
“Untuk hari ini, kemanapun kamu ingin pergi, dengan senang hati aku akan mengantarmu. Kamu boleh membeli apapun yang ingin kamu beli hari ini, termasuk barang-barang lain diluar pakaian dan keperluan pribadimu lainnya. Mana yang kamu suka, kita akan sama-sama membelinya.” Aaron berkata sambil mengambil kunci mobilnya dari jasa valet parking, salah satu fasilitas yang disediakan oleh hotel mewah itu secara gratis untuk para pengunjung, baik yang menginap atau sekedar berkunjung saja di hotel itu.
(Parkir valet adalah kegiatan untuk memarkirkan kendaraan oleh petugas valet, sehingga tidak perlu lagi untuk pemilik kendaraan mencari tempat parkir yang luang tetapi sudah dilakukan oleh petugas valet parkir. Untuk itu pemilik/pengemudi kendaraan turun dari mobil di depan lobi pusat perbelanjaan, supermarket, hotel, restoran, kantor dan menyerahkan mobil kepada petugas yang kemudian memarkirkan kendaraan. Pada saat selesai aktivitas di gedung yang bersangkutan pemilik tinggal menyerahkan kupon tanda terima mobil kepada petugas yang kemudian mengambil kendaraannya.
Dengan kata lain, layanan parkir valet adalah di mana kendaraan akan dipakrirkan oleh petugas valet sehingga pengemudi tidak perlu pusing mencari lahan parkir untuk mobil. Tapi, jasa valet parking memang lebih mahal dari parkir biasa bisa dua sampai tiga kali lipat pengeluaran normal, kecuali ada kebijakan dari pemilik jasa parkir valet.
Dengan adanya valet mobil bisa diparkir berdekatan dengan ruang bebas antar kendaraan yang lebih kecil serta tidak perlu menyediakan ruang untuk gang kendaraan, sehingga bisa meningkatkan efisiensi lahan parkir).
Salah satu fasilitas yang membuat para orang kaya dan berpengaruh merasa senang menginap di hotel mewah dengan fasilitas lengkap itu.
“Kalau begitu, kita pergi saja ke mall XX Om. Disana sepertinya semua barang yang akan kita butuhkan, disediakan di sana. Apalagi, harga barang-barang di sana jauh lebih masuk akal daripada di mall AB.” Tanpa banyak berkomentar, Aaron langsung masuk ke dalam mobil, menunggu Chiara masuk dan duduk dengan sabuk pengamannya yang sudah terpasang, setelah itu Aaron langsung meningjak gas, dan menuju mall XX seperti yang sudah diminta oleh Chiara sebelumnya, menunjukkan kalau Aaron juga setuju dengan pendapat Chiara tentang mall XX.
# # # # # # #
Cukup lama Aaron harus menemani Chiara untuk berbelanja, karena bukan hanya untuk dirinya sendiri dan Aaron, Chiara juga sibuk mencari pakaian untuk anak dan istri Zachary yang memang selama ini cukup dekat dengannya.
Dan Aaron, tentu saja tidak pernah keberatan saat Chiara melakukan hal baik seperti itu.
Lagipula Aaron juga tidak keberatan untuk menemani istrinya berkeliling sepanjang hari ini, justru merasa senang karena saat ini dia bisa seperti pasangan normal lainnya, seorang suami yang mengantar istrinya pergi berbelanja.
Apalagi seorang Aaron tidak akan mungkin kelelahan hanya karena menemani Chiara berjalan keliling seperti itu.
Bahkan karena Chiara yang dengan besemangat keluar masuk dari satu toko ke toko yang lain, dari satu mall ke mall yang lain, dari satu butik ke butik yang lain, sepanajng siang sampai sore itu, membuat akhirnya mereka baru bisa kembali ke apartemen saat jam sudah menunjukkan ke angka 10 malam.
Mereka juga memutuskan untuk makan malam di luar, meskipun tadi awalnya Aaron ingin menghabiskan sore di apartemen sambil mengobrol santai dengan Chiara, meskipun Aaron tahu resikonya kalau berada di dekat Chiara, jantung dan pikirannya tidak akan pernah bisa santai.
Akhirnya, mereka berdua benar-benar menghabiskan waktu berdua di luar, sepanjang hari ini hingga malam.
"Apa kamu masih ada hal lain yang ketinggalan? Mumpung kita masih diluar?" Aaron bertanya kepada Chiara sambil memperlambat laju mobilnya yang sudah memasuki kawasan apartemen, tapi belum sampai ke tempat parkir.
"Oke, kalau begitu aku akan langsung memarkirkan mobil. Supaya kamu juga bisa langsung beristirahat, besok perjalan ke villa Malverich cukup jauh." Aaron berkata sambil mengubah posisi tuas persneling mobil karena untuk memasuki area parkir apartemen, jalanan harus menanjak., apalagi posisi lantai parkir khusus untuk mobil Aaron berada di lantai paing atas.
(Persneling atau nama lainnya girboks adalah sistem roda gigi dan hidraulis yang menghantarkan tenaga mekanis dari penggerak ke roda dengen kecepatan lebih rendah tetapi gaya putar lebih tinggi).
# # # # # # # #
“Hah cukup melelahkan, tapi aku suka sekali bisa berbelanja ditemani Om Aaron… terimakasih ya Om untuk hari ini.” Chiara berkata sambil matanya menatap ke arah tumpukan tas baik kertas maupun plastik, yang merupakan hasil belanja Chiara sejak tadi siang.
Semua tumpukan itu berada di atas meja ruang tamu apartemen, tepat di tempat Chiara sedang duduk dengan sikap sedikit berselonjor di sofa yang ada di ruang tamu itu.
Aaron sendiri masih berdiri di depan Chiara, dipisahkan oleh meja dengan tumpukan tas belanjaan, sambil memgang handphonenya, sibuk mengetikkan pesan pada seseorang.
Begitu mendengar suara majikannya datang, Tia yang siang tadi baru datang kembali ke apartemen, langsung bergegas mendekat ke arah kedua majikannya.
"Selamat malam Pak Aaron, Nona Chiara...." Tia langsung menyapa Aaron dan Chiara yang langsung membalas sapaan Tia.
Aaron dengan sebuah anggukan pelan tanpa senyum sedang Chiara tampak tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya.
"Bagaimana kabar orangtuamu Tia?" Chiara langsung menanyakan kabar orangtua Tia yang sakit dan membuat Tia dengan panik meminta ijin untuk pulang menjenguk orangtuanya.
"Sudah jauh lebih baik Nona. Paman dan bibi saja juga adik saya yang menjaganya sekarang. Terimakasih untuk bantuan Nona Chiara, sehingga orangtua saya bisa segera dibawa ke rumah sakit dan ditangani dengan baik." Tia berkata sambil membungkukkan tubuhnya sedikit ke arah Chiara untuk mengungkapkan rasa terimakasihnya karena begitu mendengar orangtua Tia sakit, bukan hanya memberinya ijin untuk pulang menjenguk, tapi Chiara juga memberikan sejumlah besar uang untuk membawa orangtua Tia ke rumah sakit, agar bisa mendapatkan penanganan dari rumah sakit dan dokter yang terbaik.
"Eh, tidak perlu terlalu sungkan Tia, yang penting sekarang kedua orangtuamu sudah membaik, aku ikut senang." Chiara langsung berkata sambil tersenyum.
Aaron yang tahu apa yang sudah dilakukan oleh Chiara pada Tia dari Zachary, menatap Chiara dengan tatapan bangga, memiliki seorang istri yang baik hati seperti Chiara, meskipun masih sangat muda, namun jiwa sosialnya sangat tinggi, yang selalu memperhatikan dan membantu orang-orang yang ada di sekelilingnya.