Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MENCARI CHIARA



Begitu Zachary menghentikan mobilnya di depan lobi hotel, dengan gerakan terburu-buru dan bergegas Aaron langsung turun, diikuti oleh Zachary yang baru saja melemparkan kunci mobil pada petugas valet.


"Selamat pagi Pak Aaron, Pak Zachary...." Petugas bagian front office langsung menyapa Aaron dan Zachary dengan ramah, karena sudah mengenal dan mengetahui siapa kedua pria tampan yang terlihat sedang terburu-buru itu.


"Tolong beritahukan pada kami apakah tamu atas nama Rey dari Amerika masih menginap di hotel ini?" Aaron langsung bertanya kepada petugas hotel itu.


"Tentu saja masih Pak. Mereka sudah membooking 6 kamar presidential suit room untuk dua minggu ke depan. Bahkan sudah membayar biayanya di depan...."


"Apa sekarang mereka ada di hotel, atau sedang keluar?" Aaron kembali bertanya.


"Mereka ada di dalam. Dalam waktu 10 menit ini tamu itu minta agar bagian restoran dikosongkan, karena beliau mengatakan akan ada pertemuan penting antara dia dengan kliennya." Baik Aaron maupun Zachary tampak mengernyitkan dahinya mendengar perkataan dari petugas hotel itu.


"Mereka akan ada acara makan siang dengan beberapa rekan mereka. Tadi nona Chiara juga memenuhi permintaan khusus dari tamu itu untuk bertemu dan membicarakan tentang booking restoran untuk beberapa hari ke depan." Mata Aaron dan Zachary langsung membulat sempurna mendengar perkataan dari petugas hotel itu.


"Bukankah hari ini jadwal nona Chiara datang ke hotel baru siang nanti?" Zachary spontan bertanya dengan wajah terlihat khawatir.


"Benar, tapi nona Chiara tadi datang lebih awal, mungkin ada perubahan jadwal kuliah nona. Dan kebetulan tadi Tuan Rey dan temannya sedang berada di lobi ketika nona Chiara datang. Kebetulan mereka memang ingin bicara dengan salah satu petinggi hotel untuk membahas rencana acara mereka. Sehingga nona Chiara langsung mengajak mereka bicara." Tanpa tahu apa yang sudah terjadi, petugas itu dengan sikap ramah dan wajah tenang berusaha menjelaskan apa yang sudah terjadi antara Rey dan Chiara.


"Dimana nona Chiara sekarang....?" Zachary langsung bertanya, sedang Aaron tanpa memperdulikan Zachary langsung melangkah pergi, karena baru saja mengaktifkan pendengaran supernya untuk bisa melacak keberadaan Chiara.


Aaron berharap Chiara mengeluarkan suaranya sehingga dia bisa mendengarnya dan bisa segera mencari sumber suara.


Dan harapan Aaron tercapai karena saat ini Aaron bisa mendengar dengan begitu jelas suara ramah dan ceria Chiara yang sedang berbincang-bincang dengan orang lain.


Dan yang membuat Aaron semakin khawatir, sampai dadanya berdetak dengan cepat seperti seseorang yang baru saja selesai mengikuti lomba lari marathon puluhan kilometer, adalah suara laki-laki yang sedang berbicara dengan Chaira dalam bahasa inggris, dengan aksen Amerika yang cukup kental.


(Aksen atau logat adalah cara mengucapkan kata (aksen) atau lekuk lidah yang khas, yang dimiliki oleh masing-masing orang sesuai dengan asal daerah ataupun suku bangsa. Logat dapat mengidentifikasi lokasi di mana pembicara berada, status sosial-ekonomi, dan lain lainnya. Tempat tinggal seseorang juga dapat berpengaruh pembentukan logat dan dapat juga menghilangkan logat sebelumnya, dan hal ini juga membutuhkan proses).


Itu suara Chiara! Dari nada suaranya sepertinya dia dalam keadaan baik-baik saja! Aku harap begitu!


Dengan gerakan cepat namun masih terlihat normal, Aaron langsung bergegas pergi diikuti oleh Zachary yang segera menghentikan pertanyaannya pada pegawai yang bertugas di lobi hotel karena baru menyadari kalau dengan kemampuan supernya di telinga, Aaron bisa lebih cepat mengetahui keberadaan Chiara dibandingkan dengan petugas hotel itu sendiri.


Melihat begitu terburu-burunya Aaron dan Zachary pergi, pegawai hotel yang tadi diajak bicara mereka, maupun pegawai lain hanya bisa melihat mereka dengan tatapan mata dan wajah terheran-heran tanpa berani menegur mereka berdua, karena mereka tahu siapa kedua laki-laki penting itu dengan pasti.


Aaron dan Zachary masih bergerak dengan cepat ke arah restoran hotel ketika Aaron merasakan getaran dan juga mendengar bunyi panggilan telepon dari arah handphone miliknya yang berada di dalam saku jas yang dikenakannya.


Akan tetapi Aaron seperti tidak mendengar suara itu, tetap dengan berlarian melangkah menuju arah restoran hotel.


Setelah beberapa lama mendengar panggilan telepon itu tidak berhenti, akhirnya Aaron merogoh saku jasnya dan mengambil handphonenya.


Siapa kira-kira yang menelponku? Tidak mungkin Chiara, karena dia sedang mengobrol dengan orang lain sekarang.


Aaron mulai merasa penasaran dan bertanya-tanya dalam hati, sehingga memutuskan untuk mengambil handphone milikna, dan langsung melihat kea rah layar handphone untuk mengecek siapa yang sudah menghubunginya.


Kening Aaron langsung berkerut begitu melihat siapa yang sedang melakukan panggilan pada hanpdhonenya tanpa mengenal kata menyerah barusan.


“George….” Aaron langsung menggumamkan pelan nama George dengan tatapan mata sedikit tidak percaya.


Dan dengan spontan, Aaron langsung memperlambat gerakan langkah kakinya, menjadi lagnkah-langkah normal setelah menggeser simbol menerima panggilan telepon pada layar handphonenya.


“Hallo….”


“Aaron! Ada dimana kamu sekarang?” Begitu George mendengar suara dari Aaron, dengan nada suara terdengar panik, George langsung bertanya kepada Aaron, yang sudah melangkah masuk ke area restoran, dan mata ambernya yang indah langsung menangkap sosok Chiara yang terlihat berdiri tidak jauh dari tempat Aaron sedang berbicara santai dengan dua orang pria di depannya.


Kedua orang pria yagn sedang diajak bicara oleh Chiara sekarang, kedua-duanya, merupakan laki-laki dengan wajah bule mereka.