
Jaka yang juga baru datang diantar oleh kakak laki-lakinya menggunakan sepeda motor moge, juga terlihat heran begitu melihat Chiara keluar dari mobil ferrari milik Aaron itu, karena Jaka sama seperti Grace yang tidak bisa melihat siapa yang menyetir mobil Ferrari dengan kaca mobil yang terlihat gelap itu.
(Istilah motor gede (moge) sudah tidak asing lagi di telinga para pencinta sepeda motor. Namun, tak banyak yang tahu motor apa saja yang pantas disebut dengan moge. Sebab, tidak semua motor dapat dikatakan moge. Meskipun, ada beberapa perbedaan pendapat mengenai definisi moge di antara APM atau di negara lainnya. Namun, walaupun berbeda pendapat, semua sepakat bahwa penyebutan moge mengacu pada kapasitas mesinnya. Bukan soal dimensi motor atau dari harganya yang relatif mahal.
Tak jarang moge dianggap sebagai kendaraan mewah, karena harganya atau pajaknya yang relatif tinggi. Di Indonesia, motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc akan dikenakan pajak tambahan, mulai dari 60 persen hingga 125 persen.
Sementara di luar negeri, pembuatan kategori moge juga berbeda-beda. Contohnya, di Italia dan Amerika Serikat, motor yang dianggap sebagai moge adalah motor yang kapasitas mesinnya minimal 600 cc. Lain lagi dengan Jepang, moge adalah motor yang mesinnya mampu menghasilkan tenaga minimal 35 tk. Tidak peduli berapa pun kapasitas mesinnya).
Sedangkan murid-murid yang lain, yang sempat melihat Chiara diantar dengan mobil ferrari langsung heboh dan sibuk membicarakan hal itu, bahkan beberapa seperti perkiraan Chiara, berusaha mengorek keterangan tentang siapa yang sudah mengantar Chiara.
Dengan santainya, Chiara langsung menjawab kalau yang mengantarnya adalah omnya.
Grace yang melihat kedatangan Chiara sebenarnya ingin langsung bertanya, tapi dikarenakan jam masuk kelas sudah hampir berbunyi, akhirnya Grace harus bersabar dan rela menunggu sampai jam istirahat agar dapat melakukan interview dengan Chiara.
# # # # # # #
“Tumben kamu datang ke sekolah diantar dengan mobil ferarri milik om Aaron? Apa mobilmu yang biasanya rusak? Ada masalah?” Grace langsung bertanya kepada Chiara yang pagi tadi sudah membuat heboh sekolah.
Meskipun semua orang yang ada di sekolah tidak tahu siapa yang mengantar Chiara karena begitu turun dari mobil, Chiara langsung bergegas masuk ke kelas, sedang Aaron yang mengantarnya langsung melajukan mobilnya kembali tanpa turun dari mobil untuk melepas kepergian Chiara, tapi keberadaan mobil ferarri Aaron langsung membuat heboh para siswa yang lain.
“Tidak, mobilku baik-baik saja. Memang apa yang bisa terjadi pada mobil baru seperti itu? Hanya saja pagi tadi om Aaron memang ingin mengantarku ke sekolah.” Chiara berkata sambil mengucapkan kata-kata terakhirnya dengan cara membisikkannya ke telinga Grace yang langsung terperangah.
“Eh…. Yang benar? Om Aaron mengantarmu pergi ke sekolah? Bukannya sore kemarin om Aaron tidak datang ke pestamu? Bukannya om Aaron sekarang sedang berada di Amerika? Kamu pasti bercanda deh Chiara. Ayolah…. Jangan bercanda seperti itu. Jangan karena kamu terlalu merindukan om Aaronmu, kamu jadi berkhayal.” Grace berkata sambil tersenyum geli, apalagi melihat Chiara langsung memberengut karena kata-kata Grace.
“Serius, ini buktinya….” Chiara berkata sambil memamerkan gelang hadiah ulang tahun dari Aaron yang melingkar di pergelangan tangannya.
“Apa itu? Bagus sekali gelang barumu…. Hadiah ulang tahunmu kemarin ya? Dari siapa? Apa hubungannya dengan keberadaan Om Aaron yang jelas-jelas tidak hadir di pesta ulang tahunmu kemarin sore? Kalau ingat itu rasanya aku ikut kesal dengan om Aaron yang tega sekali denganmu.” Chiara benar-benar harus menahan tawanya melihat bagaimana wajah jengkel Grace masih terlihat jelas karena mengetahui kemarin Aaron benar-benar tidak datang ke acara ulang tahun Chiara.
"Astaga! Serius?" Jaka yang berdiri di dekat kedua sahabatnya itu langsung ikut-ikutan berkomentar mendengar cerita dari Chiara tentang kedatangan Aaron kemarin malam.
"Serius... dua rius malah, eh, seribu rius deh...." Chaira berkata dengan nada cerianya, membuat Jaka dan Grace saling berpandangan, dan saling mengangkat bahu mereka, dengan wajah masih setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Chiara pada mereka.
"Lho, bagaimana ceritanya? Kalau begitu kenapa om Aaron tidak datang ke pesta ulang tahunmu?" Grace yang masih tidak terima langsung mencerca Chiara dengan pertanyaan.
"Eh... jangan kesal begitu dong Grace. Om Aaron sengaja tidak datang ke pesta, selain masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, kamu tahu kemarin di pesta yang datang adalah orang-orang yang tidak tahu tentang hubunganku dengan om Aaron." Chiara berkata sambil mengambil posisi duduk di kursi yang ada di belakangnya, disusul oleh Grace dan Jaka.
"Jangankan om Aaron, kedatangan kedua mertuaku, Diego dan Grayson saja sudah membuat heboh kemarin, apalagi kalau om Aaron datang. Bisa-bisa itu akan jadi pesta penymabutan om Aaron, bukan pesta ulang tahunku." Chiara berkata sambil tersenyum geli mengingat bagaimana kehadiran para pria tampan keluarga Malverich cukup membuat teman-teman yang diundangnya heboh sendiri, dan mempertanyakan hubungan apa yang dimiliki Chiara dengan keluarga Malverich.
Meski Chiara selalu mengatakan kalau mereka adalah saudara jauhnya, beberapa orang tidak serta merta percaya, karena baru akhir-akhir ini keluarga Malverich terlihat terlibat dengan Chiara, padahal sebelumnya mereka sering mendengar kalau Chiara tidak memiliki saudara selain keluarga Raksa.
"Masuk akal juga itu alasan om Aaron." Jaka segera mengeluarkan komentarnya.
"Ya jelas saja masuk akal, om Aaronku bukan orang bodoh, tentu saja semua yang dilakukannya selalu penuh dengan pertimbangan yang matang, tidak asal-asalan." Cara Chiara membicarakan tentang sosok Aaron dengan wajah selalu tersenyum dan juga mata berbinar-binar membuat Jaka dan Grace tertawa geli.
"Serius. Apalagi tidak seperti yang kalian pikirkan. Meskipun om Aaron tidak datang ke acara pesta ulang tahunku, om Aaron sengaja menyiapkan acara perayaan ulang tahunku. Biarpun hanya sebuah acara sederhana, tapi itu menunjukkan perhatian om Aaron yang sangat besar apdaku. Lagipula, semua biaya ulang tahunku kemarin juga om Aaron yang menghandle semuanya." Chiara kembali berkata dengan nada terdengar begitu bangga dengan Aaron.
“Ciee… yang lagi bahagia.” Grace lansung menggoda Chiara sambil menggerakkan bahunya ke bahu Chiara, dan sedikit mendorongnya ke samping, membuat wajah Chiara terlihat sedikit memerah karena malu sekaligus bahagia dengan apa yang sudah terjadi padanya dan Aaron kemarin malam hingga pagi tadi sebelum mereka berangkat ke sekolah.
Membayangkan bagaimana manis dan lembutnya sikap Aaron padanya, membuat dada Chiara bahkan masih saja berdetak dengan keras meskipun hanya dengan mengingat kejadian-kejadian itu.
"Lalu kapan om Aaron akan kembali ke Amerika? Atau mungkin om Aaron tidak ada rencana kembali ke Amerika?" Grace langsung menayakan hal itu, karena dia merasa begitu penasaran dengan kehidupan percintaan Chiara yang baginya cukup fenomenal, tidak seperti kisah cinta gadis lainnya.