
Setelah mendengar jawaban dari Chiara, Aaron langsung berjalan kembali ke arah Zachary, untuk membisikkan sebuah perintah baru untuk asisten pribadinya itu.
"Zachary, ubah rencana semula. Carikan ide baru untuk mengubah desain kamarku tanpa merombak total. Pikirkan tiga atau empat alternatif, kirimkan padaku ide kalian, nanti aku yang akan memutuskan." Aaron berkata sambil memberi tanda kepada Chiara untuk mendekat ke arahnya.
Zachary hanya bisa menahan nafasnya begitu mendengar perintah Aaron yang berubah total dari rencana awal.
Wajah Zachary terlihat sedikit pucat, karena bagaimanapun dia dan banyak orang yang sudah membawa semua peralatan lengkapnya itu sudah menyiapkan semua bahan dan alat untuk merombak total kamar Aaron seperti yang sudah mereka sepakati tadi pagi, dan yang pasti, biaya yang sudah dikeluarkan untuk menyiapkan semuanya itu tidaklah murah.
"Tapi Pak Aaron, bagaimana dengan semua bahan dan peralatan yang sudah terlanjur dibeli...."
"Singkirkan saja semuanya, kamu boleh mengambilnya untuk merombak kamar di apartemenmu." Dengan cepat Aaron memotong perkataan Zachary yang hanya bisa melotot kaget, karena tidak menyangka Aaron akan memindahkan rencana perubahan interior kamarnya, termasuk barang-barang mewah yang sudah dibeli oleh Zachary untuk menyempurnakan penampilan baru kamar Aaron.
Entah itu rejeki atau justru bencana karena belum tentu istrinya setuju dengan desain yang awalnya diminta Aaron, yang bagi Zachary sedikit terlalu heboh untuk dia dan istrinya yang usianya sudah tidak remaja lagi.
"Anda serius Pak Aaron?" Tanpa sadar Zachary melontarkan pertanyaan kepada Aaron yang terlihat sedikit kaget dengan pertanyaan Zachary yang harusnya tahu kalau Aaron tidak pernah bercanda dalam hidupnya.
"Kamu pikir selama ini aku tidak pernah bersikap serius?" Pertanyaan Aaron langsung membuat Zachary langsung terdiam, menyadari kesalahannya dalam berbicara kepada Aaron.
"Ah, ya maaf Pak Aaron. Saya akan segera melakukan perintah Pak Aaron." Akhirnya hanya itu yang bisa dikatakan oleh Zachary terkait perintah Aaron yang berubah 180 derajat.
"Aku akan mengajak Chiara keluar sehingga kalian bisa membereskan kamarku tanpa menggangguku. Aku menunggu rencana desain terbaru seperti yang aku minta barusan. Kirimkan tiga atau empat pilihan desain secara detail ke emailku." Aaron berkata sambil sedikit menggeser tubuhnya ke arah pintu apartemen.
"Ayo Chiara, kita pergi supaya tidak mengganggu mereka." Chiara yang mendengar Aaron akan mengajaknya keluar dengan bersemangat langsung mendekat ke arah Aaron sambil tersenyum lebar.
"Ah, ya Zachary, hari ini ART (asisten rumah tangga) di sini sedang tidak ada semua, segera aturkan orang untuk membersihkan apartemen ini. Aku mau semuanya bersih dan rapi saat kami kembali ke apartemen." Zachary langsung menelan ludahnya begitu mendengar perintah terbaru dari Aaron.
Bahkan perintah sebelumnya merupakan perintah yang tidak mudah untuk dilakukan, apalagi dengan waktu sesingkat ini, tapi Aaron sudah memberikan perintah yang lain lagi, dan jujur saja, masalah ART tentu saja Zachary tidak terlalu mengerti tentang hal yang berbau rumah tangga seperti itu.
Wah, sepertinya kali ini aku harus meminta bantuan istriku lagi untuk menyelesaikan tugas membereskan dan membersihkan apartemen dari pak Aaron. Sorry honey, aku harus merepotkanmu lagi kali ini. Semoga kerepotanmu bisa terbayar setelah melihat bertambah gemuknya angka di rekening kita setelah semua tugasku ini selesai.
Zachary berkata salam hati sambil mengingat kalau dengan banyaknya koneksi yang dimiliki istrinya sebagai seorang chief marketing officer di perusahaan tempatnya bekerja, membuat tugas seperti yang diperintahkan oleh Aaron akan bisa diselesaikannya dengan mudah dan cepat tanpa kesulitan apapun.
(Chief Marketing Officer merupakan posisi puncak di industri marketing. Ketika seseorang sudah berada di posisi ini, tanggung jawab mereka mencakup pada semua lini marketing perusahaan, termasuk mengembangkan dan merencakan strategi, serta mengawasi setiap eksekusi dari inisiatif marketing yang berjalan.
CMO akan melaporkan semua pekerjaannya pada Chief Executive Officer (CEO) dan bertanggung jawab pada ROI dari seluruh kegiatan marketing yang dijalankan perusahaan.
Beberapa tahapan di atas mungkin merupakan jenjang karier di dunia marketing yang umum diketahui. Namun, masih banyak pula bidang marketing lain yang sebenarnya bisa ditekuni seperti, Brand Marketers, Cultural Anthropologists, Marketing Technologists, Agency Marketers, dan Marketing Consultants).
Hadeh nona, tolong hentikan. Sikap nona bisa membuatku benar-benar dalam kesulitan. Apa nona tidak melihat bagaimana mata suami nona terus mengawasiku seperti seekor singa yang siap menerkamku sewaktu-waktu?
Zachary berkata sambil tersenyum dengan dipaksakan ke arah Chiara yang tidak menyadari kalau Aaron sedang mengamati apa yang terjadi antara Chiara dan Zachary, dan dengan polosnya bersikap santai dan akrab dengan Zachary.
"Kita mau kemana Om?" Lalu dengan wajah ceria, senyum di wajahnya, Chiara langsung mendekat ke arah Aaron, bahkan bertanya sambil dengan sengaja menyenggolkan siku lengannya ke lengan Aaron yang langsung tersenyum melihat bagaimana polos dan apa adanya sikap Chiara padanya.
"Kemanapun, sampai mereka selesai mengerjakan semuanya. Kamu ada ide?" Mata Chiara sedikit terbeliak mendengar penawaran Aaron.
"Betul Om? Bisa kemanapun?" Chiara bertanya untuk meyakinkan apa yang baru saja ditawarkan oleh Aaron padanya.
"Kemanapun." Aaron menjawab singkat pertanyaan Chiara yang langsung tertawa kecil, membuat Aaron yang sedang melangkah keluar dari lift apartemen melirik ke arah Chiara, dan wajah ceria sekaligus istrinya itu tanpa sadar membuat Aaron menghela nafasnya, dan menyungingkan senyum di bibirnya.
Kali ini... aku sudah melakukan keputusan nekat seperti ini, aku sungguh berharap tidak membawamu dalam bahaya. Kali ini aku sudah bertindak egois dengan kembali di sisimu dan tidak perduli dengan akibatnya. Aku tidak perduli dengan apa yang terjadi padaku, tapi aku tidak akan memaafkan diriku jika karena aku kamu jadi terluka. Aku sungguh berharap bisa segera menemukan cara untuk selalu bersamamu tanpa membahayakanmu. Bagaimana bisa aku melepasmu, sedangkan karena kejadian semalam saja sudah membuatku langsung memutuskan untuk kembali ke sisimu.
Aaron berkata dalam hati sambil terus melirik dan mencuri pandang ke arah Chiara tanpa bosan-bosannya.
Kejadian kemarin malam antara Chiara dan Brandon, sungguh membuat Aaron menyadari kalau tiba-tiba membuatnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia secepatnya, agar bisa selalu berada di sekitar Chiara seperti sebelum mereka belum menikah dulu.
Ada rasa tidak rela ada laki-laki lain yang berusaha mendekati Chiara dengan intens seperti Brandon itu.
"Om Aaron, hari ini yakin membiarkan aku yang memilih tujuan kita?"
"Mmmm...." Aaron menjawab dengan sebuah gumaman dan anggukan kepala, sambil membuka pintu mobil, dengan memencet remote mobil ferrari merahnya.
"Yes! Terimakasih Om Aaron." Chiara berkata sambil duduk di dalam mobil, dan langsung memasang sabuk pengamannya.
"Apa kamu sudah ada rencana kita mau kemana?"
"Aku mau ke timezone." Aaron yang mendengar tujuan Chiara langsung menoleh sebelum kakinya benar-benar menginjak pedal gas mobilnya, tidak menyangka kalau gadis kecilnya itu akan meminta pergi ke timezone.
(Tempat permainan yang biasanya ada di mall ini memang menjadi salah satu tempat hiburan yang digemari oleh orang dewasa, remaja, sampai anak-anak. Tempat ini juga sangat cocok dijadikan destinasi kencan bagi sepasang kekasih. Beragamnya permainan yang ada di Timezone bisa membuat kita lupa waktu dan terkadang kehabisan uang karena serunya permainan.
Permainan di Timezone merupakan suatu bentuk permainan modern, karena lebih menekankan pada teknologi dan mesin serta umumnya tiap permainan di sana hanya dimainkan oleh satu orang (individualis). Tidak seperti permainan pinball dan ruang bilyar pada masa itu, Timezone adalah fasilitas hiburan video game berorientasi keluarga pertama. Penekanan pada keluarga masih menjadi fokus utama Timezone saat ini).
"Ke timezone?" Aaron terlihat sedikit terkejut dengan permintaan Chiara yang tidak terduga sama sekali olehnya itu, karena jujur saja, Aaron merasa sudah terlalu tua untuk pergi ke tempat seperti itu.