Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
AKU SANGAT MENYUKAINYA



"Chiara! Serius kamu mau bersikap seperti itu? Seperti tidak ada apa-apa?" Grace berkata sambil melotot, merasa tidak terima dengan keputusan yang diambil oleh Chiara terhadap pesan yang sudah dikirimkan oleh Aaron untuk sementara ini tidak mengirimkan pesan padanya.


Kalau aku! Jika itu aku! Kalau aku jadi Chiara, aku pasti akan sangat marah dan kecewa membaca pesan seperti itu.


Grace berkata dalam hati, menyipitkan matanya sambil menatap ke arah Chiara dengan tatapan tidak percayanya.


"Apa kamu sebegitu sukanya dengan om Aaronmu Chia? Sampai pesan seperti itu kamu tetap bisa menilai secara positif? Kamu..."


"Suka... aku suka sekali dengan om Aaronku... benar-benar sangat suka padanya...." Chiara langsung memotong perkataan Grace, berkata dengan wajahnya yang tersenyum manis, seolah tidak ada hal apapun yang bisa membuatnya menghilangkan rasa sukanya pada Aaron, apalagi membuatnya membenci Aaron.


"Haist... memang cinta itu buta ya. Selain buta, membuat pikiran orang kacau dan menjadi tidak rasional sama sekali. Harusnya marah dan kecewa justru bersikap optimis, harusnya kecewa justru bahagia, harusnya sedih justru tersenyum." Grace berkata sambil menggaruk-garuk alisnya, sambil sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sikap tidak habis mengerti dengan apa yang terjadi pada Chiara.


(Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rasional berarti menurut pikiran dan pertimbangan yang logis, menurut pikiran yang sehat, atau cocok dengan akal sehat. Suatu pemikiran yang rasional dapat diperoleh dengan mempelajari kecakapan berpikir dengan logika. Rasional juga diartikan adalah hal yang bisa dilakukan dengan hal yang ada. Gagasan atau ide berpikir rasional memiliki keterkaitan dengan cabang ilmu filsafat).


"Tenang saja Grace. Kamu belum pernah jatuh cinta makanya tidak bisa mengerti dengan keputusan yang diambil Chiara. Tunggu saja sampai kamu mengalaminya sendiri, jangan-jangan kamu akan bertindak lebih parah dan lebih tidak masuk akal dari Chiara." Jaka berkata sambil menahan senyum gelinya, apalagi melihat lirikan maut dari Grace karena ejekannya barusan.


"Sudah, ke kantin yuk. Aku yang akan traktir kalian hari ini. Kalian boleh makan sepuasnya, apapun yang paling enak." Grace dan Jaka langsung menatap Chiara dengan tatapan heran begitu mendengar masalah traktiran.


"Ini sudah hampir akhir bulan lho Chiara, biasanya uangmu sudah sangat minim di tanggal segini." Grace yang langsung berkata dengan wajah bertanya-tanya karena begitu penasaran, apalagi saat melihat senyum dari Chiara tadi.


"Tenang saja, mulai sekarang, semua uang yang biasa diberikan oleh perusahaan papaku tiap bulan akan langsung masuk ke rekening atas nama om Aaron sebagai wali resmiku sekarang, karena aku belum cukup umur. Kartu ATM sudah diserahkan padaku sebelum om Aaron pergi." Grace dan Jaka langsung mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari Chiara.


"Tapi om Aaron melarangku menggunakan uang itu, tidak sepeserpun...."


"Haist! Lalu apa gunanya om Aaron menyerahkan itu padamu? Ternyata sama saja perilaku om Aaronmu dengan tante Monamu. Sama-sama ingin menguasai uangmu." Grace langsung berkata dengan nada kesal.


"Siapa bilang? Tentu saja om Aaronku benar-benar berbeda dengan tante Mona." Chiara berkata sambil merogoh saku roknya, mengeluarkan dompet kecil dari sana, mengambil dua kartu dan memamerkannya di depan Grace dan Jaka sambil tertawa kecil dengan sikap bangga.


"Sebagai ganti dari uang jatah bulanan yang tidak boleh aku sentuh itu, om Aaron memberikanku rekening lain, beserta dengan kartu ATM sekaligus kartu kreditnya. Jumlahnya sama persis dengan yang biasa diberikan oleh perusahaan papa, hanya saja, ini berasal dari uang pribadi om Aaron. Dan sepenuhnya adalah hakku, bisa aku gunakan semuanya, bukan hanya sebagian saja seperti biasanya yang diberikan tante Mona setelah dipotong disana sini." Chiara berkata sambil mengedipkan salah satu matanya.


"Tung... tunggu.... Jadi... mulai sekarang semua uang jatah bulananmu tidak akan lagi bisa diganggu gugat oleh tante Mona? Dan diluar itu om Aaron memberikan jatah bulanan dengan jumlah yang sama untukmu?" Grace bertanya sambil mencoba mengingat angka rupiah jatah bulanan Chiara yang sebenarnya tidaklah sedikit, hanya saja selalu dikuasai oleh Mona, dan sebagian kecil saja yang diberikan Mona untuk memenuhi kebutuhan Chiara.


"Yup, betul... sekali...." Chiara berkata sambil mengacungkan jempolnya ke arah Grace.


"Wah.... benar-benar kaya dong kamu sekarang? Eh, salah... benar-benar kembali menjadi kaya seperti yang sudah seharusnya. Kamu mendapatkan kembali semua hakmu setelah menikah dengan om Aaron." Jaka berkata sambil bertepuk tangan pelan pelan, dan juga mencebikkan bibirnya disertai gerakan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Bagaimanapun, Jaka ikut merasa senang karena Aaron yang ternyata begitu perduli dengan Chiara, dan tidak menyangka sudah mengatur segalanya dengan begitu baik tentang Chiara hal-hal yang berkaitan dengan Chiara, membuat Jaka yakin kalau sebenarnya ada sesuatu yang penting kenapa Aaron ingin membuat jarak diantara dia dan Chiara, yang pasti alassannya bukan karena Aaron tidak perduli dengan Chiara.


"Kalau melihat bagaimana perdulinya om Aaron denganmu, kenapa dia bisa menuliskan pesan seperti itu sekejam itu ya padamu?" Grace berkata sambil mengernyitkan dahinya, membuat bibir Jaka mendes...sah pelan sambil mencoba menebak-nebak apa yang sudah menjadi latar belakang Aaron melakukan itu.


"Eh, kan sudah kubilang jangan membahas itu lagi. Ayo kita makan enak sekarang." Chiara berkata sambil meringis, tangannya dengan cepat melingkar di lengan bagian atas Grace, dan dengan gerakan sedikit menyeret, memaksa Grace untuk mengikutinya.


"Aduh, rugi sekali kalau hanya makan enak di kantin, paling habisnya tidak akan terasa untuk uang bulananmu, apalagi sekarang uang bulananmu sepenuhnya menjadi milikmu.... Aduh...." Belum lagi Jaka mengakhiri kata-katanya, Grace sudah mencubit lengannya.


"Dasar Jaka! Ayolah, syukur-syukur kita ditraktir. Kamu jangan dikasih hati minta rempela." Chiara langsung tertawa mendengar perkataan Grace.


"Aku kan memang lebih suka rempela ayam daripada hati ayam." Jaka berkata tanpa rasa bersalah sambil mengikuti langkah-langkah Grace dan Chiara yang terlihat bersemangat.


Ah, yang penting Chiara bisa lebih bahagia dengan kondisinya sekarang. Om Aaron pasti punya alasan kuat kenapa melakukan hal seperti itu. Dibandingkan dengan anak remaja seperti kami, pasti karena pengalaman hidup dan pemikiran dewasa om Aaron lebih bijaksana dan jauh ke depan. Om Aaron pasti melakukan semuanya untuk kebaikan Chiara.


Jaka berkata dalam hati sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana panjang abu-abunya.


# # # # # # #


"Nona, ini adalah buku-buku yang sudah saya siapkan untuk bisa membantu Nona Chiara untuk belajar tentang manajemen." Zachary menepuk-nepuk tumpukan buku di depan Chiara.


"Sebanyak ini Pak Zac?" Chiara berkata sambil mengambil salah satu buku yang ada di tumpukan paling atas, membaca judulnya, langsung membolak-balik lembaran-lembaran halaman di dalamnya.