
Dan bukan saja bagi Chiara, bagi laki-laki lain, termasuk Aaron yang banyak mengerti tentang adat istiadat negara timur, pertanyaan Sarah dengan nada emosinya itu terdengar sedikit memalukan untuk mereka juga.
Untuk Sarah yang biasa bicara terbuka karena lahir dan besar di Amerika, mengatakan hal seperti itu bukan masalah baginya, apalagi dia melakukannya di tengah-tengah orang-orang dekatnya.
“Sudahlah, tidak perlu dijawab. Jawab saja dalam hati kalian, karena dari wajah kalian, mama sudah bisa menebak apa jawaban dari pertanyaan mama barusan.” Sarah berkata dengan mata menatap tajam ke arah Aaron dan Chiara yang terlihat salah tingkah, terutama Chiara, yang belum pernah tahu tentang kehidupan orang dewasa setelah menikah, hanya mendengar dari Grace saja.
Eh… jadi Chiara dan Aaron belum pernah… melakukan hal seperti itu dengan Aaron?
Grayson bertanya-tanya dalam hati dengan wajah tidak percayanya, namun jauh di sudut hatinya, merasa begitu senang mendengar kenyataan yang tidak pernah disangka-sangka olehnya itu.
“Aaron, sebagai laki-laki, kamu harus bertanggungjawab dengan keputusan yang sudah kamu buat. Mama harap kamu bersikap bijaksana sebagai seorang laki-laki sejati.” Sarah berkata sambil menatap lurus ke arah Aaron yang sudah kembali terlihat tenang, seolah-olah tidak ada yang terjadi barusan.
Putra sulungku itu benar-benar sulit sekali untukku meraih hatinya. Selalu saja bersikap tenang dan dingin. Entah apa yang sebenarnya terjadi, dia tidak pernah menceritakan padaku, apalagi mengeluh. Apa ini ada kaitannya dengan kekuatan super yang dia miliki sejak lahir? Ah nak, andai saja mama bisa menjadi orang yang bisa membantumu.
Sarah berkata dalam hati, dengan sikap sedikit melunak saat menatap Aaron.
Ya… sejak kecil, Johnson yang sibuk memang tidak terlalu memperhatikan kondisi anak-anaknya.
Sedang Sarah, dia berusaha menjadi ibu yang baik dalam merawat anak-anaknya, termasuk Aaron, karena dia tidak ingin ketiga anaknya kekurangan kasih sayang orangtua, meski Johnson seringkali bersikap dingin pada anak-anaknya.
Karena itu, sebenarnya tanpa sepengetahuan siapapun, Sarah mengetahui kekuatan yang dimiliki Aaron, meskipun Aaron sendiri tidak tahu kalau Sarah mengetahuinya tentang kelebihannya itu.
Hal itu juga yang membuat Sarah yang ingin melindungi Aaron, tidak keberatan untuk tinggal di Indonesia, agar orang lain tidak mengetahui kondisi Aaron.
Dan Sarah yakin, itu juga pasti merupakan alasan bagi mama kandung Aaron untuk pindah dari Amerika, agar tidak ada orang yang mengetahui kondisi Aaron yang berbeda dari anak-anak normal lainnya.
Tapi bagaimanapun, secara fisik Aaron normal seperti laki-laki lain. Jadi tidak ada alasan untuk mereka tidak mencoba melakukan hal seperti itu. Aku harus menjalankan rencanaku agar mereka berdua benar-benar tidak membuat pernikahan mereka hanya sebagai sebuah candaan. Aaron adalah laki-laki hebat, dan Chiara adalah gadis yang baik. Sudah seharusnya mereka menjadi pasangan yang serasi dan bahagia.
Sarah berkata dalam hati sambil melirik ke arah Zachary, dan sedikit menganggukkan kepalanya.
“Nona Chiara, bisa minta tolong nona ikut dengan saya sebentar?” Zachary berkata sambil bangkit dari duduknya.
“Zachary… mau kamu bawa kemana Chiara?” Aaron yang melihat gelagat tidak enak, langsung bertanya pada Zachary sambil meraih pergelangan tangan Chiara, berusaha menahannya agar tidak pergi meninggalkannya.
“Ah, itu….”
“Aku yang meminta Zachary untuk mengaturkan tempat untuk Chiara beristirahat di bangunan sebelah. Di sana mama sudah menyiapkan beberapa hadiah untuk Chiara yang belum sempat mama berikan sejak minggu lalu. Bukannya kalian sudah terbiasa tidur terpisah?” Sarah langsung melanjutkan perkataan Zachary dengan perkataannya yang sengaja dia ucapkan untuk menyindir Aaron.
Ternyata seperti dugaanku, Aaron sebenarnya sangat perduli dengan Chiara, meskipun sikapnya terlihat dingin jika di depan orang lain. Kalau Chiara, bisa aku pastikan, gadis itu sangat mencintai putra sulungku yang begitu pendiam itu. Sepertinya mereka berdua memang harus dibantu untuk bisa segera bersatu, dan memberikan cucu untukku.
Sarah berkata dalam hati sambil menatap ke arah tangan Aaron yang sedang memegang pergelangan tangan Chiara dengan erat.
“Kalau kamu merasa keberatan, ikut saja dengan mereka berdua.” Dengan santainya Sarah melanjutkan kata-katanya, sengaja ingin melihat reaksi Aaron.
Tanpa bicara, dengan wajah datar, Aaron langsung bangkit berdiri, mengikuti Chiara yang akan pergi bersama Zachary.
“Silahkan Nona Chiara….” Zachary berkata sambil menggerakkan tangannya, mempersilahkan Chiara untuk mengikutinya, dengan Aaron yang sudah melepaskan pegangan tangannya ke tangan Chiara, tapi memilih untuk tetap mengikuti kemana Zachary berniat membawa Chiara.
Mau tidak mau, melihat kemarahan Sarah tadi, Aron merasa sedikit khawatir jika terjadi apa-apa dengan Chiara, meskipun Aaron tahu kalau Sarah tidak mungkin memberikan perintah pada Zachary untuk menyakiti Chiara.
“Tante, apa yang akan Tante lakukan pada mereka berdua?” Diego langsung bertanya kepada Sarah begitu sosok mereka bertiga sudah tidak terlihat lagi.
“Hah… seperti yang kamu dengar, Aaron dan Chiara, pernikahan mereka ternyata cukup bermasalah. Aku tidak tahu apa yang menjadi alasan di balik pernikahan mereka. Tapi sampai kapanpun, aku tidak akan pernah mengijinkan adanya perceraian diantara mereka berdua. Kalau mereka menundanya sampai usia Chiara cukup aku bisa mengerti. Tapi untuk sekarang, sudah tidak adalagi alasan untuk menundanya.” Sarah berkata sambil menghela nafasnya, tidak menyadari kalau Grayson langsung mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan Sarah barusan.
Ada rasa tidak rela yang menelusup di hati Grayson, saat Sarah mengatakan tidak akan pernah mengijinkan mereka berdua bercerai.
Apa maksud perkataan mama? Bukannya selama dua tahun ini hubungan pernikahan mereka sudah tidak normal? Kenapa harus dipaksakan untuk mereka terus menjalani pernikahan mereka?
Grayson mulai memprotes tindakan Sarah dalam hatinya.