
"Akh..." Suara pekikan kecil karena kaget kepalanya yang tiba-tiba dipegang oleh seseorang terdengar dari bibir Brandon.
"Hei, kenapa melamun dengan wajah kusut, sampai hampir menabrak tiang listrik?" Suara bariton dari Arya yang empunya tangan yang menahan kening Brandon itu langsung terdengar menyapa telinga Brandon.
"Iya...." Brandon menjawab singkat tanpa menatap ke arah Arya.
"Eh?" Melihat tanggapan Brandon, Arya langsung mengernyitkan keningnya dengan wajah bertanya-tanya.
"Kamu kenapa? Seperti prajurit baru pulang karena kalah perang?" Arya kembali bertanya pada Brandon yang menghela nafas panjang, dan akhirnya menatap Arya dengan tatapan sendu.
"Bahkan aku belum berangkat perang tapi sudah kalah."
"Lhoo... apa maksudmu? Ini pasti tentang Chiara... Apa dia menolak pernyataan cintamu?" Arya yang tahu kalau beberapa waktu ini sikap Brandon sudah seperti orang gila sejak bertemu Chiara, bisa langsung menebak apa yang terjadi pada Brandon.
"Jangankan menyatakan cinta. Baru bertemu hari ini setelah beberapa hari tidak bertemu, dia sudah memberikan kejutan besar sampai aku tidak bisa berkata-kata lagi." Brandon berkata dengan nada putus asa, membuat Arya langsung menepuk-nepuk bahunya, sebelum akhirnya memeluk bahu itu.
"Butuh hiburan malam ini?" Pertanyaan Arya membuat Brandon langsung menoleh ke arah Arya sambil menyipitkan matanya.
"Jangan menyesal dan menarik lagi perkataanmu." Brandon berkata sambil menarik salah satu sudut bibirnya.
"Janji." Arya menjawab singkat.
"Kalau begitu, jangan salahkan aku kalau kamu harus mentraktirku hingga bangkrut malam ini." Brandon berkata sambil berjalan ke arah mobil Arya yang baru saja terparkir di depan toserba yang awalnya menjadi temapt pertemuannya dengan Chiara.
"Kira-kira mentraktirmu apa yang bisa membuat aku bangkrut dalam semalam?" Dengan percaya diri Arya berkata kepada Brandon.
"Pokoknya malam ini aku mau makanan paling enak, paling mahal yang dijual di kota ini. Setelah itu aku mau nonton film komedi, ditemani dengan seplastik besar pop corn dan keripik, sebotol besar coca cola dingin. Lalu kita lanjut ke cafe menghabiskan malam sambil menikmati kopi dan mengobrol." Semua yang diucapkan Brandon, menunjukkan kegalauan hatinya saat ini, hanya ditanggapi dengan sebuah senyuman oleh Arya.
"Apapun itu, silahkan kamu lakukan sesuka hatimu. Hari ini aku yang akan membayar semuanya." Brandon langsung meringis mendengar perkataan Arya.
Sedang Arya sambil tersenyum berjalan ke arah pintu pengemudi, merasa sedikit lega, paling tidak Brandon tidak melakukan suatu hal yang konyol karena patah hati.
Mungkin malam ini Arya tahu dia harus semalaman menemani Brandon. Tapi paling tidak Arya berharap besok suasana hati Brandon sudah normal kembali, meski pasti belum sepenuhnya bisa melupakan Chiara secepat itu.
Apalagi bagi Brandon, Chiara adalah cinta pertamanya. Gadis pertama yang membuatnya merasakan apa itu jatuh cinta.
"Kalau tidak keberatan untuk bercerita, sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan Chiara? Kenapa kamu langsung patah arang? Apa dia ternyata sudah punya kekasih?" Arya yang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang bertanya sambil melirik ke arah Brandon yang tampak menatap ke arah depan dengan pandangan kosong.
Meski Arya sudah bersedia menemaninya malam ini, bayangan tentang wajah cantik dan ceria Chiara masih silih berganti memenuhi pikirannya.
Dan setiap Brandon membayangkan wajah tampan Aaron yang terlihat begitu melindungi Chiara meski wajah tampan itu terlihat dingin dan datar, membuat Brandon menghela nafasnya.
"Kalau cuma seorang kekasih sih, masih mending. Seperti pepatah orang jawa, sebelum ada janur melengkung, masih ada kesempatan. Masih bisa ditikung. Masalahnya ternyata dia sudah memiliki seorang suami." Brandon berkata dengan nada terdengar ogah-ogahan.
(Masyarakat Indonesia biasanya mengenal kalimat "Tenang aja selama janur kuning belum melengkung," ungkapan tersebut adalah peribahasa ditujukan kepada remaja yang sedang kasmaran, mengharapkan dapat menjadi jodoh dari seseorang yang sedang disukai.
Adat Jawa sendiri memang memiliki kepercayaan khusus terhadap sejumlah kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang. Janur kuning merupakan salah satu warisan budaya atau adat-istiadat yang sampai saat ini masih dipercaya sejumlah masyarakat yang akan menggelar pernikahan. Arti janur kuning pun sarat akan makna sebuah simbol kebudayaan.
Arti janur melengkung dalam filosofi budaya adat jawa, ternyata bukan sekadar hiasan.
Mengutip buku Tanaman Kultural dalam Perspektik Adat Jawa dalam Aspek Kajian Filosofi karya Purnomo (63:2013), secara linguistik kata janur kuning berasal dari kata jan yang diartikan jannah. Jannah adalah kata Bahasa Arab yang berarti surga, nur artinya cahaya dan ning berarti wening artinya suci.
Dalam upacara pernikahan, janur kuning juga dijadikan simbol harapan akan diberi rumah tangga yang indah. Jadi dapat disimpulkan, arti janur kuning melengkung adalah seseorang telah memutuskan dirinya untuk berumah tangga atau bersama dalam hubungan yang diberkahi oleh Tuhan dalam sebuah ikatan kasih sayang yang suci.
Sementara arti janur kuning belum melengkung yang merupakan salah satu peribahasa Indonesia berarti, apapun masih bisa terjadi atau sebelum janur kuning melengkung alias dipercaya masih boleh menikung. Hal ini dapat disimpulkan, selama orang yang kita sayangi belum menikah, artinya masih ada kesempatan untuk mendapatkannya. Peribahasa ini memang mempunyai makna percintaan yang mendalam).
"Lho? Ternyata Chiara sudah menikah? Bukannya dia baru saja mau mulai kuliahnya? Itu artinya dia masih sangat muda. Usianya paling-paling masih 18 atau 19 tahun? Sudah menikah? Apa tidak salah itu?" Arya langsung mengucapkan begitu banyak pertanyaan begitu mendengar perkataan Brandon tentang Chiara yang sudah menikah.