Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MASIH TERUS TERBAYANG



"Apa kali ini, kamu juga berencana mendatangiku dan Angelina di ruang meeting, lalu mengomeliku lagi?" Aaron berkata sambil menahan nafasnya, karena sebenarnya dengan perkataannya itu, dia kembali diingatkan tentang bagaimana lembut dan manisnya bibir Chiara saat dia menciumnya tadi.


Kalau kamu melakukan hal seperti itu lagi, aku pastikan, kalau aku akan tetap melakukan hal yang sama seperti tadi, membungkam bibirmu dengan sebuah ciuman hangat. Kamu sungguh terlihat menggemaskan dengan omelanmu yang tiada henti, omelan yang menunjukkan kecemburuanmu, membuktikan besarnya cintamu padaku.


Aaron melanjutkan kata-katanya dalam hati sambil tersenyum, karena sadar bahwa sensasi yang dirasakannya saat mencium bibir Chiara tadi akan menjadi candu baginya, apalagi dalam otaknya sudah membayangkan bagaimana rasanya melakukan sebuah ciuman yang lebih dalam dan lebih bergairah dari yang tadi dia lakukan.


Dan rasanya jika dia bisa, dia ingin mengulanginya lagi. Tapi peringatan tentang bahaya yang bisa saja mengancam nyawa Chiara jika dia hilang kendali, membuat Aaron tahu dia belum bisa bebas melakukan hal seperti itu pada istrinya.


"Ti... tidak Om...." Chiara berkata dengan nada ragu, karena nama Angelina ternyata masih membuat hatinya tidak tenang, meskipun dia tahu bahwa dengan pernyataan cinta Aaron tadi, tidak seharusnya dia masih cemburu terhadap Angelina.


Tapi apa mau dikata, jiwa remajanya, darah mudanya begitu mudah terpancing oleh emosi dan rasa cemburu.


"Tenangkan hatimu, kamu tahu tidak ada apa-apa antara aku dan Angelina. Aku tidak pernah tertarik sedikitpun padanya. Kalau tidak, mana mungkin aku menikahimu? Jika aku memang tertarik padanya, aku yang sudah sejak lama mengenalnya pasti akan menikahinya. Tapi kamu tahu kenyataannya sekarang, istriku adalah Chiara." Aaron berkata sambil menggenggam erat tangan Chiara.


"Aku janji, aku hanya akan bertemu dengannya sebentar, hanya membahas hal-hal yang diperlukan saja. Setelah itu, aku akan memberikan sisa hariku untukmu." Akhirnya kata-kata Aaron membuat hati Chiara merasa tenang, meskipun dia tidak suka Aaron terlalu dekat dengan wanita berpenampilan seperti Angelina.


Jika terus-terusan berada di dekat Angelina, aku khawatir lambat laun om Aaron akan tergoda juga sebagai laki-laki normal. Menurut Grace sih begitu. Jika sampai itu terjadi, kata Grace itu adalah salahku, karena aku tidak segera melakukan ML dengan om Aaron. Sebagai seorang pria yang menjadi suamiku, itu merupakans alah satu hal yang paling diinginkan dariku sebagai istrinya. Pembuktian cinta kami berdua. Apa benar begitu ya?


Chiara mulai bertanya-tanya dalam hati.


Tapi aku percaya om Aaron, kalau om Aaron benar-benar tergoda oleh Angelina, pasti sudah lama itu terjadi seperti katanya tadi, sedangkan om Aaron jelas-jelas mengatakan kalau akulah orang yang dicintainya.


Chiara mencoba meningkatkan rasa percaya dirinya dengan mengingat bagaimana mesranya ciuman Aaron tadi, dan betapa mata amber Aaron menatapnya dengan tulus dan terlihat begitu bersungguh-sungguhnya Aaron saat mengatakan kalau Aaron mencintaiya.


Chiara kembali berkata dalam hati, mencoba mengingat semua nasehat positif yang pernah diucapkan Jaka maupun Grace padanya, terkait hubungan percintaannya dengan Aaron.


"Kok jadi kamu yang melamun sekarang?" Aaron berkata pelan sambil membuka pintu kamar di kantornya, dan melangkah ke depan, sehingga Chiara masuk tidak mau melangkah mundur dan masuk ke dalam kamar.


Dan karena kaget dengan tindakan Aaron yang menurut Chiara terlalu tiba-tiba, dan juga karena sebelumnya Chiara sempat melamun, tanpa sengaja, kaki Chiara yang mundur justru terpeleset, dan hampir membuatnya terjatuh kalau Aaron tidak dengan cepat meraih pinggang Chiara, dan menarik tubuh Chiara ke arahnya, dan langsung memeluk tubuh mungil istrinya.


Dan itu membuat dada Chiara kembali berdetak keras, karena kedekatan tubuh mereka saat ini, sehingga dengan buru-buru Chiara menjauhkan tubuhnya dari Aaron.


"Maaf Om Aaron..." Chiara berkata lirih.


"Hati-hati Chiara... jangan membuatku selalu khawatir dengan kecerobohanmu. Aku bisa mati muda kalau terus-terusan kamu membuatku jantungan." Aaron berkata pelan sambil tersenyum, dan melepaskan pelukannya dengan enggan, karena sejak pernyataan cintanya yang dibalas oleh Chiara, Aaron ingin merasakan bagaimana berada di dekat Chiara tanpa ragu lagi.


Tapi lagi-lagi, ingatan tentang resiko besar itu kembali menghantui Aaron, membuatnya harus merelakan diri untuk sedikit menjaga jarak dengan Chiara sampai ada kabar gembira dari George.


"Maaf...."


"Aku hanya bercanda..." Aaron langsung memotong kata-kata Chiara yang berniat meminta maaf kembali.


"Apapun yang kamu lakukan, aku akan selalu mendukungmu, dan aku akan selalu ada untukmu. Karena itu, jangan pernah takut untuk menjadi dirimu sendiri." Aaron meneruskan kata-katanya sambil mengelus lembut rambut Chiara.


"Terimakasih Om, Om Aaron memang yang terbaik..." Dengan suara pelan Chiara berkata, dan mengakhirinya dengan sebuah ciuman kilat di salah satu  pipi Aaron, membuat mata Aaron langsung terbeliak kaget, karena tindakan berani yang ditunjukkan Chiara kepadanya barusan.