
"Eh...." Julia yang berencana mencegah Chiara hanya bisa diam terpaku melihat Chiara yang wajahnya tampak kesal, tiba-tiba mendekat ke arah Aaron, yang sedang duduk di sofa menatap ke arah Chiara dengan sedikit mengernyitkan alisnya karena melihat bagaimana dengan wajah kesalnya, Chiara mendekat dengan cepat ke arah Aaron.
"Om Aaron...." Belum lagi Aaron yang kaget bisa tenang kembali karena tindakan Chiara yang berjalan cepat ke arahnya, tiba-tiba saja, Chiara yang sudah berdiri tepat di depan Aaron, membungkukkan tubuhnya ke arah Aaron, dengan salah satu telapak tangannya menumpu pada sandaran sofa, tepat di samping bahu Aaron, seolah berencana mengurung tubuh Aaron dalam kungkungan lengan mungilnya.
Dan dengan salah satu tangannya yang lain, Chiara masih memegang erat gaun yang dijinjingnya.
Bahkan salah satu kaki Chiara, menempel pada sofa, tepat di samping kaki Aaron yang duduk di sofa itu, sehingga kaki Chiara menyentuh, bahkan berdempetan dengan kaki Aaron, dipisahkan oleh gaun yang dikenakan Chiara dan celana panjang Aaron.
Jika tidak, kedua kaki mereka pasti sudah saling menempel satu dengan yang lain.
Tindakan Chiara yang benar-benar tidak diduga oleh Aaron, membuat Aaron harus menahan nafasnya untuk dapat mengendalikan jantungnya yang mulai menggeliat di dalam sana.
"Maunya Om Aaron apa sih? Sudah belasan kali Chiara mencoba gaun pengantin yang menurut Chiara semuanya indah, tapi tidak satupun yang Om sukai. Jadi.... jelaskan pada Chiara, gaun pengantin seperti apa yang Om Aaron inginkan untuk Chiara kenakan?" Chiara berkata dengan nada terdengar berapi-api, sedang Aaron sendiri yang tampak tidak menyangka dengan tindakan berani Chiara yang sekarang jaraknya begitu dekat dengannya, membuat Aaron merasa canggung.
Apalagi, dengan gaun jenis belahan dada rendah yang sedang dikenakan oleh Chiara yang membungkukkan tubuhnya tepat di depan Aaron, sekilas Aaron bisa melihat bagian dada Chaira yang terlihat memperlihatkan belahan dadanya dengan jelas, karena potongan leher yang terlalu rendah pada pakaian itu.
Dan jarak yang begitu dekat antara Chiara dan Aaron membuat Aaron bisa melihat itu dengan begitu jelas, baik belahan dada dan juga kulit putih mulus di bagian dada Chiara yang tidak tertutup kain.
Mau tidak mau, Aaron, harus mengalihkan pandangan matanya dari pemandangan yang sudah membuatnya menelan ludahnya dengan kasar, kalau Aaron tidak ingin kembali menelan ludahnya lagi karena pemandangan yang disuguhkan Chiara padanya, tanpa disadari oleh Chiara sendiri, sudah membuat jantung Aaron berdetak dengan begitu kencang dan tidak terkendali, dan membangkitkan jiwa laki-laki normalnya.
"Chiara... duduklah dahulu...." Dengan sudah payah, Aaron berusaha berbicara dengan nada suara senormal mungkin, agar tidak menunjukkan bahwa saat ini dia berusaha begitu keras untuk mengatur ritme suaranya agar tidak menunjukkan bahwa nafasnya hampir saja tersengal-sengal dan terasa memburu barusan.
Meskipun Chiara masih begitu muda dan tubuhnya belum terbentuk sempurna, tapi jejak keindahan bentuk tubuh Chiara di masa depan, sudah terlihat jelas sejak sekarang.
Sehingga mau tidak mau, tanpa disadari oleh Chiara sendiri, Chiara baru saja memamerkan indahnya sebagian tubuhnya yang tersembunyi itu di depan Aaron, yang tanpa sadar, membuat munculnya sebutir keringat meluncur dari dahi Aaron karena melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat.
"Tidak mau! Om Aaron sudah membuatku kesal. Apa sebenarnya Om mengajakku ke tempat ini karena hanya ingin mempermainkanku? Ingin mengerjaiku?" Chiara berkata sambil menegakkan kembali tubuhnya, lalu menghentak-hentakkan kakinya ke lantai, untuk mengungkapkan rasa jengkelnya pada Aaron yang sudah membuatnya lelah berganti gaun pengatin hingga belasan kali.
"Om Aaron tega sekali. Apa Om pikir mudah berganti-ganti gaun pengantin sampai belasan kali? Lihat, bahkan punggungku ada sedikit lecet karena terkena resleting gaun tanpa sengaja." Dengan polosnya Chiara berkata kepada Aaron sambil membalikkan tubuhnya, berencana menunjukkan bagian kulit punggungnya yang terlihat sedikit memerah karena terkena resleting gaun, akibat dia yang tadi terlalu banyak bergerak ketika Julia memakaikan salah satu gaun pengantin padanya.
"Eh, maaf Nona, tadi aku tidak sengaja melakukannya. karyawanku sudah mengambil salep untuk mengobatinya, agar tidak terasa perih dan meninggalkan bekas." Julia yang sudah menyusul Chiara, berdiri di depan Aaron, tepat di samping Chiara, segera mencegah Chiara menunjukkan kulit punggungnya pada Aaron yang merasa lega karena Julia berhasil membujuk Chiara untuk tidak lagi memamerkan kulit putih mulusnya kepadanya.
Julia sendiri merasa tidak enak dan sungkan, bagaimana dia bisa ceroboh sampai melukai kulit mulus bagian punggung milik calon istri seorang Aaron Malverich.
Tapi melihat wajah Aaron yang tidak menunjukkan wajah marah padanya, membuat Julia sedikit menarik nafas lega.
"Om! Sebenarnya Om Aaron mau gaun pengantin seperti apa yang akan aku kenakan? Aku sudah bosan mencoba gaun-gaun itu Om." Chiara berkata sambil menatap ke arah Aaron yang terlihat sedikt bingung untuk menjawab pertanyaan Chiara.
Sungguh sebuah ekspresi yang selama ini tidak pernah sekalipun ditunjukkan oleh seorang Aaron, sebuah wajah merasa bersalah sekaligus bingung harus berkata apa yang dia tunjukkan pada seseorang, tepatnya seorang gadis kecil di hadapannya yang wajahnya tampak memberengut karena kesal sekaligus lelah.
"Em... atau mungkin Pak Aaron perlu melihat-lihat katalog koleksi gaun kami, mungkin bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan gaun yang paling cocok dengan nona Chiara?" Julia langsung menawarkan satu ide yang diharapkannya bisa menjadi jalan keluar dari masalah memilih gaun yang cocok untuk Chiara.
(Katalog berasal dari bahasa Latin “catalogus” yang berarti daftar barang atau benda yang disusun untuk tujuan tertentu. Dengan kata lain, katalog adalah daftar koleksi sebuah pusat dokumentasi atau beberapa pusat dokumentasi yang disusun menurut sistem tertentu).
"Tidak perlu.... Biarkan nona Chiara mencoba satu lagi gaun pengantin, jika aku tetap merasa tidak cocok, biarkan nona Chaira sendiri yang memilih gaun pengantin sesuai dengan keinginannya." Aaron berkata sambil bangkit dari duduknya, lalu membisikkan sesuatu pada Julia yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti sambil tersenyum.
"Aku punya koleksi gaun seperti yang diinginkan Pak Aaron. Semoga Pak Aaron menyukainya." Julia berkat sambil menggamit lengan Chiara, yang langsung menoleh ke belakang, ke arah Aaron meskipun kakinya mengikuti langkah-langkah Julia untuk kembali menuju ruang fitting.
"Om... janji hanya sekali ini saja ya aku mencoba gaun yang lain lagi?" Mendengar pertanyaan Chiara dengan suara cerianya, membuat Aaron buru-buru menganggukkan kepalanya dengan sebuah senyum senyum tipis tersungging di bibirnya.
"Huft...." Begitu Chiara memasuki ruang fitting, Aaron langsung menghembuskan nafas lega sambil salah satu tangannya memegang dada kirinya yang rasaya masih belum mau berhenti berdetak dengan keras sejak kejadian di sofa tadi.