
Meskipun beberapa tahun yang lalu mereka sempat bertemu dan bahkan bertarung, tapi Aldrich tidak bisa mengetahui dengan jelas wajah Aaron karena topeng yang dikenakannya waktu itu menutupi sebagian besar wajahnya.
Aaron sendiri waktu itu tidak terlalu mengenal wajah Aldrich karena yang menyerangnya bukan hanya Aldrich, namun beberapa orang sekaligus dari kelompok Aldrich yang memang ingin mengalahkan dan menangkapnya, untuk menjadikan Aaron sebagai salah satu anggota kelompok mereka. Hal itu membuat Aaron tidak bisa fokus pada satu orang saja.
Saat ini, tangan kanan Aldrich yang ada di samping tubuhnya tampak terlihat seperti gerakan tangan yang siap mencakar lawan, dengan ujung-ujung jari-jarinya menunjukkan adanya kilatan-kilatan cahaya kecil seperti petir yang saling beradu.
Sedang Aaron sendiri kedua tangannya yang juga dengan sikap sigap berada di samping tubuhnya tampak terkepal erat, hingga otot-otot di bagian apunggung tangannya yang sedang terkepal erat itu terlihat cukup jelas kalau di sana ada kekuatan besar yang sedang ditahannya dengan sekuat tenaga agar tidak menyerang Aldrich, meskipun saat ini, itu adalah hal yang paling ingin dilakukan oleh Aaron.
Tapi keberadaan Chiara yang begitu dekat dengan Aldrich, membuat Aaron tidak berani bersikap sembrono.
Meskipun Aaron memiliki kekuatan berupa kecepatan secepat kilat, tapi Aldrich juga dikenal memiliki kekuatan untuk terbang dan bergerak cukup cepat meski tidak secepat Aaron.
Yang dikhawatirkan oleh Aaron selain keberadaan Chiara yang terlalu dekat dengan Aldrich, adalah kondisi Aaron yang kekuatannya akan melemah dan juga bisa kehilangan kendali saat berada di dekat Chiara, membuat Aaron harus berpikir keras sebelum bertindak.
Aaron benar-benar tidak ingin terjadi salah perhitungan saat menyerang Aldrich, yang jusru akan membuat kondisi Chiara berada dalam bahaya.
Zachary yang melihat kondisi di depannya, segera meminta para karyawan yang ada pergi dan segera mengosongkan tempat itu, sebelum mereka sadar bahwa beberapa orang yang ada di tempat itu bukanlah manusia biasa.
Dengan gerakan cepat Zachary dan George langsung menutup rapat pintu utama ke arah restoran, agar tidak ada orang lain yang masuk kesana.
Eh, siapa laki-laki itu? Kenapa wajahnya begitu mirip dengan dia...?
Aldrich yang melihat sosok Zachary yang sudah kembali berdiri tepat di samping Aaron, terlihat kaget dan langsung bertanya-tanya dalam hati.
Tadi karena begitu fokus pada Aaron, Aldrich tidak terlalu memperdulikan keberadaan orang lain, tapi setelah Aldrich melihat dengan jelas wajah Zachary yang begitu mirip dengan peneliti muda yang dulu pernah menyelamatkannya itu, membuat Aldrich merasa begitu penasaran, dan fokusnya kepada Aaron jadi sedikit menurun.
Setelah sempat fokusnya teralihkan karena Zachary, Aldrich kembali memusatkan perhatiannya pada Aaron yang tampak tetap diam di tempatnya, meskipun sikapnya terlihat begitu waspada.
"Selamat pagi Tuan Aaron Malverich... senang akhirnya kita bisa bertemu dan saling bertatap muka. Sudah begitu lama aku mencari keberadaan mask men yang ternyata adalah Tuan Aaron. Sudah bertahun-tahun yang lalu sejak kita pertama bertemu waktu itu." Dengan senyum di wajahnya, Aldrich mengucapkan salamnya kepada Aaron dengan sikap ramah, meskipun Aaron bisa melihat dengan jelas kepalsuan di sana.
"Ah, bagaimana kalau kita merayakan pertemuan kita hari ini dengan duduk bersantai dan mengobrol?" Aldrich yang melihat tidak adanya respon dari Aaron atas sapaan ramahnya, langsung berkata sambil berjalan ke arah salah satu meja panjang yang ada di restoran itu.
Rey yang ada di dekat Aldrich, langsung memberi tanda kepada Chiara untuk mengikuti mereka.
Aku harus tetap tenang agar om Aaron tidak khawatir dan salah mengambil tindakan saat ini.
Chiara berkata dalam hati sambil mengikuti perintah dari Rey, setelah sebelumnya Chiara melirik ke arah Aaron dan memberikan senyumnya, untuk menenangkan Aaron yang hanya bisa menahan nafasnya melihat bagaimana Chiara saat ini menjadi sandera bagi Aldrich.
Mendengar perkataan Aldrich, akhirnya Aaron berjalan mendekat, lalu mengambil posisi duduk di hadapan Aldrich, dipisahkan oleh meja panjang itu.
"Apa yang kamu inginkan dariku? Apapun itu, tidak ada hubungannya dengan istriku, jadi sebaiknya kamu membiarkan dia pergi sekarang. Urusan ini hanya antara aku dan kamu." Tanpa basa-basi Aaron langsung berkata kepada Aldrich.
"Ah... mask men, selalu to the point dan tidak pernah mau membuang-buang waktu. Well... mungkin itu yang membuatmu juga sukses sebagai pengusaha di dunia ini." Aldrich berkata sambil tangannya tiba-tiba terulur ke arah rak dimana di sana tersusun rapi gelas piala dengan posisi digantung.
"Tar! Tar! Tar!" Suara pecah dari puluhan gelas piala yang terbuat dari kaca karena kekuatan petir yang dikeluarkan Aldrich langsung terdengar memenuhi ruangan restoran itu.
Tubuh Chiara langsung tersentak kaget mendengar suara gelas pecah yang terdengar beruntutan tersebut, tapi dengan cepat dia berusaha untuk mengendalikan dirinya.
Aku tidak boleh terlihat takut, atau memperlihatkan hal yang bisa membuat Aldrich merasa di atas angin dan mengintimidasi om Aaron.
Chiara berkata dalam hati, sambil menahan nafasnya, berusaha mengalihkan pikirannya pada hal-hal yang menyenangkan agar dia tidak merasa panik dan takut karena apa yang baru saja dilakukan oleh Aldrich.
Aaron yang awalnya sempat membeliakkan matanya ketika melihat tubuh istrinya tersentak kaget, juga langsung berusaha mengendalikan emosinya.
Aldrich benar-benar keterlaluan! Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu di depan istriku yang hanya seorang manusia biasa tanpa kekuatan apapun.
Aaron berkata di dalam hati sambil mengepalkan tangannya yang ada di bawah meja.
My little girl, kamu hebat sekali. Dari wajah tenangmu, aku yakin Aldrich merasa kecewa tidak bisa membuatmu ketakutan.
Aaron yang melihat wajah tenang Chiara yang sedang menatapnya, kembali berkata dalam hati, berusaha memberikan support pada Chiara dengan tatapan mata ambernya yang terlihat menatapnya dengan penuh cinta.
Cih! Ternyata gadis muda ini tidak mudah untuk ditakut-takuti. Jika saja manusia normal yang lain, apalagi para gadis muda yang manja, pasti sudah berteriak histeris dengan wajah ketakutan melihat apa yang baru saja terjadi.
Aldrich yang melirik ke arah Chiara, seperti dugaan Aaron, tampak sedikit kesal dan kecewa melihat bagaimana sikap tenang Chiara saat ini.
Mendengar jeritan ketakutan, putus asa dan juga histeris merupakan hiburan tersendiri bagi Aldrich yang merasa itu adalah bayaran bagi manusia-manusia biasa yang sudah membuat kekasihnya menderita dan mati dengan cara yang mengenaskan.
Tapi sikap tenang Chiara, yang masih saja menatap lurus ke arah Aaron dengan tatapan penuh cintanya, membuat Aldrich merasa begitu kesal tidak terima.
"Aku akan memberikan waktu 3 hari dari sekarang, untuk kamu memutuskan kemana kamu akan memihak. Ikut denganku, atau mati di tanganku. Untuk sementara, aku akan mengajak istrimu berlibur bersamaku, agar kamu bisa tenang memikirkan tentang keputusanmu. 3 hari ini aku akan menjaga istrimu dengan baik." Aldrich berkata sambil bangkit berdiri dengan cepat, tangannya bergerak dengan cepat menghancurkan beberapa perabot dan peralatan memasak dan makan yang ada di tempat itu, meninggalkan bau hangus yang menyengat karena kekuatan petir yang dia keluarkan.