Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MELEPASKAN EMOSI



Beberapa kali Angelina terlihat menarik dan menghembuskan nafasnya dengan wajah terlihat frustasi, setelah mendengar perbincangan antara Aaron dan George itu, merasa ikut bersimpati terhadap nasib jelek antara Aaron dan Chiara.


Gadis cantik dengan kemampuan berubah wujudnya itu berniat pergi menjauh ketika tiba-tiba saja George membuka pintu ruang kerja Aaron, berniat pergi dari mansion itu, karena sudah tidak adalagi yang bisa dia lakukan di tempat itu.


“Ah, Angelina, kenapa tadi kamu tidak ikut masuk?” George berkata sambil membersihkan kacamatanya yang sedikit kotor, karena tadi sempat ikut menangis melihat apa yang terjadi pada Aaron.


“George… apa benar yang kamu katakan pada Aaron tadi? Tidak adakah cara lain untuk membuat efek keberadaan Chiara tidak sebesar itu padanya?” Pertanyaan dari Angelina dijawab dengan sebuah gelengan pelan dari kepala George.


“Kalaupun ada, sampai saat ini, aku belum bisa menemukan caranya.” George berkata dengan nada putus asa.


“Kamu tahu, Aaron sangat mencintai gadis kecilnya itu. Dan semakin dia mencintainya, akan semakin menyakitkan mengetahui kenyataan ini.” Angelina berkata sambil menarik nafas dalam-dalam.


Meskipun dia sendiri begitu mencintai Aaron, tapi bagi Angelina, sosok Aaron yang berubah lebih ceria, lebih bisa tersenyum setelah mengenal Chiara, karena memiliki seseorang yang begitu dia lindungi, membuat Angelina merasa ikut senang.


Walaupun di saat-saat tertentu, saat Aaron terlalu fokus pada Chiara, tidak perduli dengan keselamatannya sendiri dan mulai melupakan tugasnya sebagai pemimpin, kadang membuat Angelina merasa kesal, dan berujung pada perdebatan dengan Aaron, seperti yang terjadi waktu itu di Indonesia.


“Kemana Aaron sekarang George?” Angelina bertanya sambil melirik ke arah pintu ruang kerja Aaron.


“Dia pergi menghilang setelah aku mengatakan tentang hal itu.” George berkata sambil menutup pintu ruang kerja Aaron.


“Apa kamu akan menyusulnya? Sepertinya dia sedang membutuhkan seseorang untuk menghiburnya.” Perkataan George disambut dengan sebuah gelengan kepala oleh Angelina.


“Tidak sekarang. Sekarang bukan waktu yang tepat. Dia pasti ingin menyendiri, untuk bisa meluapkan emosinya. Kehadiranku akan menambah beban baginya, karena dia tahu aku yang paling keberatan jika dia terus bersama Chiara dan membahayakan dirinya sendiri karena hal itu. Untuk saat ini, justru sepertinya satu-satunya orang yang bisa menghiburnya hanya Chiara. Hanya saja, Aaron tidak mungkin menceritakan hal seperti ini pada istrinya itu.” Angelina berkata sambil berjalan ke arah pintu keluar mansion diikuti oleh George.


“Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk bisa menemukan apa yang mungkin bisa membantu Aaron dan Chiara. Mungkin ada sesuatu yang terlewatkan olehku. Aku yakin semua masalah pasti ada jalan keluarnya, hanya saja untuk masalah Aaron, mungkin aku belum bisa menemukannya.” George berkata sambil menghela nafasnya.


# # # # # # # #


“Akh!” Aaron berteriak keras sambil berlarian dengan kecepatan tinggi dengan tangannya meninju ke kanan dan ke kiri, membuat beberapa pohon di dalam hutan yang dilaluinya itu tumbang karena pukulan tangannya.


Begitu sampai di puncak gunung yang didakinya dengan kecepatan supernya, Aaron kembali berteriak dengan sekencang-kencangnya, berharap itu bisa membuat hatinya merasa lega.


Setelah puas berteriak, Aaron langsung menjatuhkan tubuhnya ke tanah, dengan kedua kakinya yang ditekuk, sehingga keningnya bisa bertumpu pada kedua lututnya, dan kedua tangannya yang juga berada di atas lututnya, di samping kanan kiri kepalanya, tampak terkulai lemah.


Saat menggunakan kecepatan supernya dalam waktu lama, dan juga jarak yang cukup jauh, biasanya Aaron akan mengganti pakaiannya dengan pakaian khusus yang dibuatkan oleh George, yang berbahan lentur dan tahan terhadap gesekan udara karena cepatnya gerakan Aaron.


Tapi karena emosinya, hari ini Aaron tidak lagi perduli dengan hal itu, sehingga dia langsung berlari pergi dengan kecepatan penuh menuju puncak gunung untuk melepaskan emosinya, sehingga pakain yang dikenakannya, menjadi sobek di beberapa bagian karena gesekan dengan udara maupun pepohonan ketika dia berlari kencang tadi.


Kali ini, Aaron membiarkan suara tangisnya pecah di tengah keheningan di sekitarnya, karena dia tahu, dalam jarak puluhan kilometer, saat ini dia sedang seorang diri berada di puncak gunung, tanpa ada manusia lain yang berada di sekitarnya yang bisa mendengar apalagi melihat apa yang dilakukakannya, sehingga dia bisa dengan puas meluapkan emosinya dan kesedihannya.


“Akh!” Sekali lagi Aaron berteriak keras sambil salah satu tangannya menggepal erat, lalu tangannya dengan keras memukul tanah yang ada di sampingnya, menimbulkan getaran hebat, sehingga pohon-pohon di sekitarnya ikut bergoyang, dan burung-burung yang awalnya bertengger santai di sana langsung beterbangan menjauh dari atas pohon sambil mengeluarkan suara cicitan yang menunjukkan kepanikan mereka, mencari tempat yang lebih aman untuk mereka.


Bahkan beberapa rusa dan binatang liar lainnya yang berada beberapa kilometer dari tempat Aaron memukul tanah dan menyebabkan goncangan, tampak berlarian ke sana kemari menjauh dengan kencang, menjauhi puncak gunung karena ketakutan.


“Chiara… my little girl… kenapa takdir kita begitu buruk dan menyakitkan? Kenapa takdir begitu kejam kepada kita berdua?” Aaron berkata pelan sambil mengerjap-ngerjapkan matanya yang mulai berkabut karena banyaknya cairan bening yang menutupi permukaan pupil matanya.


Untuk beberapa saat Aaron tetap duduk dalam posisinya sambil menutup erat-erat matanya, mencoba untuk menangkan diri, dan mengembalikan pikiran warasnya yang sebenarnya masih begitu tidak terima mengetahui kenyataan bahwa jika dia teledor dan tidak berhati-hati, bisa saja dia menyebabkan Chiara terbunuh di tangannya.


Membayangkan hal mengerikan seperti itu terjadi pada Chiara membuat tubuh Aaron semakin terguncang karena tangisnya yang keras, yang bahkan tidak lagi mengeluarkan suaranya, hanya suara desa… sahan nafasnya yang terdengar disertai dengan rasa sesak yang begitu menyakitkan yang saat ini menghantam dadanya.


Wajah tampan laki-laki itu terlihat begitu putus asa.


# # # # # # #


Sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Chiara memandang ke arah handphone di tangannya, melihat-lihat kembali foto-foto yang dia kirimkan kepada Aaron, termasuk fotonya dan Sarah yang dia ambil kemarin ketika makan malam di kediaman keluarga Malverich.


Mengingat bagaimana foto itu diambil, membuat Chiara tersenyum geli.


Dengan sengaja kemarin Chiara meminta Grayson mengambil fotonya berdua dengan Sarah, tanpa memberitahukan pada adik tiri Aaron kalau foto itu akan dia kirimkan ke Aaron.


Begitu Grayson yang dengan susah payah harus mengambil foto hingga puluhan kali karena Chiara yang merasa fotonya belum ada yang pas, tahu kalau foto itu akan dikirimkan ke Aaron, wajah Grayson tampak memberengut dan tanpa pamit langsung meninggalkan Chiara dengan Sarah karena kesal.


Puluhan kali diminta untuk mengambil foto Sarah dan Chiara, sampai dia sendiri berkeringat karena begitu banyak maunya Chiara, lalu tiba-tiba Chiara mengatakan bahwa foto itu untuk dia kirimkan ke Aaron, membuat Grayson merasa kesal dan akhirnya pergi, merasa dikerjai oleh Chiara.


Meskipun sebenarnya Grayson cukup menikmati karena dengan mengambil foto Chiara, dia bisa menatap wajah cantik itu sepuasnya meski hanya melalui kamera.