
Apalagi jenis kekuatan Aaron, bukan seperti kekuatan yang dimiliki oleh Zachary, yang notabene tidak akan pernah bisa melukai orang lain karena kekuatan itu.
“Butuh waktu cukup lama untuk benar-benar membuat efek liontin itu menghilang dari tubuh Chiara yang sudah bertahun-tahun mengenakannya. Tapi aku sudah menemukan cara untuk mengendalikan kekuatanku saat di dekatnya….”
Dengan membuatmu berada tidak jauh dari kami berdua.
Aaron melanjutkan kata-katanya dalam hati tanpa berani mengucapkannya di depan Zachary.
Bukan kenapa-kenapa, bukan karena Aaron tidak mempercayai Zachary, tapi Aaron merasa malu dan pastinya tidak ingin Zachary tahu kalau dia menjadi orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan percintaannya dengan Chiara.
Kekuatan yang dimiliki oleh Zachary, yang sekarang langsung bekerja saat berada di dekat Aaron, membuat Aaron bisa dengan aman melakukan hal paling intim dengan Chiara, dan itu tidak disadari oleh Zachary tentunya.
Aku harus segera memikirkan cara untuk membuat Zachary terus berada di dekatku dan Chiara, apapun yang terjadi.
Aaron berkata dalam hati sambil memikirkan cara terbaik untuk melaksanakan niatnya itu.
"Ah, semoga Anda berdua segera bisa mengatasi masalah itu." Zachary yang tidak tahu tentang pengaruhnya terhadap kehidupan pribad antara Aaron dan Chiara, dengan polosnya mengatakan itu.
"Mmm... iya... aku harap juga begitu...." Aaron berkata pelan, karena otaknya masih sibuk memikirkan cara terbaik untuk membuat Zachary tidak jauh darinya dan Chiara, atau tugas kenegaraan tidak bisa dia laksanakn dengan baik bersama Chiara.
Padahal tadi Chiara mengatakan kalau besok kemungkinan tamu tidak diundangnya sudah akan pergi untuk sementara waktu, dan itu artinya Aaron bisa segera meminta jatahnya kembali.
Membayangkan itu, bahkan tanpa sadar wajah Aaron terlihat sedikit memerah dengan senyum malu-malu yang terlihat di wajahnya, membuat Zachary melongo.
Apa yang sedang dipikirkan oleh Pak Aaron sekarang? Aku belum pernah melihat ekspresi wajah Pak Aaron yang seperti itu. Kenapa wajahnya terlihat aneh dan mungkin terlihat sedikit...mesum? Sungguh tidak masuk akal.
Masih dengan melongonya, Zachary berkata dalam hati, karena merasa begitu heran dengan sikap Aaron yant diluar dari kebiasaannya.
Jadi seperti bukan Pak Aaron yang sedang ada di depanku sekarang. Kemana perginya sosok pak Aaron yang biasanya berwajah datar dan tampak dingin itu?
Zachary melanjutkan kata-katanya dalam hati dengan mata masih menatap Aaron untuk beberapa saat, sampai Aaron berhasil mengalihkan pikirannya dan kembali fokus pada Zachary, karena sudah siap dengan perintah baru yang harus dilaksanakan oleh Zachary.
"Eh, Zachary, segera minta orang bagian pemasaran gedung bertemu denganku setelah ini. Beri aku waktu break selama 15 menit, setelah itu biarkan dia menemuiku."
"Sementara waktu, kamu boleh pergi Zachary, tolong aturkan agar jadwalku sore ini dikosongkan. Ada sesuatu yang penting yang harus aku lakukan dan harus aku selesaikan sebelum besok. Untuk jadwal besok, aku hanya akan bekerja hingga pukul 3 sore, setelah itu aku juga akan ada acara pribadi yang harus aku hadiri." Aaron berkata kepada Zachary.
"Kecuali jadwal aku menjemput Chiara jam 5 sore nanti ke kampus." Zachary tentu saja langsung menganggukkan kepalanya mendengar perintah itu.
Kalau untuk jadwal yang satu itu, mana mungkin pak Aaron melewatkannya.
Zachary berkata dalam hati sambil tersenyum.
"Kalau begitu, kamu boleh keluar sekarang, dan mengerjakan apa yang baru aku perintahkan."
"Maaf Pak Aaron, untuk jadwal pribadi Pak Aaron besok, di atas jam 3 sore, kira-kira apa yang harus saya lakukan untuk Bapak? Apa Bapak memerlukan bantuan saya?" Aaron langsung menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Zachary.
"Tidak, besok kamu pulang saja lebih awal. Jam 3 sore kamu boleh pulang."
"Hah?" Lagi-lagi Zachary harus melongo karena ucapan Aaron yang baru saja didengarnya, yang terasa begitu aneh.
Aaron adalah seorang bos yang bagi Zachary tidak mengenal lelah, dan boleh dibilang sangat jarang pulang lebih awal, bahkan justru hampir setiap harinya sibuk dengan pekerjaan yang membuatnya lembur tanpa mengenal waktu.
Hal itu tentu saja sangat berpengaruh pada jam kerja Zachary yang pasti mengikuti jam kerja Aaron sebagai asisten pribadi yang mengurus semua hal yang berkaitan dengan Aaron.
Dan sekarang tiba-tiba secera mendadak Aaron memberinya perintah untuk pulang lebih awal besok? Zachary benar-benar tidak percaya, apalagi minggu lalu dia sudah diajak berlibur di villa keluarga Malverich selama beberapa hari.
"Pak Aaron, apa saya tidak salah dengar?" Dengan ragu Zachary bertanya, untuk memastikan kalau telinganya masih normal.
"Apanya yang salah? Besok pulang saja jam 3 sore, karena aku juga tidak adalagi di kantor besok setelah jam 3 sore. Apa kamu mau tinggal dan tidur di kantor mulai besok?"
"Tidak Pak Aaron, tentu tidak. kalau begitu, terimakasih. Saya akan keluar sekarang." Zachary buru-buru berpamitan, sebelum bos besarnya itu menyesal dan mengubah keputusannya untuk bisa pulang lebih awal besok.
"Aneh.... Bagaimanapun aku tetap merasa aneh dengan tindakan dan perintah Pak Aaron." Zachary bergumam pelan sambil berjalan ke arah ruangan tempat devisi pemasaran gedung apartemen berada.
Aaron sendiri, begitu Zachary keluar dari ruangannya, langsung sibuk mengirimkan pesan ke beberapa orang untuk melancarakan rencananya agar Zachary bisa selalu berada di dekatnya dan Chiara, meskipun itu diluar jam kantor, selama efek medan magnet yang ada di tubuh Chiara masih ada dan membuat kedekatan Aaron dan Chiara masih terganggu.