
”Pak Zac, aku ingin kesana, karena ada sesuatu yang ingin aku pastikan.” Zachary langsung mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Chiara, dan mulai menerka-nerka ap aitu ada hubungannya dengan perubahan penampilan Chiara hari ini.
“Apa Nona Chiara cemburu kepada nona Angelina?” Tanpa basa basi, Zachary langsung bertanya kepada Chiara.
Kalau itu Aaron, Zachary tidak akan berani bersikap seberani ini, tapi karena Chiara yang selama dua tahun ini seringkali berkomunikasi dengannya, dan juga dekat dengan keluarganya, membuat Zachary menganggapnya sebagai adik, bahkan anaknya sendiri.
Dan kedekatan mereka berdua membuat Zachary yang begitu mengerti tentang Aaron sebagai asisten pribadinya, begitu juga dengan Chiara yang polos, boleh dibilang, Zachary juga sudah seperti asisten pribadi Chiara yang begitu hafal dan mengenal gadis itu.
Pertanyaan Zachary membuat Chiara kembali meringis, dan tangan kanannya memegang lengan kirinya dengan sikap ragu dan tidak percaya diri.
“Apa aku terlalu kelihatan Pak Zac?” Rasanya Zachary ingin tertawa mendengar pertanyaan polos dari Chiara itu.
Akan tetapi mengingat usia Chiara yang masih begitu muda, dengan emosi yang belum stabil, belum lagi sampai saat ini Zachary tahu pernikahan mereka masih sebatas sebuah pernikahan di atas kertas, membuat Zachary bisa mengerti sepenuhnya kenapa Chiara bersikap seperti itu.
Apalagi setelah sekian lama mengenal mereka berdua, Zachary tahu kalau sebenarnya mereka berdua saling mencintai, tapi entah dengan alasan apa mereka berdua masih saling menahan diri.
Bagi Zachary, jika itu Chiara, dia maklum kalau sebagai perempuan, apalagi dengan usianya yang lebih muda, lebih memilih menunggu.
Tapi Aaron sebagai pihak pria, yang sudah seharusnya maju dan menyatakan perasaan cintanya sampai sekarang tetap berdiam diri, sebenarnya membuat Zachary merasa tidak sabar melihatnya, hanya saja dia tahu, Aaron pasti memiliki memiliki banyak pertimbangan kenapa dia sebegitu kerasnya berusaha untuk menahan diri.
“Buat apa Nona cemburu kepada nona Angelina? Bukannya mereka tidak memiliki hubungan apa-apa selain bisnis? Sedang Nona, adalah istri pak Aaron.” Zachary berkata sambil tangannya kembali mempersilahkan Chiara masuk ke kantor Aaron.
“Tapi Pak Zac kan tahu, ada perjanjian dalam pernikahan kami. Dan itu membuat posisiku sebagai istri hanyalah sebatas di atas kertas saja.” Chiara berkata dengan suara pelan.
Perkataan Chiara membuat Zachary ikut terdiam dan menggaruk-garuk kepalanya, tanpa bisa berkomentar apa-apa tentang hal itu.
“Ah, sudahlah Pak Zac, kenapa aku harus bersikap memelas seperti ini. Aku sengaja datang hari ini untuk menunjukkan pada om Aaron, aku tidak akan kalah dengan Angelina.” Chiara kembali berkata dengan semangat.
Anda sudah sejak dulu menang darinya nona Chiara. Om Aaron nona sejak dulu tidak pernah tertarik dengan nona Angelina. Kalau tidak, untuk apa pak Aaron menikahi nona kalau memang pak Aaron memiliki perasaan khusus terhadap nona Angelina. Siapapun itu, dengan alasan apapun tidak akan ada gadis yang bisa menerima pernikahan kekasihnya dengan gadis lain. Meskipun itu hanya di atas kertas, apalagi pernikahan itu sah secara hukum negara dan agama. Tapi nona Angelina tidak bisa berbuat apa-apa karena dia memang bukan kekasih pak Aaron.
Zachary berkata dalam hati, namun tidak berani mengucapkannya karena dia merasa bukan wewenang dia untuk menjelaskan itu kepada Chiara.
“Lalu, apa yang mau Nona lakukan dengan datang ke ruang meeting?”
“Tidak ada. Aku hanya ingin menunjukkan kepada om Aaron, kalau aku juga bisa menjadi seperti Angelina, dan aku juga ingin melihat, apa wanita itu berusaha merayu suamiku.” Chiara berkata sengan tatapan berapi-api, menunjukkan dia begitu tidak sabar untuk bertemu Aaron, dan melihat apa yang sedang dibicarakan mereka berdua, sampai Angelina jauh-jauh datang dari Amerika, padahal dengan kemajuan teknologi sekarang, hanya sekedar meeting, bisa dilakukan secara online meskipun berbeda temapt dan waktu.
Dan yang membuat Chiara curiga, kedatangan Angelina, hanya berjarak sebentar dari kedatangan Aaron, seolah-olah menunjukkan ketidak relaannya Aaron datang ke Indonesia, apalagi Aaron sudah memutuskan untuk menetap kembali di Indonesia.
“Buat apa Nona berpikir seperti itu….”
“Pokoknya, aku harus memastikan bahwa memang tidak ada apapun yang terjadi antara Angelina dan om Aaronku. Tolong aku agar aku bisa merasa lega Pak Zac. Kalaupun nanti om Aaron sampai marah karnea aku ikut campur dalam meetingnya, biar aku yang menanggungnya sendiri. Aku tidak akan melibatkan Pak Zac atau siapapun.” Chiara berkata dengan nada memohonnya, membuat Zachary menarik nafas panjang, sebelum akhirnya memutuskan untuk menutup kembali pintu kantor Aaron, dan berjalan ke arah ruang meeting, dimana Angelina yang baru saja datang menemui Aaron.
# # # # # # # # #
Dengan penampilan sekkkks….siii seperti biasanya, Angelina berjalan mendekat ke arah Aaron.
Dan dari wajahnya, Aaron bisa melihat kalau tatapan mata Angelina terlihat tidak seramah dan semanis biasanya saat mereka bertemu.
Ada tatapan mata kecewa, marah di mata Angelina, dan juga banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan Angelina terhadap Aaron yang tiba-tiba saja memutuskan untuk kembali menetap di Indonesia.
“Duduklah….” Aaron yang duduk di kursi paling ujung, berkata sambil menatap ke arah Angelina yang terlihat menghela nafasnya.
“Kamu tahu maksud kedatanganku kan?” Angelina langsung bertanya tanpa menuruti permintaan Aaron untuk duduk.
“Dan kamu juga tahu kenapa aku melakukan itu.”
“Aaron! Tindakanmu sungguh konyol! Tidak masuk akal! Teganya kamu meninggalkan kami begitu saja.” Angelina langsung menyatakan protesnya begitu melihat Aaron tidak menunjukkan tanda-tanda menyesal, atau akan membatalkan keputusannya untuk meninggalkan Amerika.
“Apa yang menurutmu tidak masuk akal dari tindakanku? Semua keluargaku ada di Indonesia. Apa yang aneh dengan keputusanku untuk kembali tinggal di sini? Dan kamu tahu, tidak pernah sekalipun aku mengabaikan kalian. Meskipun aku tidak ada di Amerika, aku selalu melakukan yang terbaik yang aku bisa untuk orang-orang yang aku kenal. Entah itu para karyawanku yang berjumlah jutaan, atau kaum kita para korban mutasi, aku selalu melakukan yang terbaik yang aku bisa untuk kalian.” Aaron berkata dengan suara tenang, tanpa menunjukkan emosinya, dan itu justru membuat Angelina merasa semakin kesal.
Karena dengan kata-kata Aaron, jelas menunjukkan kalau Aaron memang sudah membulatkan tekadnya untuk tetap tinggal di sini.