Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
SUDAH DEKAT



"Aku hanya bertanya sih, takutnya kamu kecewa kita tidak jadi pergi." Zachary bertanya sambil tersenyum, lalu mengikuti tindakan Anna untuk duduk di kursi meja makan.


"Lila! Ayo kesini sayang....! Waktunya makan malam!" Setelah Zachary duduk, Anna langsung memanggil Lila untuk mengajaknya makan.


Sedari tadi, Lila memilih untuk bermain dan menikmati suasana kamar barunya yang desainnya terlihat imut, dengan wall paper berlatar belakang warna merah muda dan terdapat gambar beberapa putri disney yang begitu dia sukai.


"Ya Ma...." Lila langsung menjawab panggilan Anna yang didengarnya dengan cukup jelas karena sedari tadi dia sengaja membuka pintu kamarnya lebar-lebar.


Untuk beberapa waktu kemudian, keluarga kecil milik Zachary itu begitu menikmati makan malam mereka yang terihat ceria.


Hanya saja, beberapa lama kemudian, Anna menatap dengan wajah serius ke arah Zachary.


"Zac... apa kamu baik-baik saja?" Pertanyaan Anna membuat Zachary yang yang sedang begitu menikmati kepiting soka di tangannya mengangkat kepalanya dan memandang ke arah Anna.


(Kepiting soka adalah sebutan bagi kepiting bakau yang Kepiting soka memiliki tekstur daging yang mudah dicerna. Selain mudah dimakan dan rendah lemak, kepiting soka juga tinggi protein, sumber mineral dan vitamin. Hal inilah yang menyebabkan pemerintah setempat berupaya untuk mempromosikan kepiting soka sebagai oleh-oleh kuliner khas Kalimantan Utara.


Kepiting soka atau kepiting cangkang lunak adalah sebuah istilah kuliner untuk kepiting-kepiting yang baru melepas kulit lamanya dan masih lunak.  Seluruh tubuhnya lunak akibat pergantian cangkang, capit, dan kaki.  Ketika cangkang lunak kepiting diangkat dari air agar cangkang mereka tak mengeras. Hal tersebut ditujukan agar nyaris seluruh bagian dari hewan tersebut dapat disantap, alih-alih hanya dagingnya yang disantap.


Harga jualnya terbilang mahal lantaran cangkang kepitingnya lunak, sehingga memudahkan penggemar menyantapnya).


"Memangnya kenapa Honey?" Zachary justru balik bertanya kepada Anna.


"Keringatmu itu... kenapa kamu begitu berkeringat, padahal tidak ada makanan panas ataupun pedas yang kamu santap. Udara malam ini juga tidak terlalu panas." Perkataan Anna membuat tanpa sadar Zachary langsung mengelap dahinya yang memang telihat begitu berkeringat.


"Aku baik-baik saja. Sejak dulu saat berdekatan dengan pak Aaron kamu tahu kekuatanku secara otomatis langsung bergerak untuk melindunginya. Hanya saja, biasanya tidak sebanyak ini sih keringatku. Kenapa ya?" Zachary kembali balik bertanya kepada Anna yang langsung fokus padanya dan menghentikan makannya.


"Tenang saja Honey, tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja. Mari kita lanjutkan makan kita. Sekarang waktunya menikmati waktu yang tersisa hari ini, setelah sepanjang siang tadi kita disibukkan dengan acara pindah rumah.” Zachary berkata sambil mengelap kembali keringat di keningnya, sebelum menikmati lagi makan malamnya yang sempat terhenti.


Tapi yang dikatakan oleh Anna benar kalau saat ini aku sudah mengeluarkan banyak tenagaku entah kenapa. Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh pak Aaron, sehingga dia menyedot tenagaku sedemikian besar?


Zachary hanya berani bertanya-tanya dalam hati, karena tentu saja dia tidak akan emmiliki cukup keberanian untuk bertanya kepada Aaron.


“Pak Aaron!” Dengan wajah cemas Zachary yang baru saja masuk ke ruang kerja Aaron langsung berlari mendekat ke arah Aaron yang sedang duduk di kursi kerjanya.


“Kenapa Zachary?”


“Pak Aaron… kita…. Harus…. Sebaiknya…. Kita….” Dengan dadanya yang terlihat naik turun karena nafasnya yang terengah-engah, Zachary berkata dengan begitu gugup, sehingga kata-katanya terdengar begitu bernatakan.


“Tenang Zac, tenang… apa yang terjadi? Kenapa kamu bersikap seperti itu?” Aaron yang melihat sikap aneh Zachary langsung menggeser laptop yang ada di depannya dan memandang Zachary dengan tatapan bertanya-tanya.


Zachary sebagai asisten pribadinya, Aaron sudah sangat mengenal karakter Zachary yang biasanya terliht lebih santai dari Aaron dalam menghadapi masalah apapun.


Tapi hari ini, Zachary terlihat gugup dan tidak tenang, bahkan wajahnya terlihat sedikit pucat.


“Tarik nafas dulu Zachary. Apa yang terjadi? Masih pagi begini kenapa kamu terlihat begitu tegang?”  Aaron langsung berusaha menenangkan Zachary dengan sikap anehnya pagi ini.


“Ini benar-benar gawat Pak Aaron. Saya sudah melakukan pengecekan terhadap para tamu VIP yang menginap di hotel nona Chiara. Dia adalah…. Aldrich….” Mendengar perkataan Zachary, Aaron langsung bangkit berdiri dari duduknya.


Barusan memang Aaron memerintahkan kepada Zachary untuk menyelidiki siapa tamu VIP yang sudah memesan kamar presidential room di hotel Chiara hingga 2 minggu.


Aaron merasa begitu penasaran, karena Chiara mengatakan kalau mereka berasal dari Amerika, yang kalau benar mereka adalah orang penting atau berkuasa disana, sedikit banyak Aaron pasti mengenal atau paling tidak mengetahui siapa mereka.


Aaron yang penasaran semakin merasa penasaran begitu Chiara menceritakan kalau pegawai hotel menceritakan bahwa yang memesan kamar VIP itu hanya dua orang, tapi memesan 6 kamar sekaligus yang ada di satu lantai yang sama, membuat secara otomatis seolah-olah mereka memboooking satu lantai full untuk mereka sendiri.


Namun sebenarnya yang membuat Aaron selain merasa penasaran tapi juga aneh, ketika Chiara tadi pagi menceritakan tentang bagaimana salah satu pegawainya mengatakan kalau sepanjang malam kemarin, tidak ada penambahan orang yang datang untuk menempati kamar presidential room itu selain mereka berdua.


Aaron sempat bertanya kepada Chaira siapa nama orang yang sudah membooking keenam kamar itu, tapi Chiara mengatakan sebuah nama, dan itu bukan Aldrich.


“Apa maksudmu Zachary? Aldrich? Apa dia Aldrich yang sama yang sedang aku pikirkan?” Aaron berkata dengan tatapan mata mulai menunjukkan rasa khawatirnya.