
"Kata-katamu itu, seharusnya kamu ucapkan untuk para manusia serakah yang berusaha menguasai dunia dan berusaha memanfaatkan kita sebagai senjata mereka, tidak menghargai kekuatan kita. Padahal mereka sendiri adalah manusia-manusia lemah yang tidak layak hidup di muka bumi ini. Hanya membuat udara semakin kotor." Aaron langsung menarik nafas panjang mendengar itu.
Sudah cukup lama Aaron mendengar bahwa orang-orang yang di bawah Aldrich, selalu diajarkan dan ditanamkan dalam otaknya untuk membenci manusia normal yang bagi mereka tidak pantas untuk menjadi pemimpin di dunia ini.
Bagi mereka, harusnya manusia normal yang dianggap mereka hanyalah makhluk lemah yang tidak memiliki kemampuan untuk memimpin, sedang mereka, adalah orang-orang kuat, dengan kehebatan dan kemampuan luar biasa mereka, yang berhak untuk memimpin, sedang manusia normal lainnya, hanya pantas menjadi budak mereka.
Pemikiran itu yang selalu membuat Aldrich beserta anak buahnya, berusaha untuk mengumpulkan manusia-manusia super lainnya, agar bergabung bersama mereka, agar mereka bisa mengendalikan dunia, bahkan Aldrich akan langsung membunuh atau melumpuhkan siapa saja manusia super yang menolak bergabung dengannya, agar tidak menjadi ancaman di masa depan, saat dia sudah berhasil menguasai dunia.
Dan keberadaan Aaron yang meskipun belum pernah diketahui Aldrich secara pasti, tapi berita tentang kekuatan hebat yang dimiliki Aaron, dan sepak terjang Aaron yang seringkali membantu dan menyelamatkan manusia super yang tidak mau bergabung bersama Aldrich, membuat Aldrich begitu ingin mendapatkan Aaron sebagai sekutunya.
Bahkan Alidrich sudah bertekad, jika penawaran sebagai sekutu ditolak oleh Aaron, dia sendiri yang akan menghancurkan dan menyingkirkan Aaron, agar tidak menjadi batu sandungan baginya di masa dpean, menghalangi tindakan dan keinginannya untuk menguasai dan mengendalikan dunia bersama manusia suoer yang lain.
Sayangnya, hingga saat ini, Aldrich belum pernah berhasil mengetahui siapa identitas asli dari manusia super yang seringkali dia sebut dengan nama maskmen yang sebenarnya kadang membuat Aldrich emosi, karena tindakannya seringkali menghalangi atau menggagalkan rencananya.
"Manusia berhak memutuskan jalan mana yang mereka tempuh, kita hanya perlu mengarahkan mereka jika mereka salah, bukan memaksa dan menghancurkannya. Kita bukan Tuhan yang berhak mengatur manusia sesuka hati kita. Dan hanya manusia bodoh yang menganggap dia bisa menyaingi Tuhan." Aaron berkata sambil melirik ke arah Jack, dan memberi tanda melalui gerakan tangannya agar Jack segera menyingkir, karena Aaron bisa melihat aura kesal dan marah di wajah lawan yang ada di depannya sekarang ini.
"Beraninya kamu menganggap kami orang-orang bodoh!" Laki-laki bertubuh seperti raksasa itu langsung melayangkan tinjunya ke arah Aaron, yang dengan cepat, langsung menahan tinju itu dengan telapak tangannya.
"Hukhh!" Dengan sekuat tenaga, lawan Aaron berusaha memajukan tinjunya, dan menahan tubuhnya dengan kedua kakinya.
Namun yang terjadi, justru kedua kakinya mulai terseret ke belakang, begitu Aaron menggerakkan telapak tangannya yang sedang menghalangi tinju laki-laki itu, dengan gerakan mendorong ke arah depan.
Sial! Siapa manusia super yang memakai topeng ini? Tenaganya benar-benar kuat. Bahkan aku sulit untuk menahan kekuatannya. Apa dia benar-benar maskman yang sedang dicari oleh Aldrich? Kalau aku bisa mengalahkannya, apalagi membawanya di depan Aldrich, aku pasti bisa mendapatkan penghargaaan lebih dari Aldrich.
Manusia bertubuh raksasa itu ebrkata dalam hati sambil mencoba mengeluarkan tenaga terbesarnya untuk melawan Aaron, tapi sayangnya bukan keberhasilan, tapi keringat yang membasahi sekujur tubuhnya tanpa berhasil melawan kekuatan dari Aaron.
Tidak butuh waktu lama bagi Aaron untuk mengalahkan raksasa itu dengan cara mendorongnya dengan kuat sehingga tubuhnya terlempar menabrak dinding gedung.
Dan dengan kecepatan supernya, Aaron langsung bergerak mendekati dan mengangkat tubuh raksasa itu, lalu melemparkannya kembali, hingga tubuhnya terseret berberapa meter di tanah.
“Aaron….” Suara panggilan dari George membuat Aaron yang sedang berdiri di samping tubuh manusia raksasa yang tumbang itu langsung menoleh.
George, Angelina, Mark, dan yang lain langsung mendekat ke arah Aaron yang masih berdiri di tempatnya.
“Bagaimana dengan Steve?” Aaron bertanya sambil tatapan matanya berkeliling mencari sosok Steve, yang ternyata datang bersama yang lain sambil menggelandang 3 orang anak buah Aldrich yang tadi sudah dikalahkan oleh Angelina dan Mark.
“Apa kabar Aaron?” Steve segera menyapa Aaron dengan wajah tersenyum, setelah melemparkan orang yang baru digelandangnya ke arah temannya yang bertubuh raksasa, yang masih tumbang itu, diikuti oleh yang lain yang menggelandang orang-orang Aldrich.
Angelina yang melihat luka yang cukup parah dari manusia raksasa yang dikalahkan oleh Aaron, bahkan sampai tidak sadarkan diri, sedikit menahan nafasnya.
Apa yang sudah terjadi dengan Aaron hari ini? Tidak biasanya dia menghajar musuhnya sampai terluka cukup parah seperti itu. Apa dia melakukan itu karena pikirannya yang kacau setelah berpisah dari gadis kecilnya? Kondisi emosi Aaron sepertinya tidak terlalu baik setelah dia berpisah dari gadis itu. Ini tidak bisa dibiarkan terus menerus. Semoga Aaron segera kembali seperti dulu lagi.
Angelina berkata dalam hati sambil melirik ke arah Aaron yang wajahnya terlihat datar dan dingin.
“Apa kamu baik-baik saja Steve?” Aaron segera membalas sapaan Steve dengan bertanya dan mengamati sosok Steve, yang di wajahnya terlihat adanya bekas pukulan dan meninggalkan bekas lebam berwarna biru.
“Tentu saja baik-baik saja, apalagi ada kamu di sini. Bagaimana kabarmu bung. Lama tidak bertemu.” Steve berkata sambil menepuk bahu Aaron dengan pelan, sambil tersenyum ke arah Aaron dengan wajah senang, melihat kehadiran Aaron di tempat ini.
“Sebelum kita lanjutkan obrolan kita, sebaiknya kamu hapuskan ingatan mereka tentang kejadian hari ini. Jangan biarkan kita meninggalkan jejak sosok kita di ingatan mereka.” Aaron berkata sambil mengarahkan pandangan matanya ke arah para anak buah Aldrich yang tampak duduk di dekat manusia raksasa itu dengan tubuh terikat.
“Eh, tunggu sebentar Aaron….” George langsung mendekat ke arah Aaron begitu Aaron memberi perintah pada Steve untuk menghapuskan ingatan mereka.
“Kenapa George?”
“Aku mau mengambil sampel darah manusia raksasa itu, karena aku curiga ada sesuatu yang aneh padanya, aku curiga dia bukan korban mutasi genetik murni akibat jatuhnya meteor waktu itu. Aku berharap menemukan sesuatu dengan melakukan penelitian dengan sampel darahnya. Dan itu bisa membuat kita mengerti sedikit banyak tentang rencana Aldrich.” George berkata sambil mendekat ke arah manusia raksasa itu dan mengambil sample darah dari tubuhnya yang masih tergeletak.
“Sudah selesai, silahkan Steve.” Sambil berkata, George meletakkan sample darah yang sudah diambilnya itu ke dalam sebuah tas pendingin yang sengaja dibawanya jika dia melakukan misi bersama para manusia super lainnya.