
"Aku akan pergi kesana sekarang juga." Aaron berkata dengan nada datar, sambil meletakkan pena yang ada di tangannya, lalu merapikan jasnya, membiarkan wajah Zachary yang tampak kebingungan dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Aaron kepadanya.
"Tapi Pak Aaron... 30 menit lagi kita ada pertemuan dengan pihak luar untuk membahas berapa persen saham yang akan kita beli dari mereka." Zachary mencoba mengingatkan Aaron tentang jadwal kerjanya hari ini yang kebetulan sangat padat, karena ini hari Senin.
Hari Senin merupakan hari dimana menjadi hari yang paling sibuk bagi Aaron, dengan jadwal padat yang sudah berhari-hari, bahkan mungkin berminggu-minggu yang lalu sudah disiapkan oleh Zachary dengan baik.
Dan bukan menjadi kebiasaan Aaron, untuk secara tiba-tiba saja berencana mengubah jadwal kerja hariannya, jika itu bukan untuk masalah yang sangat penting dan mendesak.
"Atur ulang saja rencana pertemuan itu. Jika memungkinkan geser saja jadwal acaraku hari ini, jadi setelah aku kembali dari sekolah. Setelah kita kembali dari sana, kita bisa melanjutkan jadwal normalku." Aaron yang sudah berdiri tepat di hadapan Zachary, langsung berkata tanpa perduli dengan Zachary yang terlihat sedikit bingung.
"Tapi Pak, Anda sendiri tahu kalau membuat janji temu dengan orang-orang ini sangat sulit. Bagaimana jika mereka menolak? Dan mengakibatkan batalnya rencana Bapak untuk membeli saham milik mereka?" Aaron menatap lurus ke arah Zachary begitu mendengar tanggapan dari Zachary.
"Biarkan saja mereka menjual saham itu kepada orang lain. Toh, bukan hanya perusahaan mereka saja yang menawarkan saham mereka untuk kita. Banyak perusahaan besar lain berlomba-lomba ingin agar kita berinvestasi pada perusahaan mereka. Tanpa membeli saham mereka juga perusahaan kita bisa menghasilkan keuntungan yang sangat tinggi. Batalkan saja pertemuan itu sesuai rencana, karena aku harus segera pergi sekarang sebelum terlambat. Siapkan mobilku." Tanpa membiarkan Zachary mengeluarkan pendapatnya kembali, Aaron langsung melangkah keluar dari kantornya, membuat Zachary dengan buru-buru mengikuti di belakangnya, meskipun akhirnya Zachary berpisah jalan dari Aaron karena harus mengambil mobil Aaron dan membawanya ke bagia depan gedung.
Apa maksudnya pak Aaron tidak ingin terlambat? Memang ada acara khusus yang harus dihadiri pak Aaron di sekolah itu? Apa yang terjadi dengan pak Aaron? Setelah bertahun-tahun bekerja bersamanya, tiba-tiba dia mengorbankan pertemuan penting untuk mengunjungi sekolah SMA itu? Apa semua karena nona Chiara?
Zachary sebagai asisten pribadi Aaron, dan juga orang yang diperintahkan oleh Aaron untuk mengumpulkan info detail tentang Chiara, langsung menebak-nebak dalam hati, kenapa Aaron tiba-tiba bersikap aneh.
Apalagi Zachary yang pagi tadi baru saja memberikan berkas-berkas info tentang Chiara tahu tentang keberadaan Chiara yang bersekolah di SMA itu.
Wah, perkembangan yang cukup bagus. Jika selama ini pak Aaron terlihat begitu fokus pada pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk dirinya sendiri, membuatnya hidup seperti robot, semoga kehadiran nona Chiara bisa membuat pak Aaron lebih manusiawi dan bersikap lebih hangat.
Zachary yang juga tahu tentang rencana pernikahan Aaron dan Chiara, karena dia yang diperintahkan oleh Johnson dan Sarah untuk menyiapkan pernikahan itu, berkata dalam hati sambil tersenyum.
Dan yang pasti, jika nona Chiara bisa mengubah sifat Pak Aaron yang dingin dan penggila kerja, artinya, jam lemburku akan berkurang banyak. Itu artinya, aku akan memiliki lebih banyak waktu untuk istri dan anakku. He he he.
(Workaholic adalah kecanduan kerja, atau gila kerja, atau yang lebih dikenal dengan workaholism pertama kali digunakan untuk menggambarkan kebutuhan yang tidak terkendali untuk terus bekerja. Orang yang disebut dengan workaholic adalah seseorang yang memiliki kondisi ini. Ada banyak alasan mengapa seseorang menjadi workaholic, namun biasanya adalah untuk lari dari masalah yang sedang dihadapi. Seorang workaholic biasa 'mengubur diri' di dalam pekerjaan, sehingga mereka terkadang sampai lupa bahwa hidup bukan hanya untuk bekerja saja).
Atau kadang, Aaron memilih untuk mengunjungi pabrik-pabrik miliknya, yang tetap berproduksi di hari akhir pekan, maupun hari besar, karena tingginya permintaan pasar terhadap produk-produknya.
Karena Aaron sendiri, lebih suka menghabiskan waktunya di kantor, agar pikirannya tidak terlalu sibuk memikirkan tentang suara-suara bising pembicaraan atau kejadian-kejadian di sekitarnya, yang kerapkali dia dengar di telinganya, yang seringkali begitu mengganggunya dan membuatnya harus mengalihkan perhatiannya agar tidak fokus pada semua itu.
Bukannya Aaron tidak ingin membantu orang lain, tapi Aaron belajar banyak dari pengalaman, bahwa terlalu ikut campur dengan urusan orang lain, justru akan membahayakan orang-orang yang berada di dekatnya.
Dan pemikiran tentang itu, kembali mengingatkan Aaron tentang kematian adik tiri perempuannya, Jasmine Malverich yang kematiannya meninggalkan trauma bagi keluarga mereka, menyebabkan Grayson, adik tiri Aaron ayng lain begitu membenci Aaron, karena berpikir bahwa Aaron adalah penyebab kematian Jasmine, kakak kandung Grayson.
Jasmine Malverich, adalah anak pertama dari Johnson dan Sarah, yang merupakan ibu tiri Aaron.
Gadis cantik itu meninggal ketika masih berusia 19 tahun, dan kematian Jasmine menjadi pukulan yang berat bagi Aaron maupun Johnson dan Sarah, apalagi Grayson, yang sampai saat ini berpikir bahwa kematian Jasmine dikarenakan oleh Aaron.
Kematian Jasmine, membuat Aaron yang pada dasarnya pendiam dan penyendiri, membuat sikap diam dan penyendirinya semakin menjadi.
"Pak Aaron...." Suara panggilan dari kepala sekolah membuat Aaron kembali menoleh ke arahnya.
"Lalu bagaimana rencana pengumuman penerima beasiswa dari perusahaan Pak Romi?" Dengan suara pelan, kepala sekolah bertanya tentang acara selanjutnya, yang seharusnya adalah proses penerimaan beasiswa bagi siswa siswi berprestasi.
"Seperti yang aku katakan tadi. Sebagai pemilik sekolah ini, aku keberatan menerima donasi ataupun bantuan beasiswa yang bertujuan untuk mengikat dan membuat para siswa terkekang. Ambil waktu untuk membicarakan itu bersama dengan pak Romi. Kalau dia keberatan dengan syarat yang aku ajukan, aku tidak keberatan jika dia menarik donasi dan beasiswa perusahaannya, dari sekolah ini. Silahkan Anda sampaikan hal itu pada pak Romi." Aaron berkata sambil sedikit menggeser duduknya, tanpa perduli dengan wajah kepala sekolah yang terlihat bingung, memikirkan cara untuk menghadapi Romi dan menyampaikan keputusan dari Aaron barusan.
"Maaf, aku tidak punya banyak waktu. Aku akan kembali ke kantor, sampaikan salamku kepada guru-guru dan para siswa." Aaron berkata sambil bangkit dari duduknya, dan berjalan meninggalkan panggung, diikuti oleh Zachary dan satu orang lagi yang merupakan pengawal pribadi Aaron.