Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
TIDAK SABAR MENUNGGU



Melihat wajah serius Aaron, Chiara yang memang sedang ingin menggoda Aaron langsung tersenyum.


“Tapi apa Chiara? Apa pijatanku terlalu keras? Apa aku sudah menyakitimu?” Pertanyaan Aaron yang diucapkannya sambil menatap dalam-dalam ke arah Chiara dengan wajah serius, justru membuat Chiara tersenyum geli.


“Tidak Om, justru itu Om Aaron… perutku sudah tidak terlalu sakit, tapi karena pijatan Om Aaron terlalu enak. Meskipun sudah tidak sakit, tapi aku tetap ingin merasakan pijatan dari Om Aaron.” Kata-kata Chiara dengan tatapan menggoda dan senyumnya membuat Aaron langsung membeliakkan matanya.


“Kamu… benar-benar nakal ya sekarang.” Aaron berkata sambil berbaring tepat di samping tubuh Chiara, lalu memeluk tubuh Chiara dengan erat.


“Katakan padaku, bagian mana yang mau dipijat? Di sini? Di sini? Atau di sini?” Aaron yang memeluk Chiara menggerakkan tangannya, memijat ke berbagai tempat di tubuh Chiara, pergelangan tangan, di lengan, sampai akhirnya berhenti di salah satu bukit kembar milik Chiara, dan memijat lembut di sana, membuat Chiara terpekik pelan, lalu menggeliat.


Melihat itu Aaron akhirnya justru menyarangkan tangannya di sana, tanpa mau berpindah lagi, sambil memijat dan mengusap lembut bagian tubuh Chiara yang sudah begitu membuatnya kecanduan.


Setelah beberapa saat Aaron tetap memijat lebut di bagian itu, sebentar kemudian suara nafas yang teratur dari hidung Chiara membuat Aaron sedikit bangkit dari berbaringnya, dan melongokkan wajahnya untuk melihat ke arah Chiara yang ternyata sudah tertidur pulas.


Dasar istriku ini…. Bisa-bisanya tertidur nyenyak saat aku memijat bagian sensitif tubuhnya yang harusnya justru membuatnya sulit tertidur karena itu memancing hasratnya. My little girl memang benar-benar gadis yang tindakannya memang seringkali tidak terduga.


Aaron berkata dalm hati, dan perlahan-lahan mulai menarik tangannya menjauh dari tubuh Chiara, karena bukan Chiara yang terpancing, justru sepertinya saat ini dia yang sungguh sudah terpancing, tanpa bisa melakukan apa-apa karena sedang ada tanda palang merah di depannya, yang membuatnya sadar kalau dia memang harus berhenti sekarang sebelum dia tidak bisa menahan hasratnya.


Apalagi Aaron segera teringat tentang nakas yang hampir saja dihancurkannya lagi tadi tanpa dia sadari.


“Cepatlah pulih, istirahatlah yang banyak. I love you….” Aaron berbisik lirih di telinga Chiara, sambil mencium lembut dan dengan begitu hati-hati pipi Chiara yang tampak sedikit menggerakkan tubuhnya karena tindakan Aaron barusan, meskipun pada akhirnya dia tetap tertidur nyenyak kembali.


“Aku harus segera menemukan jawaban dari semua pertanyaanku selama ini.” Aaron berkata pelan sambil menyentuh nakasnya yang terlihat retak dan hampir patah karena kekuatannya tadi, padahal dia tidak berniat mengeluarkan kekuatannya, apalagi ada Chiara di dekatnya.


“Hah… aku benar-benar ingin agar semuanya segera mendapatkan jalan keluar yang terbaik. Tentang aku dan Chiara, tentang Aldrich, tentang semua yang terjadi di sekitarku.” Aaron kembali berkata pelan, sambil dengan gerakan hati-hati berjalan tanpa suara, keluar dari kamarnya, dan berjalan ke arah ruang kerjanya, untuk mulai mencari jawaban dari apa yang dicarinya selama ini.


# # # # # # #


Dan bagi Aaron sendiri, meskipun tahu kalau masa haid bisanya antara 2-7 hari, tapi tetap saja setiap harinya berusaha menanyakan kepada Chiara apakah masa haidnya sudah berhenti atau belum.


(Lamanya waktu menstruasi bervariasi antara satu wanita dengan yang lainnya. Waktu menstruasi normalnya terjadi selama 2–7 hari. Namun, ada juga wanita yang mengalami menstruasi lebih dari 7 hari. Kondisi ini dapat dikatakan sebagai menstruasi lama).


Karena sejak Chiara berada dalam masa haidnya, bagi Aaron itu adalah hal yang cukup menyiksanya, karena juniornya seringkai memberontak.


Apalagi seperti sebelum-sebelumnya, cara tidur Chiara yang begitu spektakuker, seringkali menjadikan Aaron sebagai guling dan tanoa sadar bergerak seenaknya dalam tidurnya, membuat Aaron benar-benar kewalahan dan harus berusaha dengan ekstra keras untuk dapat menahan dirinya dan menenangkan juniornya.


“Belum Om, kan masih hari ke 4. Biasanya aku mendapatkan haidku selama 5 hari. Sudah ingin sekali ya Om? Sabar ya….” Chiara berkata sambil mengerlingkan matanya, membuat Aaron hanya bisa tersenyum dengan sikap dipaksakan.


“Berarti besok sudah bisa?” Pertanyaan Aaron dengan wajah berharapnya membuat Chiara langsung tersenyum.


“Mungkin, kan belum bisa dipastikan. Bisa majun atau mundur sehari atau dua hari….”


“Lama sekali….” Aaron langsung berkomentar sambil menghela nafasnya.


Chiara yang baru kali ini melihat sikap Aaron yang baginya terlihat sedikit kenak-kanakan, justru membuatnya tersenyum geli.


Ternyata orang dewasa yang sedingin dan seserius om Aaron, juga memiliki sisi lain yang terlihat manja dan seperti bukan dirinya yang biasanya.


Chiara berkata dalam hati tanpa menyadari bahwa karena cinta Aaron yang begitu besar padanya, itu yang sudah mengubah dan membuat Aaron menunjukkan sisi lain dari dirinya tanpa ragu di depan Chiara.


“Tenang saja Om, dalam sebulan hanya seminggu, sisanya Om bisa puas menikmatinya.” Chiara berkata sambil terkikik geli, apalagi meliaht wajah Aaron yang langsung tersenyum mendengar perkataannya barusan.


“Eh, Om, aku akan kembali ke kampus sekarang, agar tidak terlambat mengikuti jadwal kuliah siang. Setelah itu aku langsung ke hotel ya Om.” Chiara yang baru saja melirik jam di pergelangan tangannya, langsung berdiri dari dari pangkuan Aaron, setelah sebelumnya memberikan sebuah kecupan ringan di bibir Aaron yang kembali tersenyum dengan wajah bahagia karena itu.