
“Om Aaron….” Chiara yang akhirnya memegang erat bagian depan jas Aaron yang sedang menutupi dadanya, hanya bisa menyebutkan nama Aaron tanpa bisa melanjutkan kata-katanya.
“Kenapa? Apa kamu keberatan dengan pernyataan cintaku barusan? Apa kamu memiliki laki-laki lain di hatimu?” Aaron yang sebenarnya tahu pasti kalau Chiara juga mencintainya, sengaja berkata seperti itu untuk sedikit menggoda Chiara yang wajahnya terkihat begitu tegang.
‘Tidak Om! Tidak!” Tanpa diduga oleh Aaron, tiba-tiba saja Chiara sedikit berteriak, mengulurkan kedua tangannya ke arah Aaron sambil bergerak cepat mendekati Aaron, dan langsung memeluk tubuh Aaron dengan erat, melingkarkan kedua lengannya di leher Aaron, sehingga tanpa sadar membuat jas Aaron yang menutupi pakaiannya lepas dan terjatuh di lantai.
“Kenapa baru sekarang Om Aaron mengatakan itu padaku? Apa Om tahu? Sejak hari diaman Om Aaron melamarku, aku begitu menyukai Om Aaron, aku sangat mencintai Om Aaron….” Chiara yang sedang memeluk Aaron dengan erat berkata sambil menangis cukup keras.
Antara bahagia, haru, dan rasa masih tidak percaya bercampur aduk menjadi satu di hati dan pikiran Chiara saat ini, sehingga membuatnya tidak bisa lagi menahan tangisnya sambil memeluk Aaron dengan erat.
Pengakuan Aaron tentang perasaan cintanya kepada Chiara, membuat gadis itu merasa benar-benar bahagia sekaligus terharu, tidak menyangka kalau ternyata perasaan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, setelah dia sempat berpikir bahwa Angelina merupakan gadis yang disukai oleh Aaron, sampai-sampai dia nekat merubah penampilannya seperti Angelina untuk menunjukkan kepada Aaron bahwa dia juga gadisyang cukup cantik dan menarik dibandingkan dengan Angelina.
Aaron yang melihat itu hanya bisa menarik nafas panjang, sambil mengelus-elus punggung Chiara dengan lembut dengan satu tangannya, sedang tangannya yang lain memeluk tubuh mungil istrinya.
“Aku tahu itu…. My little girl… aku tahu….” Aaron berbisik pelan sambil menciumi puncak kepala Chiara dengan penuh kasih sayang, sambil berusaha sebisa mungkin mengendalikan dirinya, takut kalau-kalau secara tiba-tiba kekuatannya tidak terkendali dan keluar begitu saja, sedangkan Aaron tahu pasti betapa lemahnya tubuh mungil istrinya jika dibandingkan dengan kekuatan supernya yang bahkan bisa menghancurkan baja.
(Baja adalah logam campuran yang tediri dari besi (Fe) dan karbon (C). Jadi baja berbeda dengan besi (Fe), alumunium (Al), seng (Zn), tembagga (Cu), dan titanium (Ti) yang merupakan logam murni.
Tingkat kekerasan dan daya tarik baja lebih baik karena adanya karbon. Bahkan, dapat dikatakan bahwa kekuatannya 1.000 kali lebih kuat daripada besi murni. Baja mempunyai sifat mekanis yang lebih baik daripada besi).
“Ada banyak hal yang harus aku ceritakan padamu, kenapa selama ini aku harus menjauh darimu, meskipun itu juga sangat berat untukku. Tapi sekarang belum waktunya. Namun yang pasti, aku akan selalu menjadikanmu hal yang utama dalam hidupku.” Aaron berkata pelan, karena untuk saat ini, dia harus memikirkan cara untuk berterus terang tentang siapa dirinya kepada Chiara.
Namun di sisi lain, Aaron masih mempertimbangkan tentang kesiapan Chiara untuk mendengar kebenaran tentang dirinya dan resiko kedekatan mereka secara fisik, yang mungkin bisa membuat gadis itu shock, atau bahkan mungkin jadi takut padanya, dan akhirnya menghilang dari hidupnya.
Bukan takut karena dia memiliki kelebihan, tapi takut setelah mengetahui betapa bahayanya efek kedekatan fisik mereka terhadap kekuatan Aaron.
Sedangkan setelah sekian lama akhirnya Aaron berani mengungkapkan isi hatinya pada Chiara, dia tidak ingin lagi menjauh dari kehidupan Chiara.
Untuk saat ini, Aaron lebih memilih untuk menikmati bagaimana bahagianya dia, yang pada akhirnya bisa menyatakan perasaan cintanya pada Chiara, dan menikmati kehangatan tubuh mungil itu dalam pelukannya, setelah sekian lama Aaron selalu menjaga jarak dengan Chiara, meskipun hatinya sungguh menderita karena harus menahan keinginannya untuk mendekat ke arah Chiara selama bertahun-tahun.
“Jangan menangis lagi ya. Tidak lucu kalau kamu nanti menghadiri rapat para pimpinan perusahaan papamu dengan mata bengkak.” Aaron berkata sambil dengan sikap enggan melepaskan pelukannya.
“Eh… i… iya Om.” Chiara sendiri langsung berkata dengan sikap gugup, karena menyadari bahwa dia membiarkannya meluapkan emosi dalam dirinya dengan menangis dan memeluk Aaron dalam waktu yang cukup lama.
“Ikutlan denganku ke kantorku.” Aaron berkata sambil membungkukkan tubuhnya untuk meraih jasnya yang terjatuh, dan kembali menutupkannya ke tubuh Chiara, yang wajahnya langsung memerah, karena sadar bahwa pakaian yang dikenakannya memang terlalu terbuka untuknya, apaladi sekilas dia bisa melihat saat Aaron memakaikan kembali jasnya, mata amber suaminya yang indah itu semapt terpaku menatap ke arah bagian dadanya yang tanpa disadari sepenuhnya oleh Chiara, memang begitu menggoda bagi pria normal.
“Keringkan wajahmu dengan tissue. Nanti di kantorku, kamu harus segera mencuci mukamu dan menghapuskan sisa make up yang ada. Aku tidak mau di usiamu yang masih belum genap 20 tahun, tapi dandananmu sudah seperti tante-tante.” Aaron kembali berkata sambil menyodorkan beberapa lembar tissue yang tadi diambilnya dari atas meja ruang meeting.
Kata-kata Aaron membuat Chiara mau tidak mau meringis, merasa geli, malu, sekaligus merasa menyesal sudah bersikap kekanak-kanakan, dengan mengubah penampilannya menjadi aneh.
Ternyata, bukan karena penampilannya yang apa adanya yang selama ini membuat Aaron bersikap dingin padanya, tapi karena hal lain yang belum dijelaskan Aaron, dan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan sosok Angelina dengan penampilan beraninya selama ini.
“Ayo, kita ke kantorku saja sekarang.” Aaron berkata sambil menepuk pelan bahu Chiara yang langsung menganggukkan kepalanya.
“Hallo Zachary….” Sambil berjalan kea rah pintu keluar ruang meeting, Aaron langsung melakukan panggilan telepon dengan Zachary.
“Segera belikan setelan blazer berwarna pastel untuk nona Chiara, berserta blus untuk bagian dalam blazer. Sesuaikan warnanya dengan blazernya. Ingat, blus dengan potongan leher tinggi dan tertutup.” Aaron segera memberikan perintah pada Zachary yang langsung menahan senyum gelinya mendengar perintah yang menunjukkan apa yang sudah diramalkannya tadi benar-benar terjadi.
(Blus adalah pakaian tubuh bagian atas bermodel longgar yang sebelumnya dikenakan oleh pekerja, petani, seniman, perempuan dan anak-anak. Blus biasanya dikenakan dengan cara dikumpulkan di bagian pinggang (dengan ikat pinggang atau sabuk) sehingga menggantung longgar (disebut blouses dalam Bahasa Inggris) di atas tubuh pemakainya. Kadang digunakan sebagai bagian dalam blazer untuk seragam kerja.
Sekarang ini, istilah ini lazimnya merujuk pada kemeja wanita tetapi juga dapat merujuk pada kemeja pria jika gayanya longgar dan berkesan feminin.
Bedanya dengan kemeja, kemeja umumnya cenderung bermodel basic, berkerah basic dan berkancing penuh di bagian depan. Sedangkan blus untuk wanita bisa dibuat tanpa kancing penuh di bagian depan, dengan ataupun tanpa kerah basic).
Mendengar apa yang diperintahkan Aaron pada Zachary, Chiara hanya bisa pasrah, karena dari peritnahnya barusan menunjukkan kalau Aaron benar-benar keberatan dengan cara berpakaian Chiara saat ini.
Dan hal itu, membuat tanpa sadar, Chiara yang berjalan tepat di samping Aaron memegang erat jas Aaron di bagian dadanya, agar benar-benar tertutup rapat, dan tidak terlihat lagi oleh orang lain.