dari gantungan pakaian di depannya, dan sekarang sedang dikenakannya.
"Lho Chiara.... sedang apa kamu di sini...." Aaron yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut di kepalanya dengan handuk kecil, langsung menghentikan kata-katanya, karena pemandangan sosok Chiara dengan lingerie juga celana boxer miliknya yang dikenakan oleh Chiara.
Karena rasa kagetnya mendengar sapaan Aaron tadi, tanpa sengaja Chiara justru melepaskan pegangan tangannya pada celana boxer milik Aaron yang dikenakannya, membuat celana itu langsung melorot dan jatuhke lantai, sehingga tubuh Chiara dengan balutan lingerie berwarna putih dengan bahan yang menerawang itu langsung terpampang dengan jelas di depan mata Aaron saat ini.