Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MENCARI CARA TERBAIK UNTUK TERBUKA



"Ah, untuk itu, aku akan menceritakannya dengan pelan-pelan. Dan mungkin setelah kita pulang ke apartemen, adalah waktu yang paling tepat. Setelah ini kita masih harus menghadiri meeting dengan para petinggi di perusahaan papamu." Aaron berkata sambil tersenyum.


Bukannya Aaron ingin menghindar untuk bercerita pada Chiara, toh sekarang atau di masa depan, Aaron tahu dia harus menceritakan dengan jujur semua hal tentangnya dan tentang mereka, apalagi George akan datang dan bertemu Chiara.


Akan tetapi, Aaron masih memikirkan bagaimana cara dia menyampaikan kejujuran tentang siapa dirinya pada Chiara.


Kata-kata apa yang paling tepat untuk dia ucapkan agar gadis itu mengerti betapa besar cintanya kepada gadis itu, dan ingin hidup normal bersama dengan Chiara, menua bersamanya, bersama anak-anak mereka, jika memang Tuhan memberikannya pada mereka.


Karena dengan kelainan genetik yang dimilikinya, Aaron sendiri tidak yakin apakah dia dan Chiara ke depannya bisa memperoleh keturunan seperti pasangan normal lainnya bersama Chiara, setelah melihat beberapa orang dari korban mutasi yang telah menikah, mereka sulit sekali untuk memiliki keturunan.


Entah mereka menikah dengan sesama korban mutasi ataupun dengan manusia normal, tapi banyak diantara mereka yang tidak bisa memiliki keturunan.


Di sisi lain, Aaron yang sadar kalau dia bukanlah manusia biasa, membuat ada sedikit rasa takut, rasa khawatir jika Chiara mengetahui kebenaran itu, gadis itu akan memilih untuk pergi darinya, apalagi jika Chiara mengetahui cerita tentang Aldrich dan segala sepak terjang arogan dan kejamnya.


Aaron yakin jika Chiara sampai memutuskan untuk pergi, bukan karena gadis itu tidak mencintainya, atau tidak percaya akan cintanya, tapi yang ditakutkan oleh Aaron, justru karena rasa cinta Chiara yang besar padanya, akan membuat Chiara memilih untuk pergi, agar keberadaannya tidak membahayakan Aaron.


Laki-laki tampan itu khawatir, rasa cinta yang besar pada Chiara untuknya, bisa membuat gadis itu mengorbankan dirinya untuk Aaron, termasuk kebahagiaannya sendiri, asal Aaron selamat dan aman.


Dan memikirkan hal itu, membuat bulu kuduk Aaron merinding, dan jantungnya berdetak keras.


Jika saja Chiara menghilang dari hidupnya, bagi Aaron, diapun tidak ingin bertahan di dunia tanpa Chiara di sisinya.


"Kamu memang berhak bertanya karena kamu adalah istriku." Wajah Chiara kembali memerah dengan sikap malu-malu begitu Aaron menyebutkan bahwa tentang statusnya sebagai istri Aaron, karena kali ini Chiara mendengar pernyataan Aaron setelah tahu tentang perasaan cinta Aaron padanya.


"Tapi Om Aaron sepertinya masih belum bisa menjawab pertanyaanku tadi?" Chiara berkata sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Aaron, dan memandang lekat-lekat ke arah wajah Aaron, yang terlihat sedikit salah tingkah, melihat bagaimana sikap Chiara yang semakin santai di dekatnya, sedangkan dia semakin mudah terpancing hasratnya.


"Ah, ya... maaf. Ada banyak hal yang sedang aku pikirkan." Aaron berusaha menjawab dengan wajah tenang.


"Eh, tidak apa-apa Om. Aku hanya bercanda. Aku tahu Om Aaron baru saja datang ke Indonesia, dan kembali menjadikan kantor pusat Grup Maleverich di tempat ini. Om Aaron pasti sedang sibuk-sibuknya sekarang. Terimakasih sudah meyempatkan waktu untuk tetap mengurus bisnis keluargaku. Dan mau meluangkan waktu untuk mengajariku terjun dalam dunia bisnis." Perkataan Chiara membuat Aaron tersenyum, dan mengelus lembut rambut di kepala Chiara dan menatapnya dengan penuh kasih sayang.


"Dengan kemampuan dan kemauanmu, aku yakin, kamu akan menjadi wanita yang hebat di masa depan...."


"Tidak... itu tidak benar. Semuanya karena bantuan Om Aaron padaku. Kalau tidak ada Om Aaron, mungkin di masa depan, tante Mona akan menjadikanku gelandangan." Chiara berkata sambil sedikit tersenyum geli sekaligus bahagia karena baginya, Aaron benar-benar seorang pahlawan yang sudah menyelamatkan masa depannya.


"Ada-ada saja kata-katamu. Habiskan dulu makanmu, karena setelah ini Zachary pasti akan datang untuk membawakan pakaian gantimu...." Aaron berkata sambil dia sendiri mulai menikmati kembali makanan yang tersaji di depannya.


"Oke Om, siap...." Dengan wajah cerianya, Chiara langsung meraih sendoknya, dan mengikuti tindakan Aaron untuk menikmati kembali makan siangnya dengan begitu bersemangat, makan siang yang begitu membahagiakan untuk Chiara.


Mereka berdua baru saja menyelesaikan makan siang mereka ketika tiba-tiba terdengar sebuah ketukan di pintu kantor Aaron.


"Itu pasti Zachary." Aaron berkata pelan sambil membersihkan bibirnya dari sisa makanannya, membuat Chiara langsung menoleh ke arah pintu, menunggu Zachary membuka pintu kantor Aaron.