
"Siapa suruh bagian front office kantor ini bersikap tidak hormat pada kami, memperlakukan kami dengan seenaknya, bahkan mencurigai kami seperti sekelompok penjahat yang berniat merampok di gedung ini, padahal mereka sudah sering melihat kehadiranku di kantor ini." Dengan wajah tidak bersalah, Angelina berkata sambil menatap ke arah George yang wajahnya terlihat bertambah kesal begitu mendengar kata-kata balasan dari Angelina.
“Melihat cara dan gaya kedatanganmu, tidak heran kalau mereka melakukan hal seperti itu.” Tanpa memandang ke arah Angelina, George berkata dengan sikap meremehkan, menunjukkan kalau dia ikut mendukung tindakan para pegawai Aaron yang melarang Angelina untuk menemui Aaron di kantornya.
“Apa maksud perkataanmu George?” Angelina bertanya sambil bersidekap setelah mendengus pelan.
"Mereka pasti melakukan itu karena sikapmu yang seenaknya saat datang ke tempat ini." Dengan sinis George berkata kepada Angelina, kali ini dengan memandang ke arah Angelina.
"Aku hanya mengatakan kalau aku mau bertemu dengan Aaron. Tapi mereka justru langsung mencegat kami dan melarang kami untuk naik ke sini dengan alasan Aaron masih ada meeting penting sedangkan aku dan orang-orang yang datang bersama denganku belum ada janji temu dengan Aaron. Memang apa salahnya dengan itu?" Angelina tetap bersikeras tidak mau disalahkan.
"Tentu saja tindakan seenakmu itu yang bermasalah." George berkata dengan nada bicara cukup tinggi.
"Aku tidak pernah bersikap seenaknya. Tunjukkan dimananya aku sudah bersikap seenaknya?" Angelina langsung membalas perkataan George dengan wajah tidak terimanya.
"Apa kamu belum puas sudah menjadi pengkhianat....?" Mata Angelina langung terbeliak sempurna mendengar bagaimana George yang mengatakan dia sebagai pengkhianat.
"George, Angelina.... tolong hentikan...." Aaron segera memotong perkataan George sebelum pria itu semakin emosi dan mengucapkan kata-kata kasarnya pada Angelina.
"Bisa-bisanya kamu menuduhku menjadi pengkhianat...." Angelina berkata dengan raut wajah memerah.
"Apa kamu pikir hanya karena patah hati, dengan mudah aku akan mengkhianati orang-orang yang aku kenal, dan mempertaruhkan nyawa mereka? Aku tidak pernah main-main dengan nyawa seseorang! Bahkan musuhku sendiri! Aku tidak pernah membunuh mereka meskipun aku mampu dan dengan mudah melakukaknya! Apa hakmu menuduhku melakukan tindakan rendah seperti itu? Jangan sembarangan bicara George!" George yang awalnya masih duduk di tempatnya, langsung berdiri begitu mendengar perkataan Angelina.
"Di ruangan ini, yang tahu tentang siapa istri Aaron hanya aku dan kamu! Kalau bukan kamu atau aku, Aldrich tidak akan mengetahui siapa mask men dan juga tentang Chiara. Yang pasti bukan aku yang memberikan info itu pada Aldrich. Hanya aku dan kamu tersangkanya!" George berkata sambil jari telunjuknya terarah kepada Angelina yang masih melotot karena tidak terima sudah dituduh sebagai pengkhianat.
“O ya? Kalau begitu… bagaimana kalau aku bisa menunjukkan siapa pengkhianat yang sebenarnya?” Angelina berkata sambil menjentikkan jari tangannya di atas kepalanya.
Begitu Angelina melakukan itu, dari arah bagian belakang kerumunan tampak dua orang, Jack dan Steve menggelandang seorang laki-laki yang wajahnya tampak tertunduk lesu.
“Mark?” Bibir George langsung menyebutkan nama Mark dengan suara pelan ketika melihat siapa orang yang tertunduk lesu itu.
Aaron sendiri, meskipun tidak mengatakan apapun, tapi dari matanya yang menyipit ketika melihat sosok Mark yang diapit Jack dan Steve, menunjukkan kalau Aaron cukup kaget melihat orang yang dikatakan pengkhianat oleh Angelina ternyata adalah Mark.
"Kalau mau tahu siapa pengkhianatnya, tanyakan langsung pada dia!" Angelina berkata sambil mendorong tubuh Mark ke depan, agar lebih mendekat ke arah George.
Awalnya Angelina sengaja mengubah tubuhnya menjadi genangan air saat menemui Mark, untuk menggoda Mark yang selama beberapa waktu ini sudah menjadi orang yang setia menemaninya, saat dia berada dalam masa keterpurukan setelah cintanya pada Aaron benar-benar tidak lagi memiliki harapan.
Tapi Angelina benar-benar tidak menyangka kalau saat itu dia mendengar tentang berita mengejutkan itu, bahwa Aldrich sudah mengetahui siapa mask men dan juga siapa istri mask men dari Mark, yang sudah bertahun-tahun bergabung dengan tim mereka, dan banyak membantu para mutan lain di tempat penampungan.
Sosok Mark yang pendiam, tidak banyak bicara, tapi memiliki rasa tanggung jawab dan setia kawan yang tinggi, membuat Angelina begitu kaget ketika mengetahui bahwa seorang Mark bisa-bisanya berkhianat kepada Aaron yang sudah begitu baik padanya selama ini.
"Plak!" Sebuah tamparan keras langsung mendarat di wajah Mark yagn tampak begitu terkejut begtu menyadari kehadiran Angelina yang sudah berubah bentuk kembali menjadi manusia biasa dan langsung menggerakkan tangannya untuk menampak Mark.
Tindakan Angelina membuat Mark langsung mematikan handphonenya, yang langsung direbut oleh Angelina.
"Angelina...." Dengan suara tersekat Mark menyebutkan nama Angelina yang wajahnya terlihat begitu marah setelah mengetahui bagaimana Mark sudah mengkhianati Aaron dan kelompok mereka.
"Apa yang sudah kamu lakukan Mark? Apa kamu sudah gila? Bagaimana bisa kamu berbuat sekejam itu pada Aaron dan kami semua?" Angelina berteriak histeris dengan wajahnya yang merah padam karena marah.
"Tidak Angelina... bukan begitu... aku hanya...."
"Hanya apa? Kamu benar-benar tidak tahu terima kasih! Bisa-bisanya kamu melakukan hal sekeji itu pada kaummu! Orang yang sepenanggungan denganmu!" Tanpa memberikan kesempatan pada Mark untuk bicara, Angelina berteriak untuk mengungkapkan rasa kecewanya pada Mark.
Rasa kecewa yang begitu besar yang sedang dirasakan oleh Angelina bukannya tanpa alasan, karena setelah mengalami patah hati karena Aaron, Mark menjadi orang yang cukup dekat dengannya, dimana hampir setiap saat dengan setia Mark selalu menemani Angelina dengan sabar.
"Aku hanya tidak tahan melihatmu menderita karena Aaron...." Mark berkata dengan suara ragu.
Sejak lama, Mark merupakan salah satu pria yang begitu begitu mengagumi Angelina, dan mencintai Angelina dalam diam, karena tidak berani bersaing dengan Aaron, meskipun semua orang yang mengenal dekat mereka berdua tahu kalau Aaron tidak pernah menanggapi perasaan Angelina.
"Shi...iit! Apa maksudmu dengan itu? Apa mentang-mentang kamu melakukan itu untukku, aku akan merasa berterimakasih?" Angelina langsung berteriak tepat di depan Mark yang langsung terdiam.
"Aku tidak pernah memintamu melakukan apapun pada Aaron. Perasaanku pada Aaron, itu urusan pribadiku dan kamu tidak berhak untuk ikut campur dalam hal itu. Kamu tidak punya cukup alasan untuk membenarkan tindakan kurang ajarmu ini!" Angelina kembali berkata dengan nada masih terdengar tinggi.
"Aku tidak pernah meminta siapapun termasuk kamu untuk menyakiti Aaron! Aku bisa menghadapi masalahku sendiri tanpa perlu orang lain ikut campur!" Angelina berkata dengan nafasnya yang memburu karena emosi, rasa marah bercampur dengan rasa kecewa.