Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MISI CHIARA



Sepanjang makan pagi mereka, baik Aaron maupun Chiara tampak lebih banyak berdiam diri, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Aaron sibuk memikirkan berita baik apa yang akan dikatakan oleh George, penemuan apa yang sudah membuat George merasa dia mungkin bisa membantu masalahnya dengan Chiara selama ini.


Meskipun George belum yakin itu akan berhasil, tapi mendengar bahwa George sudah menemukan sedikit titik terang, membuat Aaron begitu bersemangat dan bahagia.


Sedang Chiara sendiri, dia yang berpikir keceriaan Aaron hari ini karena rencana kedatangan Angelina, membuat Chiara berpikir keras, apa yang harus dia lakukan hari ini, agar dia bisa membuktikan kepada Aaron, bahwa dia juga gadis yang cukup cantik dan menarik, bukan hanya Angelina saja.


Selain itu, Chiara ingin menujukkan kepada ornag-orang di sekitar Aaron, bahwa dia adalah istri sah Aaron, yang tidak akan pernah rela posisinya direbut oleh wanita lain, termasuk Angelina.


“Aku nanti akan berusaha menyelesaikan pembicaraanku dengan Angelina secepat mungkin. Pukul 12 siang kita akan makan siang bersama, setelah itu, kita akan pergi ke perusahaan papamu.” Aaron menjelaskan rencananya hari ini.


“Ya Om.” Chiara langsung menjawab singkat, tanpa banyak berkomentar, apalagi bertanya, karena dia punya rencananya senditi, untuk datang lebih awal dari jam yang sudah disebutkan oleh Aaron.


“Aku akan minta Imelda untuk menjemputmu pukul sentengah 12, agar kamu tidak perlu terlalu lama menungguku nanti….”


“Tidak perlu Om, aku sendiri yang akan menghubungi Imelda.” Chiara memotong perkataan Aaron dengan cepat, karena dia memiliki rencananya sendiri hari ini.


Dan tentu saja Chiara tidak ingin kalau sampai rencananya diketahui oleh Aaron.


“Baiklah kalau begitu. Ini pertama kalinya kamu ke kantor Malverich, aku akan memberitahukan kepada petugas front office tentang kedatanganmu. Mereka akan mengantarmu ke kantorku nanti begitu kamu sampai di sana.” Aaron kembali memberikan penjelasan kepada Chiara yang langsung menganggukkan kepalanya.


“Kalau begitu, aku berangkat dulu. Ingat pesanku, jangan pergi keluar sendirian tanpa ada yang menemani.” Aaron berkata sambil membersihkan bibirnya dari sisa makanan yang menempel.


Begitu Aaron berangkat bekerja, Chiara segera menghubungi Grace, mengajaknya datang ke apartemennya, membantunya melakukan misinya hari ini, yang sejak kemarin sudah dia pikirkan dan sampaikan pada Grace.


# # # # # # #


"Wah... kamu memang cantik sekali mau berdandan seperti apa juga. Mungkin kamu akan tetap tampil cantik meski berdandan seperti nenek-nenek. Sekarang kamu sudah seperti artis yang sedang bersiap untuk tampil di depan kamera." Grace yang sengaja datang ke apartemen Chiara, untuk membantu Chiara merias diri tampak puas melihat hasil karyanya.


Chiara yang sedang berdiri sambil menggerak-gerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri di depan meja rias yang ada di kamarnya (bukan kamar Aaron) tampak tersenyum puas juga dengan hasil pekerjaan Grace, yang memang sering mengikuti kursus kecantikan, termasuk bagaimana merias wajah seseorang dengan baik.


"Tapi Chiara, apa menurutmu, dandananmu ini tidak terlalu berlebihan? Kamu jadi seperti wanita berusia 30an." Grace berkata sambil mengamati wajah Chiara yang memang terlihat cantik dengan make up yang di poleskan, tapi juga membuat Chiara tampak jauh lebih tua dari usia yang sebenarnya.


"Memang kenapa? Bukannya om Aaron menyukai wanita yang terlihat dewasa seperti Angelina?" Chiara berkata sambil sedikit memberengut, karena apa yang sedang dia lakukan hari ini untuk menunjukkan pada Aaron kalau dia juga bisa tampil dewasa seperti Angelina.


Juga ingin menunjukkan pada Angelina, bahwa dia juga bisa tampil tidak kalah canti dan mempesona dibandingkan Angelina, yang selalu saja membuat darah remaja Chiara mendidih saat memikirkan bahwa gadis itu adalah tipe gadis yang disukai oleh Aaron.


"Lalu bagaimana dengan pakaianmu kemarin? Yakin kamu mau ke kantor om Aaron dengan menggunakan pakaian seperti itu? Kamu belum pernah lho memakai pakaian sese..kksi itu lho. Yakin kamu bisa percaya diri mengenakan itu?" Grace yang teringat dengan pakaian yang sengaja dibeli Chiara kemarin bersamanya.


Sebuah pakaian yang sengaja dibeli oleh Chiara di sebuah butik terkenal, dengan bentuk pakaian yang jika dikenakan oleh Chiara, akan menunjukkan lekuk tubuh Chiara meski tidak semenonjol cara berpakaian Angelina.


Dengan pakaian itu, Chiara akan terlihat dewasa, karena pakaian itu menonjolkan bentuk tubuh Chiara yang sangat proporsional sebagai seorang gadis yang sangat cantik.


Pakaian itu memperlihatkan bagaimana pinggang Chiara yang berukuran kecil, dengan pant....ttattnya yang terlihat sekks... ssii karena berbentuk bulat sempurna, dan juga terlihat kencang.


Potongan leher yang sedikit rendah pada pakaian itu, membuat dada Chiara yang berisi juga memperlihatkan pesonanya.


Dan seperti yang pernah dikatakan oleh Grace, ukuran dan bentuk dada Chiara cukup membuat iri perempuan sepertinya, meskipun milik Grace juga bisa dikatakan cukup menyempurnakan bentuk tubuhnya, meskipun pakaian itu tidaklah seberani dan seketat pakaian yang biasa dikenakan oleh Angelina.


Hanya saja, karena Chiara yang biasanya lebih banyak menggunakan tipe pakaian yang tertutup, membuat pakaian yang dikenakannya sekarang terkesan terlalu terbuka.


“Sebenarnya aku juga tidak nyaman mengenakan pakaian seperti ini Grace. Aku sudah merasa seperti tante-tante yang terlalu centil, tapi….” Chiara menggantung kata-katanya sebentar, membayangkan apa yang akan dilakukan Aaron jika melihatnya berdandan dengan kesan lebih dewasa seperti saat ini.


"Demi untuk menunjukkan bahwa aku juga gadis yang tidak kalah menariknya di hadapan om Aaron, aku pasti bisa melakukannya. Apalagi, aku tidak mau datang ke kantor dengan pakaian yang akan dianggap sebagai anak kecil oleh Angelina, sehingga dia bisa menertawakanku." Chiara berkata dengan sedikit berapai-api, karena bagaimanapun, sosok Angelina bener-benar membuatnya cemburu.


Apalagi Angelina bukan sekedar memiliki bentuk tubuh yang bagus dan juga selalu berpakaian berani, tapi sikap Angelina yang seringkali menunjukkan rayuannya kepada Aaron melalui gerak tubuhnya yang terlihat menggoda bagi seorang laki-laki.


"Aku ingin menegaskan kepada Angelina, kalau aku ini istri sah om Aaron. Dan dia harus berhenti untuk terus menggoda suami orang." Chiara berkata sambil mencebikkan bibir mungilnya, yang sebenarnya tanpa disarai oleh si empunya, sudah seringkali membuat Aaron hampir tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium dan mengekplorasinya, menikmati kelembutannya.