Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERJALANAN KE VILLA



Aaron hampir saja menggerakkan bibirnya untuk mencium Chiara, dan tangannya menarik tubuh Chiara ke dalam pelukannya, ketika dirasakannya sesuatu yang sedang terjadi pada tubuhnya, mulai terjadi di luar kendalinya.


Shhh….ittt. Medan magnet di tubuh Chiara benar-benar membuatku hampir hilang kendali dan membuat aku hampir mengeluarkan kekuatanku tanpa sadar.


Aaron berkata dalam hati sambil melirik ke arah kaki kanannya, dimana tanpa sadar, baru saja dia mengeluarkan sedikit kekuatannya dan membuat bagian bawah mobil yang diinjak oleh kakinya sedikit pesok.


Untung saja Aaron segera menyadarinya sehingga dengan cepat berusaha sebisa mungkin menghentikan kakinya agar tidak menimbulkan kerusakan lebih besar pada mobilnya.


“Eh… iya… untuk sekarang, duduklah dengan baik, agar aku bisa menyetir dengan tenang….” Aaron berkata sambil menarik dengan gerakan pelan, lengannya dari pelukan Chiara yang juga langsung melepaskannya sambil tersenyum, agar Aaron bisa leluasa dalam mengemudikan mobilnya.


Begitu lengannya lepas dari pelukan Chiara, Aaron buru-buru meletakkan kedua tangannya pada setir mobil, bukan kerena dia tidak suka Chiara memeluk lengannya seperti tadi, tapi karena dia takut tidak bisa mengendalikan tangannya untuk tidak menyentuh bagian tubuh Chiara yang baru saja membuat nafasnya sedikit memburu tanpa dia sadari.


“Om… selagi kita hanya berdua, ceritakan dong masa kecil Om Aaron, dan bagaimana Om Aaron hidup dengan kekuatan yang Om Aaron miliki sejak lahir itu?” Chiara berkata sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, melipat kedua tangannya di depan perut, bersikap seperti anak TK yang siap mendengarkan cerita dari gurunya.


Mendengar permintaan Chiara, Aaron hanya tersenyum kecil, dan mau tidak mau mulai menceritakan apa yang ingin diketahui oleh Chiara itu, membuat sepanjang perjalanan seringkali mata Chiara terbeliak, dan senyum begitu sering tersungging di bibirnya.


# # # # # # #


Cukup lama perjalanan yang harus ditempuh oleh Aaron dan Chiara untuk sampai di villa keluarga Malverich yang memang letaknya berada di luar kota tempat mereka tinggal sekarang.


Namun bagi kedua orang yang terlihat jelas sedang dimabuk asmara itu, perjalanan panjang itu tidak membuat mereka bosan ataupun merasa tidak nyaman sepanjang perjalanan.


Justru mereka berdua tidak menyangka kalau tiba-tiba saja mereka sudah berada di kawasan villa yang akan mereka tuju, karena terlalu asyik mengobrol berdua, saling bertukar cerita tentang bagaimana kehidupan mereka berdua sebelum menikah.


Villa keluarga Malverich terletak di sebuah daerah dataran tinggi yang membuat suasana dingin langsung terasa begitu mereka memasuki wilayah itu, apalagi dari beberapa orang yang mereka temui sedang berjalan atau naik sepeda motor, tampak mengenakan jaket cukup tebal, menunjukkan memang udara di daerah itu memang cukup dingin.


Dan itu menjadi hiburan tersendiri bagi Chiara yang memang lebih menyukai liburan di daerah pegunungan daripada pantai.


“Wah… sepertinya kita yang paling lambat datang.” Chiara berkata sambil melihat mobil yang biasa digunakan oleh Johnson bersama Sarah dan juga mobil milik Zachary sudah terparkir di sana.


Dan satu lagi… mobil milik Grayson yang berada tepat di samping mobil milik Johnson, terparkir rapi, berdampingan.


Sekilas Chiara melirik ke arah Aaron yang sedikit menarik nafas panjang begitu melihat mobil milik Grayson.


“Eh, ternyata Grayson ikut berlibur juga. Pasti menyenangkan melihat kalian satu keluarga lengkap bisa hadir di tempat ini.” Chiara berkata sambil memandang ke arah mobil Grayson, berpura-pura tidak menyadari tindakan Aaron tadi.


Perkataan Chiara membuat Aaron langsung menoleh dan menatap ke arah Chiara yang tiba-tiba menggerakkan kepalanya, memandang ke arah Aaron.


“Om Aaron… tidak bisakah… Om Aaron dan Grayson berdamai? Kadang aku kasihan melihat mama Sarah yang begitu ingin kalian tidak lagi saling bersikap dingin.” Chiara berkata pelan, dan perkataan Chiara kali ini membuat Aaron menghela nafasnya, sambil membuka pintu mobil di sampingnya.


“Om Aaron….” Chiara memanggil nama Aaron pelan melihat bagaimana Aaron terlihat begitu keras berusaha menghindari untuk menanggapi perkataan Chiara barusan.


“Ayo kita temui yang lain.” Aaron berkata dengan nada suara terlihat tenang, termasuk raut wajah yang tenang juga, tapi Chiara justru merasa tidak nyaman karena baginya jelas-jelas Aaron tidak ingin membahas masalah hubungannya yang dingin dengan Grayson.


Sedangkan Chiara begitu ingin agar kedua kakak beradik itu tidak lagi bersikap seperti musuh, apalagi melihat bagaimana Sarah yang begitu menyayangi Aaron maupun Grayson seringkali menceritakan kepada Chiara tentang keinginannya untuk melihat kedua anak laki-lakinya itu hidup damai seperti layaknya kakak beradik yang saling menyayangi.


“Om Aaron….” Kali ini Chiara yang sudah berdiri di samping Aaron kembali memanggil nama Aaron dengan nada terdengar memohon.


“Aku tidak pernah menganggap Grayson musuhku, kenapa aku harus berdamai dengannya?” Aaron berbisik pelan ke telinga Chiara yang langsung menahan nafasnya.


“Jangan terlalu banyak berpikir Chiara. Aku dan Grayson akan baik-baik saja. Percayalah… kami tidak akan saling membunuh.” Aaron kembali berbisik pelan, sengaja mengucapkan kata-kata untuk menggoda Chiara yang langsung melotot mendengar perkataan Aaron.


Tapi sedetik kemudian, Chiara tersenyum, dan langsung memikirkan sesuatu tentang Aaron dan Grayson, yang bisa membuatnya merasa lebih tenang jika Aaron mau melakukan itu ke depannya.