Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
GALAUNYA KELUARGA REVINA



"Masuk saja. Niatmu hanya ingin melihat keadaannya dan memberinya support di saat-saat terberatnya. Kalau dia tidak mau perhatian darimu, itu keputusan dia. Yang penting hatimu tulus." Aaron memberikan nasehat pada Chiara yang langsung membuat Chiara memandang ke arah Aaron dengan tatapan kagum sekaligus terpesona.


Om Aaronku memang yang terbaik dalam segala hal, termasuk dengan kata-kata bijaknya. Benar-benar laki-laki paling sempurna dengan sejuta pesona yang pernah aku temui... membuatku semakin jatuh cinta padanya....


Chiara berkata dalam hati sambil menatap Aaron tanpa berkedip.


"Ehem...." Tindakan Chiara spontan membuat Aaron berdehem pelan, merasa malu sekaligus besar kepala, melihat bagaimana cara Chiara menatapnya seperti itu.


"Jangan diteruskan menatapku seperti itu, nanti rambutku rontok karena matamu lama-lama bisa mengeluarkan laser." Aaron berbisik pelan ke arah Chiara yang reflek mengalihkan pandangan matanya dari wajah Aaron dengan semburat merah memenuhi wajahnya.


"Masuklan.... Aku akan menunggu di luar, supaya mereka tidak merasa canggung." Dengan suara pelan Aaron berkata, meminta Chiara untuk masuk sendirian ke dalam karena posisinya sebagai suami Chiara, bagi Aaron adalah orang luar bagi keluarga Mona.


Mendengar perkataan Aaron, Chiara langsung menganggukkan kepala tanda setuju.


Dengan gerakan cepat, Aaron membantu Chiara membuka pintu kamar tempat Revina dirawat, membiarkan Chiara masuk ke dalam, setelah itu Aaron menutup kembali pintu itu dan memilih untuk kembali duduk di kursi yang ada di depan ruang rawat inap itu.


Meskipun Aaron memutuskan untuk tidak ikut masuk ke dalam kamar, tapi telinga supernya segera bekerja untuk bisa mendengar apa yang terjadi di dalam selanjutnya.


Walaupun Aaron tidak mengikuti Chiara, bukan berarti dia tidak bersikap siaga terhadap apa yang bisa terjadi di dalam.


Kalaupun terjadi sesuatu yang buruk terhadap Chiara, karena Aaron juga sudah memasang telinganya, Aaron akan segera tahu dan bisa dengan cepat masuk untuk membantu Chiara jika istrinya itu berada dalam kesulitan.


Setelah beberapa tahun selalu mengamati kehidupan Chiara sebelum mereka menikah, Aaron seringkali mendengar bagaimana Mona yang sudak berbicara dengan cara berteriak kepada Chiara, dan juga Revina yang seringkali menghina Chiara, sehingga setelah menikah dengan Chiara, Aaron bertekad untuk tidak akan lagi membiarkan seorangpun berteriak apalagi menghina Chiara seperti itu lagi.


Ketika Chiara melangkah masuk ke dalam kamar, yang dilihatnya adalah sosok Mona yang duduk di kursi yang ada di samping tempat berbaring Revina, sedang Raksa berdiri tepat di pinggiran tempat tidur rumah sakit Revina.


Wajah Mona masih menunjukkan rasa marah, kecewa dan juga dendam yang terlihat begitu jelas memenuhi raut wajahnya.


Raksa tampak berdiri di samping tempat dimana Revina masih terbaring lemah, dengan posisi miring dan meringkuk sambil menangis tanpa henti sejak dia tersadar dari pingsannya dan mengingat semua yang sudah terjadi padanya.


Chiara hanya bisa menahan nafasnya karena baginya, saat ini wajah Raksa terlihat jauh lebih tua dari yang biasa dilihat oleh Chiara.


Sepertinya karena beban berat, seseorang bisa dengan cepat terlihat jauh lebih tua. Kasihan sekali om Raksa, dia pasti kecewa dan sedih, juga marah karena peristiwa yang menimpa Revina.


Dan yang pasti, Chiara bisa melihat wajah malu yang begitu dalam di wajah Raksa, meskipun dia tetap berusaha untuk menghibur dan menenangkan Revina dengan sentuhan lembutnya sebagai seorang ayah yang meskipun saat ini sangat marah, harus tetap melindungi Revina, karena bagaimanapun Revina adalah anak kandungnya.


Bahkan satu-satunya anak yang dimiliki oleh Raksa yang meski sudah melakukan hal yang mengecewakannya, tapi sebagai seorang ayah tetap saja tidak tega melihat bagaimana nasib buruk menimpa putri tunggalnya itu.


Suara pintu dibuka membuat mau tidak mau Raksa memandang ke arah pintu, sedang Mona dan Revina masih sibuk dengan dirinya sendiri sehingga tidak memperhatikan kehadiran Chiara.


“Masuklah Chiara….” Raksa berkata lirih.


Revina yang mendengar papanya menyebutkan nama Chiara, sedikit menggerakkan kepalanya dan memandang ke arah Chiara dengan tatapan sayu dan memelas, tidak seperti biasanya, selalu memandang Chiara dengan tatapan iri sekaligus meremehkan.


“Revina… apa kamu baik-baik saja?” Dengan ragu Chiara melangkah mendekat ke arah Revina yang masih menatapnya.


“Chiara….” Tanpa disangka-sangka oleh Chiara, tiba-tiba saja Revina menggerakkan tangannya, meraih tubuh Chiara, menariknya sampai tubuh Chiara membungkuk di hadapan Revina, sehingga Revina bisa memeluknya dengan erat.


Begitu Revina memeluk Chiara, suara tangis Revina semakin keras, membuat Chiara memilih untuk diam dalam posisinya sekarang, karena jujur saja dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, dan bagaimana cara menenangkan tangisan Revina yang tiba-tiba semakin keras setelah memeluknya.


“Maafkan aku Chiara…” Dengan suara sangat pelan, tapi masih bisa didengar Chiara karena dia berada dalam pelukan Revina, Revina berkata kepada Chiara yang tampak semakin kaget mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Revina padanya.


Selama bertahun-tahun dia hidup bersama dengan keluarga Raksa dan Mona, juga Revina, tidak pernah sekalipun Chiara mendengar Revina mau mengucapkan kata maaf padanya, meskipun Revina berbuat salah pada Chiara.


Dan sekarang, tidak angin, tidak ada hujan, dan sebelumnya Revina juga tidak melakukan sesuatu yang buruk padanya, tiba-tiba saja sekarang Revina meminta maaf padanya, padahal dalam situasi ini, harusnya si penipu ulung, Richard, yang harus meminta maaf dan dihukum seberat-beratnya.