Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
SEPERTI ANAK SMA



Zachary yang melihat betapa kontrasnya sifat antara Chiara dan Revina sedikit mengulum senyumnya, dan tanpa sadar membuatnya ikut merasa lega bahwa calon istri Aaron, yang akan menjadi majikannya bukanlah Revina yang dari beberapa kali pertemuan mereka, meski hanya singkat, Zachary bisa melihat bagaimana karakter Revina yang sombong, suka pamer, judes dan juga jutek.


(Secara umum Judes diartikan sebagai sebuah perilaku mudah marah dan suka membentak-bentak atau menyakiti hati orang. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia baik daring maupun luring, memiliki arti Ketus; Tajam mulut. Dalam bahasa gaul Judes digunakan untuk menggambarkan orang yang jarang senyum dan tidak ramah.


Arti kata jutek sendiri ialah kondisi sikap seseorang ketika bertemu orang lain yang tidak tersenyum atau tidak ramah sama sekali karena disebabkan oleh beberapa hal sehingga orang tersebut tampak tidak suka berbicara dengan kita dan terkesan tidak peduli kepada kita).


Begitu mendengar kata-kata Chiara dengan nada cerianya, Aaron hanya tersenyum tipis sambil melepaskan kancing jas yang dikenakannya, membuat Chiara merasa sedikit heran, kenapa tiba-tiba Aaron melepaskan jasnya.


Dan seperti yang dilakukannya terhadap dasi yang tadinya setelah lepas dari lehernya diletakkan Aaron di tempat duduk yang ada di sampingnya, kali ini setelah melepaskan jasnya, Aaron juga meletakkan jasnya yang sudah dia lipat ke tempat yang sama dengan dasinya tadi.


Tanpa berkedip, Chiara yang merasa penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Aaron terus mengamati tindakan laki-laki tampan itu, yang berikutnya sibuk membuka kancing pada lengan panjang kemeja yang dipakainya.


Lalu dengan gerakan cepat Aaron melipat bagian lengan kemejanya yang kancingnya sudah terbuka itu ke atas, beberapa kali lipatan, hingga mencapai siku tangannya.


Dan Aaron juga melakukan hal yang sama pada lengan bajunya yang lain, membuat Chiara harus menahan nafasnya karena tindakan Aaron saat ini, membuatnya terlihat tampil lebih santai, namun juga terlihat begitu keren.


Selain itu dengan Aaron menggulung lengan kemejanya, membuatnya memperlihatkan lengannya yang tampak berotot dan sek...ksi sebagai pria dengan tubuhnya yang terlihat sempurna meski dalam balutan pakaian lengkapnya, yang tidak bisa menyembunyikan bentuk proposional dari tubuh Aaron.


Sepertinya, gerakan apapun, tindakan apapun yang dilakukan oleh om Aaron selalu saja terlihat begitu mempesona dan membuat dadaku berdebar-debar.


Chiara berkata dalam hati sambil beberapa kali menahan nafasnya, dan terus mengamati Aaron dengan matanya yang bulat, dan menatap Aaron dengan binar-binar cinta di matanya.


Belum cukup sampai disitu, dengan kedua tangannya, dan dengan gerakan cepat Aaron mengacak-acak rambutnya yang awalnya rapi karena minyak rambut yang selalu dipakainya untuk menata rambutnya setiap hari sebelum berangkat ke kantor.


Setelah itu Aaron berusaha merapikan rambutnya yang baru diacak-acaknya dengan menggunakan jari-jari tangannya, menggantikan fungsi sisir.


Kali ini Chiara tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melongo karena melihat penampilan Aaron yang tiba-tiba berubah total, terlihat masih begitu sangat muda dengan model rambut terlihat sedikit berantakan dan cara berpakaiannya yang santai, namun tetap terlihat rapi saat ini.


Zachary yang sempat melihat Aaron dari kaca spion di depannya, langsung menyunggingkan senyumnya melihat tatapan terpesona Chiara saat memandang sosok Aaron saat ini.


Zachary berkata dalam hati sambil menarik tuas hand rem, dan bersiap untuk mematikan mesin mobil.


Bagi Zachary yang sudah bertahun-tahun menjadi asisten pribadi Aaron, dan pernah melihat penampilan Aaron mulai dari dia bangun tidur, makan, bekerja, memimpin rapat, bertemu rekan bisnia, menghadiri pesta ataupun dalam suasana santai, tidak merasa heran jika dengan penampilannya sekarang ini Aaron terlihat begitu segar dan juga terlihat jauh lebih muda, bahkan jika dia mengenakan pakaian SMA dengan penampilannya sekarang, mungkin orang masih percaya bahwa dia memang masih seorang anak SMA.


Dan itu membuat sosok Aaron terlihat begitu serasi dengan sosok Chiara yang mengenakan dress dengan potongan sederhana, seperti anak SMA yang akan pergi ke rumah teman untuk mengerjakan tugas kelompok bersama.


"Apa ada yang aneh denganku Chiara?" Aaron yang melihat bagaimana Chiara yang sedang menatapnya tanpa berkedip dengan kondisi bibir setengah terbuka, langsung bertanya dengan mata amber Aaron menatap ke arah Chiara yang langsung tersadar dan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak Om. Tidak aneh! Tapi Om Aaron justru terlihat benar-benar keren sore ini! Kalau kita bertemu di sekolah dengan penampilan Om seperti ini, bisa-bisa aku mengira Om adalah murid baru, murid pindahan dari sekolah lain. Atau murid yang sedang menjalani student exchange program dari luar negeri. Om Aaron sudah seperti Cinderella dengan bantuan ibu perinya mengubah penampilan. Eh, salah... Om kan laki-laki.... Lagian, tidak seperti Cinderella, sedari awal Om sudah sangat keren." Chiara berkata sambil tertawa lebar dan mengacungkan dua jempol tangannya ke arah Aaron yang menanggapinya dengan senyum kecil, merasa sedikit geli melihat bagaimana bersemangatnya Chiara saat memujinya.


(Secara singkat, student exchange program atau pertukaran pelajar adalah program bagi pelajar untuk mencoba sistem pendidikan di luar negeri dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini dapat bervariasi, mulai dari bulanan hingga satu tahun akademik, tergantung jenis student exchange yang dipilih).


Dan yang pasti, Aaron menyukai kata-kata pujian dari Chiara, bukan karena gadis kecilnya itu ingin menarik perhatiannya atau ingin terlihat baik di depannya, tapi karena di mata Chiara Aaron bisa melihat kejujuran dan kepolosan Chiara saat mengatakan pujian itu untuknya.


Sedang Revina yang mendengar permbicaraan antara Aaron dan Chiara lebih memilih diam, karena merasa tidak enak dan canggung jika dia harus menoleh ke belakang dan ikut mengambil bagian dari pembicaraan itu, padahal sebenarnya dia juga merasa begitu penasaran dengan kata-kata Chiara, dan ingin melihat penampilan Aaron saat ini seperti apa.


"Kita sudah sampai Pak Aaron, Nona Chiara." Zachary berkata setelah memarkirkan mobil di halaman parkir yang ada di depan restauran pizza itu dan posisi mobil sudah berhenti sepenuhnya.


"Ayo kita turun Om!" Dengan bersemangat, Chiara mengajak Aaron turun dari mobilnya, membiarkan Revina yang akhirnya mencuri pandang ke arah mereka berdua.


Haist! Sial sekali! Bagaimana mungkin aku masuk ke restauran cepat saji dengan penampilan seperti ini.


Revina merutuk dalam hati sambil melihat ke arah gaun mewahnya yang tampak berkilau, juga sepatu high heelnya dengan tinggi lebih dari 10 cm, yang membuat tubuhnya tampak tinggi dan fasionable.


Tapi apa gunanya penampilan cantik dan kerennya kalau ternyata dia hanya akan makan malam di restauran pizza, yang pasti akan membuatnya menjadi omongan banyak orang.