Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
ALASAN CHIARA UNTUK DAPAT BERTEMU



Hallo om Aaron, apa kabar?


Om Aaron sedang sibuk?


Bisa minta waktunya sebentar om Aaron?


Om Aaron ada waktu malam ini?


Beberapa kali Chiara menuliskan pesan berupa sapaan kepada Aaron, tapi dia segera menghapusnya, karena merasa tidak ada yang cocok.


"Aduh, susah sekali menulis kata-kata yang tepat. Apa om Aaron akan marah kalau tiba-tiba aku menghubunginya? Apa dia akan merasa terganggu jika aku mengirmkan pesan untuknya? Dia pasti akan kesal jika aku mengirimkan pesan saat dia masih sibuk dengan pekerjaannya." Chiara bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Ah... lebih baik aku menelpon pak Zac saja." Chiara yang baru saja menemukan ide bagus, langsung bangkir dari tidur tengkurapnya, duduk bersila di atas tempat tidurnya, dan mencari nama Zachary di kontaknya dan menelponnya.


"Hallo, selamat sore Nona Chiara." Suara ramah Zachary langsung membuat senyum di bibir Chiara terlihat lebar.


"Eh, selamat sore juga Pak Zac...." Chiara buru-buru membalas sapaan dari Zachary.


"Iya Nona, apa ada yang bisa saya bantu?"


"Emmm...." Suara gumaman pelan dari Chiara membuat Zachary tersenyum dan mencoba menebak apa maunya Chiara, sampai menghubunginya sore ini.


"Apa Nona sedang mencari pak Aaron? Nona ada perlu dengan pak Aaron?" Zachary langsung bertanya tanpa mengetahui bagaimana merahnya wajah Chiara saat Zachary bertanya tentang hal itu, seperti seorang anak SMA yang ketahuan sedang mencuri pandang ke arah laki-laki idolanya yang duduk di bangku lain.


Aaron sendiri yang sedang duduk di balik meja kerjanya, dengan mata fokus ke layar laptop di depannya, terlihat tidak perduli dan tetap serius dengan pekerjaannya.


Tapi siapa sangka, kalau telinga super milik Aaron, secara otomatis langsung bekerja begitu dia mendengar suara Chiara yang baru saja menghubungi Zachary.


Sebuah suara yang saat Aaron fokus pada suara itu, bahkan dia tidak lagi mendengar suara-suara lain.


"He he he. Ternyata Pak Zac punya kemampuan membaca pikiran orang lain." Chiara berkata sambil tertawa kecil, membuat Zachary tersenyum geli, tanpa ada niat memberitahukan pada Chiara bahwa saat ini bahkan dia sedang berdiri di samping Aaron yang duduk di kursi kerjanya dengan wajah serius.


"Kalau begitu, apa Nona mau saya memberitahu pak Aaron Nona sedang mencarinya?" Zachary segera menawarkan diri untuk membantu Chiara berbicara langsung dengan Aaron.


"Aduh! Jangan Pak Zac! Jangan!" Chiara langsung berteriak kecil dengan nada histeris begitu mendengar penawaran dari Zachary, yang membuatnya merasa tidak percaya diri dan juga malu jika dia harus berbicara langsung dengan Aaron untuk saat ini.


Suara teriakan kecil dari Chiara yang memotong perkataan Zachary, membuat Zachary merasa semakin geli, sedang Aaron dalam diamnya tanpa sadar menaikkan salah satu alisnya karena mendengar bagaimana Chiara yang mencegah Zachary untuk memberitahukan padanya, bahwa sebenarnya, Chiara menelpon untuk mencarinya.


Tindakan Chiara itu, spontan membuat Zachary terseyum dengan wajah geli karena reaksi Chiara barusan.


"Eh, begini Pak Zac.... Aku memang sedang mencari om Aaron, tapi jangan mengatakan apapun pada om Aaron, apalagi kalau dia masih sangat sibuk. Aku takut mengganggunya." Chiara berkata dengan suara pelan, nyaris berbisik.


"Nona ada sesuatu yang penting untuk disampaikan kepada pak Aaron?" Zachary jadi ikut-ikutan Chiara berkata dengan nada pelan, membuat mereka berdua seperti seorang yang saling berbisik, dan hampir saja membuat Aaron menoleh ke arah Zachary karena menggoda Chiara dengan menirukan tindakan gadis itu.


Akan tetapi karena Aaron sadar bahwa saat ini dia sedang berpura-pura tidak perduli dengan apa yang dibicarakan Zachary lewat telepon, dia memloih tetap pura-pura fokus pada pekerjaannya.


"Anu Pak Zac... kalau di jam seperti sekarang ini, apa om Aaron masih sibuk dengan pekerjaannya?" Dengan ragu Chiara bertanya pada Zachary yang mulai bisa menebak bahwa Chiara ingin berbicara dengan Aaron, tapi takut untuk mengganggunya.


"Ooo, masalah itu tergantung kondisi kantor, Nona. Kadang pak Aaron masih sibuk di jam seperti ini kalau memang masih banyak pekerjaan, tapi kadang juga sudah bersiap pulang ke rumah." Sudut bibir Chiara sedikit naik ke atas mendengar perkataan Zachary yang membuatnya mendapatkan sedikit harapan.


Aaron sendiri begitu mendengar Chiara menanyakan kesibukannya pada Zachary, tanpa bisa dia cegah lagi, Aaron langsung menolehkan kepalanya dan menatap ke arah Zachary.


"Kalau hari ini bagaimana Pak Zac? Apa om Aaron masih sibuk?" Chiara segera kembali bertanya, membuat Zachary memandang ke arah Aaron yang langsung memalingkan wajahnya kembali, tidak ingin Zachary tahu bahwa tadi dia sempat mengamati Zachary.


"Ah.... untuk masalah itu, apa tidak sebaiknya Nona Chiara menghubungi pak Aaron dan menanyakannya sendiri secara langsung?"


"Tidak Pak, Pak Zac saja yang memberitahuku dulu, baru nanti aku hubungi om Aaron. Terus terang aku malu Pak kalau tiba-tiba harus langsung menghubungi om Aaron. Belum lagi kalau ternyata aku mengganggu kesibukan om Aaron, aku kan tidak enak nanti. Jadi... Pak Zac saja ya yang melihat om Aaron sedang sibuk atau tidak?" Zachary sedikit tertawa kecil mendengar Chiara mengatakan hal seperti itu.


"Kalau saya lihat sekarang, pak Aaron sedang menatap layar laptopnya, tapi saya tidak tahu apakah beliau masih lama atau tidak untuk menyelesaikan pekerjaannya. Lebih baik saya tany...."


"Aduh Pak Zac!" Zachary langsung terdiam karena terdengar lagi suara teriakan kecil dari Chiara yang memotong perkataan Zachary dengan tiba-tiba, karena Chiara baru menyadari sesuatu setelah kata-kata Zachary barusan.


"Pak Zac... apa... sekarang ini... Pak Zac sedang bersama om Aaron?" Dengan ragu dan wajah memerah karena malu, Chiara bertanya kepad Zachary.


"Tentu saja Nona Chiara, pak Aaron sedang duduk di depan saya sekarang." Begitu Zachary menjawab pertanyaannya, Chiara langsung terduduk lemas.


Benar-benar memalukan, kenapa pak Zac tidak bilang dari tadi kalau ternyata om Aaron ada di sana? Di dekat pak Zac? Apa dia mendengar pembicaraanku dengan pak Zac ya? Semoga saja tidak....


Chiara berkata dalam hati sambil menepuk jidatnya sendiri sambil menggigit bagian bawah bibirnya.


"Nona... Nona Chiara? Apa Nona masih disana?" Sambil menahan senyum gelinya, Zachary bertanya kepada Chiara setelah beberapa lama tidak ada respon dari Chiara, tidak terdengar suara sedikitpun dari Chiara.


"Ah... eh... iya Pak Zac. Aku masih di sini."


"Lalu bagaimana Nona? Apa Nona mau berbicara langsung dengan om Aaron Nona sekarang?" Masih dengan menahan senyum gelinya, Zachary bertanya kepada Chiara dengan nada menggoda.


"Anu... eh... bagaimana kalau Pak Zac saja yang bertanya kepada om Aaron?" Karena sudah kepalang basah, akhirnya Chiara memutuskan agar Zachary saja yang mewakilinya untuk bertanya bertanya kepada Aaron.