
Meskipun Chiara sudah mengirimkan pesan dan memberikan penjelasan dengan cukup detail kepada Mona, namun Mona yang begitu menerima pesan itu, dan merasa begitu kesal, hanya membaca bagian awal pesan Chiara yang mengatakan maaf karena sore ini ingin membatalkan acara penandatanganan berkas penerimaan dana untuk biaya bulanannya, tanpa membaca pesan selanjutnya.
Karena itu Mona benar-benar tidak tahu kalau Chiara berniat membatalkan acaranya dengan Mona, karena ada janji temu dengan Aaron sore ini.
Untuk masalah tanda tangan, bagi Mona itu sangat penting baginya, tapi menentang apalagi melawan keluarga Malverich? Sepertinya itu adalah tindakan bodoh jika Mona berani melakukannya.
Dan tentunya dia tidak akan berani melakukan hal seperti itu jika masih ingin panjang umur dan keluarga maupun bisnisnya tidak terganggu di masa depan.
"Menjemput Chiara? Kenapa kamu tidak bilang pada tante kalau Aaron akan kesini Chiara?" Mona berkata kepada Chiara yang harus menahan nafasnya karena langsung tahu bahwa tadi tantenya tidak benar-benar membaca pesannya.
Mona hampir saja mengatakan sesuatu yang lain untuk memojokkan Chiara dan melimpahkan kesalahan akibat ketidaktahuannya kepada Chiara, namun sosok Aaron yang terlihat berjalan masuk ke dalam ruang keluarga membuat Mona menghentikan niatnya dengan cepat.
Jika tidak ingat kalau rumah ini sebenarnya adalah milik kedua orangtua Chiara, Mona hampir saja menegur Aaron yang tiba-tiba saja sudah berjalan masuk ke dalam rumah tanpa ijin.
"Selamat sore...." Suara ramah Zachary yang datang bersama Aaron langsung terdengar menyapa mereka dengan sikap dan wajah penuh senyumnya.
Sedang Aaron, dengan mata ambernya yang terlihat indah hanya memandang ke arah mereka yang ada di ruang keluarga dengan sikap tenang dan wajah tanpa ekspresi seperti biasanya.
Namun ketika pandangan Aaron berakhir pada sosok Chiara yang tampak cantik dan segar dengan rambutnya yang dikuncir kuda, membuat leher jenjangnya yang putih mulus terlihat jelas, tanpa sadar Aaron segera mengalihkan pandangan matanya dari Chiara, seolah takut matanya menunjukkan bagaimana emosi yang sedang terjadi pada dirinya saat ini ketika melihat pemandangan sosok cantik itu.
Chiara langsung membalas sapaan hangat dari Zachary dengan senyum manisnya, namun matanya jelas memandang ke arah Aaron yang terlihat tampan dengan setelan jas resminya yang sejak kemarin bayangannya sudah selalu memenuhi pikiran Chiara.
Raksa yang melihat kedatangan Aaron segera bangkit dari duduknya, dan berjalan mendekat ke arah Aaron, setelah itu langsung mengulurkan tangannya kepada Aaron.
"Selamat sore Aaron, kok tidak memberi info dulu sebelum datang kemari?" Raksa berkata dengan wajah senang begitu melihat Aaron membalas uluran tangannya, meskipun sikapnya tidak menunjukkan tanda-tanda sikap ramah dan menyambut hangat uluran tangan tersebut.
"Aku terpaksa masuk tanpa pamit, karena mendengar suara ribut dari arah tempat ini, yang terdengar cukup keras dari arah pintu depan rumah." Tanpa basa-basi Aaron langsung mengucapkan kata-kata yang membuat Mona harus menahan malunya, karena tidak menyangka bahwa teriakannya pada Chiara sudah didengar oleh Aaron.
Dan entah sebenarnya sudah berapa banyak perkataannya yang sudah didengar oleh Aaron, membuat Mona mau tidak mau merasa tidak enak hati dan juga malu dengan sendirinya.
"Eh, sebenarnya bukan ribut-ribut apa, hanya saja ada sedikit perbedaan pendapat antara Chiara dan tantenya." Raksa berusaha menjelaskan apa yang baru saja terjadi tanpa menjatuhkan posisi istrinya.
"Kalau tidak salah dengar hal itu berkaitan dengan penarikan jatah uang bulanan milik nona Chiara dari perusahaan yang harus di tandatangani hari ini? Dan nona Chiara ingin menundanya karena ada janji dengan pak Aaron sore ini." Zachary berkata sambil menatap ke arah Mona dan Raksa secara bergantian, membuat Raksa langsung kehilangan kata-kata, sedang Mona terlihat begitu kesal karena Zachary yang merupakan orang luar ikut-ikutan berbicara dan mengatakan hal yang jelas-jelas terdengar memojokkannya.
Dan pastinya Aaron tidak akan mau mengalah jika urusannya sepenting itu, apalagi pernikahan mereka akan diadakan kurang dari sebulan lagi, dan waktu terus berjalan.
"Ooo...." Raksa hanya bisa bergumam pelan mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Aaron.
"Kalau memang benar seperti kata Tante, besok tidak ada yang bisa dimakan oleh Chiara kalau dia tidak menandatangani berkas penarikan dana hari ini. Biarkan Zachary mengirimkan uang pribadiku untuk kebutuhan Chiara selama beberapa waktu ke depan." Muka Mona langsung memerah begitu mendengar kata-kata Aaron.
Untuk beberapa saat Mona justru berdiri mematung tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Aaron dengan perkataannya yang sungguh menohok barusan.
"Katakan saja Tante, berapa jumlah uang yang harus diberikan untuk itu. Karena aku tidak mau Chiara kelaparan dan mengganggu kegiatan sekolahnya hanya karena masalah sekecil ini, apalagi sekedar masalah makan Chiara." Aaron kembali memaksa Mona untuk menyebutkan angka uang yang dibutuhkan oleh Mona, sehingga wajah wanita itu semakin memerah karena malu dan tidak tahu bagaimana harus berkata-kata untuk menjawab pertanyaan Aaron.
Bagaimana bisa Mona menyebutkan angka nominal uang yang dibutuhkan oleh Chiara kepada Aaron.
Jika Mona berani melakukan itu, sama saja dia sedang mempermalukan dirinya sendiri, menunjukkan bahwa dia tidak memiliki uang sebesar itu untuk sementara bisa dia gunakan sebelum uang bulanan Chiara cair.
Meskipun bisnis milik Mona dan Raksa tidaklah sebesar usaha perhotelan milik almarhum orangtua Chiara, namun bisnis mereka juga menghasilkan tidak sedikit uang, dan tidak mungkin akan kesulitan mengeluarkan uang jika itu hanya untuk makan saja, semewah dan semahal apapun makanan itu, bila mereka mau.
Melihat Mona tetap berdiam diri di tempatnya, Aaron memberikan tanda kepada Zachary yang langsung membuka tas kerjanya dan mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya, selembar kertas berukuran tidak terlalu besar ke arah Aaron, disertai dengan tatakan kertas berupa papan berukuran sedang di bawahnya.
Setelah itu dengan sigap Zachary menjepit selembar kertas itu supaya tidak bergeser, dan Aaron bisa menandatangani lembaran kertas yang ternyata merupakan selembar cek, dengan jenis cek tunai.
(Cek adalah surat yang dikeluarkan bank dan bisa digunakan oleh nasabah untuk melakukan perintah penarikan uang kepada bank tersebut. Jumlah uang yang bisa ditarik dari bank dengan menggunakan cek bergantung kepada jumlah nominal uang yang tertulis/tertera dalam cek.
Cek (cheque) adalah surat atau warkat (dokumen) yang berisi perintah tak bersyarat dari nasabah bank agar bank tersebut membayarkan sejumlah uang yang tertera pada surat itu kepada orang atau pembawanya. Dengan demikian, cek merupakan salah satu surat berharga yang memiliki fungsi sebagai alat tukar seperti uang.
Selain sebagai alat pembayaran untuk transaksi tertentu, cek dapat pula dikategorikan sebagai surat berharga, karena dapat dicairkan secara tunai atau dipindahtangankan kepada pihak lain.
Cek tunai adalah cek yang tidak terdapat tanggal jatuh tempo pembayarannya sehingga dapat diuangkan sewaktu-waktu (kontras dengan cek mundur). Karena bersifat setara kas, cek tunai dalam sistem akuntansi termasuk dalam akun “kas dan setara kas”).
Begitu Zachary menyodorkan lembaran cek kosong itu pada Aaron, tanpa mengatakan apapun, Aaron langsung menuliskan beberapa angka dan juga menandatangani cek itu, tanpa mengatakan apapun, sengaja melakukan itu agar Mona tahu bagi Aaron, keberadaan Chiara jauh lebih penting dari banyaknya uang yang sedang dia tuliskan itu.