Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
BERUSAHA MENGENDALIKAN DIRI



"Ting!" Suara dari lift yang menunjukkan kalau mereka sudah sampai dan juga pintu lift mulai terbuka, membuat Chiara menarik nafas lega, dan tanpa sadar, mendorong tubuh Aaron, dengan kedua tangannya menempel di dada Aaron.


Sial! ternyata dada om Aaron benar-benar bidang dan atletis.


Chiara berteriak dalam hati dan buru-buru menarik kedua telapak tangannya dari dada Aaron, sebelum gerakan tangannya yang mendorong dada Aaron berubah menjadi gerakan mengelus dan mengagumi dada itu.


"Maaf Om Aaron, aku harus ke kamar mandi sekarang, sudah tidak tahan lagi." Chiara berkata cepat dan langsung berlari ke arah pintu masuk apartemen, membiarkan Aaron terdiam di dalam lift sambil mengernyitkan dahinya, lalu tersenyum geli.


My little girl, kamu benar-benar selalu bertindak sembarangan dan tidak terduga.


Aaron berkata sambil melangkah keluar dari lift, melihat ke arah pintu apartemen dimana Chiara sudah masuk lebih dahulu.


Brandon... anak itu sepertinya orang yang tidak mudah menyerah. Om? Sembarangan saja dia memanggilku om. Memangnya aku ini omnya? Hah... benar-benar menyebalkan orang seperti dia yang sok akrab dan sok kenal. Mulai sekarang aku harus benar-benar tidak membiarkan Chiara pergi sendirian terutama di sekitar apartemen, agar tidak perlu bertemu dengan anak itu.


Aaron berkata dalam hati sambil meletakkan kelima jari tangan kanannya untuk membuka kunci pintu apartemennya, yang bisa dibuka melalui sidik jarinya atau memencet beberapa angka yang merupakan tanggal pernikahannya dengan Chiara.


Apa aku perlu mencari cara agar Brandon dan sepupunya itu keluar dari apartemen ini? Tapi kalau aku melakukan itu, aku jadi terlihat kekanak-kanakan sekali. Zachary pasti akan menertawakanku kalau aku memberinya perintah seperti itu...


Aaron kembali berkata dalam hati, sambil memegang handle pintu apartemen, bersiap untuk membukanya, ketika didengarnya suara lift pribadinya terbuka.


"Lho, kamu baru darimana Aaron? Kok keluar sendirian? Mana Chiara?" Sarah dan Johnson yang baru saja datang langsung menyapa Aaron yang sedang menoleh ke arah mereka berdua yang baru saja keluar dari lift.


"Sudah masuk duluan Ma. Mau ke kamar mandi." Aaron berkata sambil membukakan pintu apartemen, membiarkan kedua orangtuanya masuk terlebih dahulu, baru dia ikut masuk dan menutup pintu.


"Hah... rasannya lelah sekali." Sarah berkata sambil melepas sepatu high heels yang dikenakannya.


"Jangan bicara seperti itu. Siapa tadi yang ingin segera pergi dari acara, agar tidak terlalu malam pulan ke sini. Padahal temapt acara tadi lebih dekat dengan rumah kita...."


"Iya, tapi kamu belum membantu Chiara belajar mengatur rumah. Bu Ida juga belum kembali kesini. Kasihan Chiara."


"Nah kan...."


Melihat Sarah dan Johnson yang saling menuduh siapa yang sebenarnya ingin menginap di apartemen Aaron.


"Lho, Mama dan Papa sudah pulang?" Suara ceria Chiara yang baru menyelesaikan urusannya di kamar mandi, membuat Johnson maupun Sarah langsung menghentikan perkataan mereka, dan menoleh ke arah Chiara, dengan senyum di wajah mereka, membuat Aaron yang memperhatikan tingkah mereka jadi ikut tersenyum.


"Tentu saja karena papamu sudah ribut ingin segera kembali ke apartemen. Kangen mungkin dengan anak dan menantunya." Meskipun Sarah mengatakan hal itu sambil tersenyum menggoda, tapi Johnson memilih diam, karena mau tidak mau, dalam hati dia memang harus mengakui kalau dia memang merindukan suasana hangat karena keberadaan Chiara, apalagi anak sulungnya yang begitu jarang menghubunginya, pulang dari Amerika.


Eh, tapi ngomong-ngomong, kenapa Chiara keluar dari kamar itu ya? Bukannya di kamar mereka juga ada kamar mandi? Kenapa sih sampai sekarang aku masih merasa ragu dengan pernikahan mereka berdua? Aku harus benar-benar mengawasi mereka berdua. Dan kalau memang pernikahan mereka bermasalah, aku harus segera memanggil mereka berdua dan membantu menyelesaikan masalah mereka. Aku tidak akan rela jika mereka harus berpisah. Aku akan menjadi orang pertama yang akan memprotes itu.


Sarah berkata dalam hati sambil memandang ke arah Chiara yang tidak sadar tadi sudah menggunakan kamar mandi di kamarnya karena kebiasaan.


"Darimana Chiara? Kok Aaron ditinggal sendirian di luar? Anak mama ini tampannya pakai banget, hati-hati diambil orang lho kalau sering-sering kamu tinggal sendirian." Sarah langsung menggoda Chiara yang justru langsung mendekat ke arah mereka, dan mengambil posisi di dekat samping Aaron.


"Bukannya anak Mama yang super tampan ini yang seringnya meninggalkan Chiara? Om tidak takut apa kalau sampai Chiara diambil orang?" Chiara berkata dengan nada menggodanya, dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Aaron, dan kaki berjinjit, membuat Aaron langsung berdehem.


Hampir saja kata-kata Chiara tentang dirinya yang akan diambil orang membuat Aaron menghentakkan kakinya ke lantai untuk meluapkan emosi dan rasa cemburunya karena kata-kata Chiara tadi membuat Aaron ingat saat dia melihat Brandon yang berusaha mendekati Chiara.