
"Saya sudah siap Pak Aaron." Zachary yang melihat Aaron berjalan ke arahnya, berkata kepada Aaron yang sudah berganti pakaian seperti saat dia biasa menjadi mask men (julukan yang diberikan Aldrich padanya).
"George juga sudah memberitahu kalau Angelina dan yang lain sudah berada di sekitar tempat dimana Aldrich dan anak buahnya berada. Keuntungan besar bagi kita, Aldrich memilih tempat di kota dimana kita menguasai seluk beluk kota ini dengan baik, termasuk daerah yang dia pilih untuk bertemu dengan Pak Aaron." Zachary kembali berkata sambil menatap ke arah Aaron yang masih berjalan ke arahnya sambil menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.
"Kalau begitu kita akan pergi sekarang ke tempat yang sudah ditunjukkan oleh Aldrich. Eh, sebentar...." Aaron tiba-tiba menghentikan bicaranya sejenak.
"Ya Pak?" Dengan wajah bingung, Zachary langsung bertanya kepada Aaron kenapa dia tiba-tiba menghentikan bicaranya.
"Ehmm... selamat buat calon anak keduamu. Aku ikut bahagia untuk berita kehamilan Anna." Perkataan Aaron sukses membuat mata Zachary langsung terbeliak kaget.
"Eh... Pak Aaron...." Zachary berkata dengan mata menyipit karena merasa heran bagaimana Aaron yang bisa tahu kalau Anna sedang hamil, sedangkan Zachary berpikir, dia pasti orang pertama yang diberitahu oleh Anna, tidak mungkin orang lain.
"Maaf, aku tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian berdua. Karena kamu tidak segera datang, aku pikir ada sesuatu yang terjadi denganmu, sehingga aku mencoba menajamkan telingaku untuk mengetahui apa yang terjadi di apartemenmu." Kata-kata Aaron sukses membuat wajah Zachary merah padam karena malu sekaligus kaget.
Bagaimana tidak? Kata-kata Aaron membuat Zachary langsung membuatnya memikirkan kalau dengan kekuatan telinga supernya, Aaron bahkan bisa mendengar suara sepelan apapun yang keluar dari apartemen yang ditinggalinya sekarang bersama Anna dan Lila.
Aduh... apa itu artinya... pak Aaron juga akan tidak sengaja mendengar suara yang timbul selama kegiatan panas kami berdua? Wah.... benar-benar gawat kalau itu sampai terjadi. Sungguh memalukan. Kalau Anna mendengar tentang hal ini bisa-bisa gawat. Bisa-bisa beberapa waktu ini dia tidak akan memberikan jatahku karena membayangkan betapa ngerinya menyadari ada orang yang bisa mendengar setiap suara yang keluar dari kegiatan kami berdua. Sepertinya, aku harus menyimpan rahasia ini dengan baik di depan Anna. Aku akan mengaku pada Anna kalau pak Aaron tahu tentang berita kehamilannya dariku. Kalau tidak, aku akan benar-benar celaka.
Zachary berkata dalam hati dengan hati bergidik membayangkan kalau yang dipikirkannya bisa saja terjadi, meskipun dia tahu Aaron bukan orang seiseng itu, yang akan dengan sengaja mendengarkan hal yang tidak seharusnya dia dengarkan, apalagi jika itu menyangkut sesuatu yang bersifat pribadi.
"Ayo kita pergi sekarang Zachary. Pegang tanganku dengan erat, karena kita berdua akan melakukan teleportasi agar bisa pergi kesana secepatnya." Aaron yang melihat Zachary dalam kondisi tetap melongo, langsung berkata dengan setengah berbisik, dengan suara pelan sambil menggandeng tangan Zachary, dan segera mengajaknya masuk ke dalam kamar yang dulunya biasa digunakan oleh Chiara, agar bu Ida dan Tia tidak melihat apa yang akan mereka lakukan.
Memang saat ini bu Ida dan Tia sudah berada di dalam kamar mereka, sehingga kecil kemungkinan mereka keluar dan melihat bagaimana dandanan Aaron yang aneh dengan pakaian khususnya yang dibuatkan oleh George, dan juga menghindari kemungkinan bagaimana bu Ida dan Tia bisa saja kaget jika melihat mereka berdua yang akan melakukan teleportasi.
Aaron lebih memilih cara aman, melakukannya di dalam kamar, agar tidak terjadi masalah kalau benar-benar bu Ida atau Tia tiba-tiba keluar dari kamarnya.
Tindakan Aaron membuat Zachary yang masih sedikit melamun, memikirkan tentang kemampuan telinga super Aaron langsung tersentak kaget, dan hanya bisa mengikuti perkataan Aaron tanpa bisa membantahnya.
# # # # # # #
Tempat yang dia pilih untuk bertemu dengan Aaron adalah sebuah lapangan yang sangat luas, yang ada di dataran tinggi, jauh dari pemukiman penduduk.
Laki-laki tampan dengan tatapan tajamnya itu, mencari tempat yang jauh dari pemukiman penduduk bukan karena takut mencelakai orang yang tidak bersalah.
Akan tetapi, Aldrich sengaja memilih tempat dimana dia bisa mengamati pergerakan Aaron dengan leluasa karena tanah lapang yang tidak terlindungi itu, sehingga tidak ada tempat untuk Aaron bisa bersembunyi darinya.
Selain itu, Aldrich yang sebenarnya sudah bisa menduga-duga apa jawaban dari Aaron, sudah menyiapkan anak buahnya untuk bersiap di tempat yang sudah dia tetapkan, agar bisa melawan Aaron.
Dan alasan lainnya lagi, Aldrich belum ingin keberadaannya dilihat oleh manusia biasa yang lain, sebelum dia membuat para penguasa dan pemimpin dunia saat ini bertekuk lutut padanya, dan menjadi budaknya.
"Mark tiba-tiba menghilang dan tidak dapat diketahui jejaknya. Kami tidak bisa menemukan keberadaannya sampai saat ini." Rey berkata sambil menatap ke arah jauh ke depan, dimana dari balik pepohonan hutan yang mengelilingi tanah lapang itu terlihat sosok Chiara yang berjalan dikawal dengan dua orang bertubuh raksasa, yang merupakan manusia hasil dari suntikan serum yang diberikan oleh tim peneliti Aldrich yang menyebabkan perubahan genetik pada tubuh mereka.
Suntikan yang membuat tubuh mereka membesar seperti raksasa, dan tenaga mereka menjadi kuat, berlipat-lipat kali ganda jika dibandingkan dengan kekuatan manusia normal pada umumnya.
"Melihat kehidupan mask men di dunia nyata sebagai Aaron Malverich, aku yakin dia bukan orang bodoh. Saat ini dia pasti sudah tahu siapa pengkhianat diantara mereka, dan dia pasti sudah mengamankan orang tersebut." Dengan sikap santai, Aldrich berkata sambil mengikuti arah tatapan mata Rey pada Chiara.
Aldrich sedikit mengerutkan keningnya begitu melihat sosok Chiara yang tampak tenang meskipun di kanan kiri dan belakangnya dia dikawal oleh sekelompok manusia bertubuh raksasa yang tampak menyeramkan dan galak.
Tidak ada wajah yang menunjukkan rasa khawatir apalagi takut yang diperlihatkan oleh Chiara yang tetap berjalan dengan sikap tenang.
Aku harus mengakui bahwa gadis itu benar-benar mengagumkan. Bahkan di tengah-tengah para mutan, dia yang hanya manusia biasa tampak santai dan tidak terlihat canggung. Sungguh disayangkan, dia ada di pihak musuh, yang mau tidak mau mungkin harus ikut aku hapuskan namanya dari muka bumi ini.
Aldrich berkata dalam hati sambil menatap ke arah Chiara yang sedang dibawa ke arahnya,
“Kembalilah ke posisi kalian semula. Masih ada waktu sebelum mask men datang ke tempat ini. Kalian harus tetap waspada karena lawan kita bukanlah orang yang bisa dianggap enteng.” Aldrich segera memberikan perintah kepada para orang bertubuh raksasa itu begitu Chiara sudah berada tepat di hadapannya, dengan sikap tenangnya yang justru membuat Aldrich merasa tidak tenang.