
Dengan sigap bu Ida segera bergerak cepat ke arah pintu kamar Chiara, dan membukakan pintu kamar itu untuk Aaron.
Setelah Aaron masuk ke dalam, dengan sangat pelan dan hati-hati, bu Ida menutup kembali pintu kamar itu.
Dengan gerakan begitu lembut, Aaron membaringkan tubuh Chiara ke atas tempat tidur, menarik selimut yang ada di bawah kakinya dan menutupi tubuh Chiara dengan selimut sampai sebatas leher.
Aaron masih dalam posisi berlutut di atas tempat tidur Chiara dengan salah satu kakinya ketika tiba-tiba saja Chiara menggerakkan tangannya dan memegang pergelangan tangan Aaron dengan sangat erat.
"Om... Om Aaron...."
"Iya, aku di sini Chiara...." Aaron menjawab pelan panggilan Chiara.
Tapi begitu melihat Chiara tidak bereaksi, justru melepaskan kembali pergelangan tangan Aaron, Aaron hanya bisa menarik nafas panjang, menyadari kalau Chiara hanya sedang mengalami somniloquv barusan, memanggil namanya dalam mimpinya dalam kondisi tidak sadar.
(Mengigau, atau dalam bahasa medis biasa disebut dengan somniloquy, adalah gejala yang terjadi saat kondisi seseorang setengah sadar, yang membuat orang berbicara saat tidur, namun tidak menyadarinya. Meskipun tidak termasuk sebagai sebagai masalah kesehatan, kondisi ini bisa menganggu orang yang mendengarnya. Mengigau bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak.
Mengigau saat tidur sebenarnya adalah yang wajar. Namun, mengigau terlalu sering merupakan gangguan mimpi saat tidur yang disebabkan karena adanya masalah pada fungsi otak Anda. Kondisi ini disebut dengan Rapid Eye Movemenet (REM) sleep behaviour disorder.
Memang sedikit orang mengigau berat yang memiliki gangguan psikologis., namun yang pasti ketika mengigau berarti sebenarnya ada hal yang sedang dipikirkan sebelum beranjak tidur).
Aaron yang menyadari itu hanya sebuah kejadian somniloquv, tersenyum kecil sambil menggerakkan tubuhnya, berniat menjauh dan kembali ke kamarnya.
"Aku sangat merindukanmu Om Aaron...." Tiba-tiba bibir mungil itu mengucapkan kata-kata yang membuat mata amber Aaron langsung terbeliak, tidak menyangka kalau Chiara akan mengucapkan hal seperti itu padanya, meski hanya dalam mimpinya, tapi Aaron tahu itu adalah ungkapan hati Chiara yang sebenarnya.
Dengan perlahan-lahan, Aaron kembali membungkukkan tubuhnya, mendekatkan kepalanya ke arah wajah Chiara.
"Aku juga sangat merindukanmu my little girl. Bahkan aku merasa seperti sedang di padang gurun tanpa air, tanpa harapan, seolah aku sudah mendekati ajalku, karena begitu merindukanmu." Aaron berbisik pelan dan mendaratkan sebuah ciuman mesra di kening Chiara.
Aaron buru-buru menjauhkan wajahnya dari wajah Chiara begitu dilihatnya bibisr mungil Chiara yang menyungingkan sebuah senyuman manis setelah dia mencium kening Chiara.
“Nikmati tidurmu malam ini Chiara. Semoga mimpi indah.” Aaron kembali berbisik pelan, mengelus pipi Chiara dengan gerakan begitu pelan menggunakan buku-buku jari telunjuknya, sebelum akhirnya dia bergerak turun dari tempat tidur Chiara, mematikan lampu utama, dan menggantikannya dengan lampu tidur agar Chiara bisa tidur dengan nyaman.
(Bagi sebagian orang, menempatkan lampu tidur di dalam kamar adalah sebagai penerang ruangan atau dekorasi untuk mempercantik tampilan kamar
Namun, sebenarnya manfaat lampu tidur tidak terbatas sebagai penerang ruangan dan dekorasi kamar saja.
Saat menggunakan lampu tidur, kamar tidur akan diselimuti cahaya remang yang membuat tubuh lebih santai dan rileks. Sehingga membuat kualitas tidur akan meningkat dan saat terbangun di pagi hari oang akan merasa lebih segar.
Di dalam tubuh terdapat berbagai macam hormon yang memiliki fungsinya masing-masing. Salah satunya adalah hormon melatonin yang berfungsi menciptakan rasa kantuk, menjaga kesehatan sel, dan melancarkan peredaran darah. Produksi melatonin di dalam tubuh hanya akan terjadi jika tubuh tidak terpapar cahaya di malam hari. Dengan menggunakan lampu tidur dapat membantu untuk meminimalisir cahaya dan memicu produksi hormon melatonin.
Selain itu tidur dengan lampu menyala dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti kanker, obesitas, hingga penyakit mental seperti depresi. Paparan cahaya yang berlebihanlah penyebabnya. Dengan menggunakan lampu tidur dapat mengurangi paparan cahaya yang diterima tubuh pada malam hari).
Dengan gerakan pelan dan hati-hati, Aaron menutup pintu kamar Chiara, setelah sebelumnya mengintip dari balik pintu, memastikan Chiara masih tertidur dengan nyenyak sebelum akhirnya Aaron memutuskan agar dia segera kembali ke kamarnya, dan berniat menghubungi Zachary malam ini juga.
# # # # # # #
"Batalkan penerbanganku ke Amerika besok pagi." Perintah dari Aaron membuat Zachary yang malam ini menerima panggilan telepon dari Aaron dengan wajah masih mengantuk langsung membeliakkan matanya karena kaget.
Namun di sisi lain, Zachary ikut merasa senang dengan keputusan mendadak dari Aaron kali ini meski itu artinya akan sedikit merepotkannya.
"Baik Pak Aaron. Apakah jadwal yang baru sudah ada Pak? Kapan Pak Aaron akan kembali ke Amerika? Saya akan konfirmasi reschedule rencana Pak Aaron kepada pihak bandara." Zachary bertanya dengan sedikit berharap kalau Aaron akan memutuskan tinggal lebih lama lagi.
"Aku belum memastikannya. Mungkin 2-3 hari lagi, aku akan memberikan keputusan kapan aku akan kembali ke Amerika. Untuk sementara ini, batalkan saja jadwal penerbangan pesawat jet pribadiku besok pagi." Kata-kata Aaron membuat Zachary menahan nafasnya sebentar.
Kenapa tiba-tiba pak Aaron membatalkan rencana penerbangannya ke Amerika? Padahal rencananya malam ini pak Aaron datang, dan akan langsung kembali besok pagi-pagi sekali. Nona Chiara pasti akan sangat senang jika tahu pak Aaron membatalkan penerbangannya besok pagi.
Zachary berkata dalam hati sambil tersenyum, dan mulai berniat menghubungi pihak bandara untuk melakukan konfirmasi perubahan jadwal penerbangan Aaron, yang dengan begitu tiba-tiba membatalkan penerbangannya, kembali ke Amerika.