
Zachary yang mendengar penjelasan Aaron yang panjang lebar dan terlihat bingung menyampaikan inti dari perkataannya, bahwa Aaron merasa keberatan jika Chiara memperlakukan semua laki-laki lain seperti dia, begitu akrab, hampir saja tertawa tergelak.
Wah... apa itu artinya pak Aaron sudah begitu cemburu jika nona Chiara dekat dengan laki-laki lain? Pak Aaron yang dingin dan berwibawa, bisa-bisanya menuruti semua kemauan nona Chiara tanpa banyak bertanya, dan sekarang melarang nona Chiara terlalu dekat dengan pria lain. Sungguh tanda-tanda bosku yang dingin hatinya sudah meleleh karena nona Chiara. Manis sekali....
Zachary berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang, dan senyum tersungging di bibirnya.
Zachary bisa melihat bagaimana sepanjang sore ini Aaron sudah dibuat kaget dan kewalahan dengan sikap ceria Chiara, namun tidak ada perlawanan sedikitpun dari Aaron, bahkan beberapa kali, Zachary menangkap basah bagaimana Aaron menyungingkan senyum di bibirnya karena tindakan Chiara yang benar-benar tidak bisa diprediksi oleh Aaron sebelumnya.
Yang membuat Zachary merasa geli, justru sikap Aaron yang biasanya tegas dan dingin, tapi menghadapi Chiara saat ini, dia justru terlihat tidak berkutik, bahkan terlihat bingung saat Chiara terlihat tidak nyaman atau merasa bersalah, sehingga Aaron selalu berusaha untuk membuat gadis kecil itu tetap tersenyum dan ceria.
Benar-benar bukan seperti pak Aaron yang aku kenal biasanya, yang seringkali berwajah datar tanpa emosi. Nona Chiara benar-benar hebat sudah bisa mengubah sifat pak Aaron secepat itu, bahkan hanya dalam hitungan hari, dan pertemuan yang hanya terjadi beberapa jam saja.
Zachary berkata dalam hati dengan mata kembali fokus pada jalanan di depannya.
“Iya Om, apa yang Om Aaron katakan benar, banyak laki-laki tidak baik di luar sana yang berkeliaran, seperti Romi yang begitu menyebalkan. Dan mungkin banyak laki-laki yang lain seperti Romi. Terimakasih untuk perhatian Om Aaron. Lain kali Chiara akan ingat pesan dari Om, dan lebih berhati-hati dalam bertindak.” Akhirnya Chiara mengucapkan kata-katanya dengan perasaan lega, paling tidak Aaron mengatakan hal itu bukan karena dia marah atau tersinggung karena tindakan sok akrabnya tadi kepada Aaron.
Aaron sendiri langsung menganggukkan kepalanya begitu mendengar perkataan Chiara.
Dan entah kenapa, melihat Chiara menyebutkan nama Romi dengan nada suara kesal, membuat Aaron ingin tersenyum, dan merasa senang melihat bagaimana wajah kesal dan bibir cemberut Chiara saat menyebutkan nama Romi.
“Sudah sampai rumah Nona Chiara.” Zachary langsung berkata begitu mobil yang dikendarainya sudah berhenti tepat di depan pintu masuk rumah Chiara.
“Terimakasih untuk hari ini Om Aaron, Pak Zac. Selamat malam Om Aaron, hati-hati di jalan.” Chiara mengucapkan terimakasihnya sebelum kakinya keluar dari mobil, diikuti oleh tatapan mata Aaron.
Beberapa kali Chiara tampak menoleh ke belakang sambil melambaikan tangannya ke arah Aaron, yang masih setia menatap ke arahnya, hingga sosoknya menghilang di balik pintu, dan Aaron kembali mengalihkan pandangan matanya dari pintu rumah itu sambil menghela nafasnya.
Zachary yang mengamati apa yang terjadi antara Aaron dan Chiara secara diam-diam, tampak beberapa kali menghembuskan nafa lega, dan ikut bahagia melihat bagaimana Chiara yang sepertinya dapat membawa perubahan positif bagi sosok Aaron yang selama ini selalu menyendiri dan bersikap dingin pada orang-orang di sekitarnya.
“Kita pergi sekarang Zachary.” Begitu sosok Chiara benar-benar sudah hilang di balik pintu, Aaron segera memberikan perintah kepada Zachary untuk meninggalkan halaman rumah Chiara.
“Kemana tujuan kita selanjutnya Pak Aaron?” Zachary bertanya dengan kepala sedikit menoleh ke belakang, sebelum kaki kanannya menginjak gas mobil ferari berwarna merah milik Aaron.
“Baik pak, saya akan memberi kabar kepada pak Johnson kalau Anda berencana menginap di apartemen hari ini.”
“Bilang saja aku baru pulang mengantar Chiara, dan aku ingin segera beristirahat malam ini. Papa pasti tahu kalau rumah Chiara lebih dekat dengan apartemenku daripada rumah.” Aaron mengakhiri perintahnya kepada Zachary sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil, sambil memejamkan matanya, mencoba mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.
Akan tetapi begitu dia memejamkan matanya, bayangan kejadian-kejadian sepanjang sore ini, yang dia alami bersama Chiara, harus membuat Aaron beberapa kali menahan nafasnya sambil memegang dadanya, yang tiba-tiba kembali bereaksi hanya karena potongan-potongan ingatan kejadian bersama Chiara sore ini.
Dengan keras Aaron berusahan berusaha menenangkan jantungnya yang detakannya menjadi lebih cepat karena ingatan itu.
Tapi di sisi lain, Aaron juga berusaha menahan senyumnya, mengingat bagaimana ingatan tentang sosok Chiara yang ceria dan menyenangkan, membuat sesuatu yang hangat terasa mengalir dalam hatinya.
Begitu sampai di apartemennya, dan Zachary sudah meninggalkan apartemennya, dengan gerakan secepat kilat, Aaron langsung mandi, dan duduk dia atas tempat tidurnya, melihat adanya sebuah pesan masuk dari Chiara yang tanpa sadar membuat salah satu sudut bibirnya naik ke atas.
Om Aaron, terimakasih ya untuk traktirannya hari ini. Meskipun ternyata hanya sekedar mencoba gaun sangat melelahkan, tapi aku suka sekali bisa bersama Om Aaron hari ini. Tunggu traktiran dariku ya Om. Selamat beristirahat Om.
Sebuah pesan dari Chiara yang diakhiri dengan emotion smile yang tertidur, dibaca oleh Aaron dengan wajah serius.
Dengan cepat, Aaron membalas pesan dari Chiara berupa icon jempol yang taracung, dan gambar ayam goreng jenis fried chicken yang tadi menjadi menu makan malam mereka.
Begitu pesan telah terkirim dan menunjukkan tanda kalau Chiara sudah membacanya, Aaron segera berkutat dengan laptopnya, dan mulai mengirim surel pada Angelina, meminta Angelina segera mengurus tentang pembangunan tempat penampungan sementara yang baru, untuk para manusia super, dengan dana khusus yang sengaja diberikan Aaron untuk dikelola oleh Angelina, yang selama ini menjadi orang yang mengurus semua kebutuhan dari apra manusia super yang tinggal di tempat pernampungan milik Aaron.
Di tempat lain, meskipun pesan balasan dari Aaron hanya berupa icon tanpa kata-kata, tapi hal itu sudah membuat Chiara merasa bahagia karena Aaron ternyata tidak mengabaikan pesan darinya.
Memikirkan bahwa Aaron tidak bersikap cuek padanya, membuat Chiara berguling-guling di atas tempat tidur sambil beberapa kali mencium layar handphonenya, yang masih menampilkan pesan chat mereka berdua, dan kadang menempelkan handphonenya di dadanya sambil menggerak-gerakkan kakinya, menggosok-gosokkan telapak kakinya dnegan cepat ke atas tempat tidur sambil tertawa-tawa kecil.
Beberapa waktu selanjutnya Aaron kembali melakukan pengecekan jadwal kerjanya untuk besok, dan juga beberapa laporan dari perusahaannya yang ada di Amerika.
Cukup lama Aaron bekerja dengan laptopnya, sampai akhirnya dia melirik ke arah jam di dinding yang sudah menunjukkan waktu hampir tengah malam, membuatnya menutup layar laptop dan meletakkan laptopnya di atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya, dan membaringkan tubuhnya sambil memandang ke arah langit-langit kamarnya.