Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEDATANGAN ALDRICH



Tindakan Chiara disertai dengan wajahnya yang memerah karena malu justru membuat Aaron terkikik geli sambil melirik ke arah istrinya yang baginya justru terlihat begitu menggemaskan dan membuatnya semakin tidak sabar menunggu hari besok.


“Kenapa tidak boleh? Kan kamu sendiri yang bilang tentang memiliki anak? Berarti kita berdua harus rajin menjalani proses pembuatannya.”


“Aku tidak pernah bilang begitu Om… eh maksudku tidak harus sekarang kan punya anak?”


“Tapi harus diusahakan mulai sekarang. Kamu tahu kan proses pembuatan anak tidak mudah, belum tentu sekali langsung berhasil.”


“Tapi juga tidak perlu terus menerus kan Om?”


“Siapa bilang? Kan belum tentu langsung jadi? Apa perlu aku jelaskan detail proses pembuatannya? Atau bagaimana caranya satu persatu?”


“Aduh Om, jangan bahas hal itu lagi dong.”


“Benar juga, lebih baik langsung dipraktekkan ya?”


"Lho....?"


"Praktek pasti lebih mudah dan enak daripada cuma sekedari dibicarakan dan dibayangkan. Betul tidak?"


"Kok begitu sih Om?"


"Kan kamu juga sudah tahu rasanya juga kan? Masak tidak kangen sih?"


Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, akhirnya Aaron justru sibuk menggoda Chiara, sedang Chiara dengan polosnya sibuk berusaha menghentikan Aaron agar tidak terus membicarakan tentang kegiatan ranjang mereka.


Meskipun pada akhirnya, sampai di halaman parkir rumah sakit, Chiara tidak bisa membuat Aaron berhenti membahas tentang kegiatan panas mereka, yang memang bagi Aaron masih sangat jarang mereka lakukan itu, meskipun selama beberapa hari di villa kemarin, seperti minum obat, lebih dari sekali sehari Aaron menggempur Chiara.


Baik Aaron yang bahagia karena merasa bisa menggoda Chiara sehingga mendapatkan pamandangan wajah cantik istrinya yang malu-malu menggemaskan, dan juga Chiara yang sibuk mencoba menghentikan godaan Aaron, larut dalam kebahagiaan, sehingga tidak menyadari kalau sejak mereka keluar dari lokasi apartemen tempat mereka tinggal, tidak menyadari kalau di bandara di kota itu baru saja mendarat sebah pesawat jet pribadi, berisi puluhan manusia dengan kekuatan super mereka yang beraneka macam.


Karena kedatangannya di Indonesia kali ini, dia memiliki begitu banyak harapan untuk segera dapat mewujudkan impiannya untuk menguasai dunia.


Dan itu akan bisa dia lakukan dengan mudah setelah dia berhasil menghancurkan kelompok mask men yang selau menjadi penghalang baginya, kelompok yang selalu menentang visi misinya untuk menaklukkan dunia.


Jika Aldrich mengingat tentang bagaimana banyak usahanya yang terganjal dan gagal karena campur tangan dari kelompok mask men, membuat Aldrich merasa begitu tidak sabar untuk menjalankan rencananya, menghancurkan mask men.


Meski Aldrich tahu, itu pasti tidak akan mudah, karena mask men bukan manusia super biasa, tapi Aldrich yakin dengan melakukan persiapan yang cukup, dan mengetahui kelemahan mask men, dia bisa mengalahkan mask men yang ternyata adalah seorang pengusaha karya raya bernama Aaron Malverich itu.


Dia hanya sosok pahlawan kesiangan yang tidak tahu apa-apa tentang apa itu berkorban dan berjuang. Mentang-mentang hidupnya selalu baik-baik saja karena selain memiliki kekuatan dia juga berasal dari kelaurga kaya raya. Orang seperti dia yang tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan selama ini, tidak akan pernah bisa tahu apa itu rasa sakit dan kecewa. Bisa-bisanya dia menghalangiku menghancurkan dunia para manusia egois dan kurang ajar ini.


Aldrich berkata dalam hati sambil berjalan dengan sikap percaya diri keluar dari pesawat jet pribadinya, diikuti dengan puluhan anak buahnya yang berjalan dengan sikap sombongnya.


Sikap sombong, terlalu percaya diri, cenderung meremehkan orang lain, dan sering bersikap seenaknya sendiri, merupakan ciri khas sifat orang-orang yang ada di bawah kepemimpinan Aldrich.


Melihat puluhan orang yang rata-rata memiliki tubuh tinggi besar dan tegap, baik pria atau wanitanya, membuat beberapa orang yang melihat keberadaan mereka langsung menoleh dan memandang mereka tanpa berkedip.


Apalagi Aldrich dan beberapa orang diantara mereka memang merupakan sosok pria dengan wajah tampan dengan bentuk tubuh yang atletis dan mengenakan pakaian formal yang rapi, meski di bagian lehernya, tampak adanya bekas luka sayatan ketika dulu dia sempat dijadikan obyek percobaan di laboratorium waktu itu.


Dan itu hanyalah satu dari puluhan luka sayatan di tubuhnya yang tidak bisa dia sembunyikan dengan baik, meskipun Aldrich selalu memakai pakaian dengan jenis kerah turtleneck yang menutupi hampir seluruh bagian lehernya.


(Model kerah kaos yang tak kalah menarik yakni turtleneck. Jika seseorang mengenakan kaos ini maka semua bagian leher pun akan tertutupi, sehingga biasanya kaos tersebut hadir dengan model sweater atau untuk memberi kehangatan pada leher.


Jika bagian leher atas terlalu panjang maka kamu bisa melipatnya ke bagian bawah menjadi sekitar 2 bagian. Kebanyakan dari kaos model kerah turtleneck ini berbahan rajut, sehingga kerah kaos melar ketika kamu kenakan dan terkesan lebih menarik. Tentu saja jenis kerah ini paling cocok bagi kamu yang bertubuh tinggi kurus dengan leher jenjang).


Untuk bekas luka di bagian tubuhnya yang lain, yang memang ada hampir di seluruh bagian tubuhnya, bisa ditutupi dengan baik oleh Aldrich dengan dia yang selalu menggunakan pakaian lengan panjang atau jas resmi, yang selalu dipadukan dengan celana panjang.