Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MELARIKAN DIRI LAGI



“Eh, Grace, aku ijin ke kamar mandi sebentar ya.” Akhirnya Chiara berpamitan kepada Grace untuk pergi ke toilet, karena hanya itu satu-satunya hal yang sedang terpikirkan olehnya sekarang, agar bisa mengulur waktu untuk dia tidak perlu tampil ke depan, naik ke panggung dan bertemu langsung dengan Romi, yang betul-betul membuatnya malas.


“Oke, nanti aku akan katakan kalau kamu sedang ke toilet kalau ada yang mencarimu.” Grace yang segera tahu bahwa Chaira sedang mencari alasan untuk pergi meninggalkan aula, segera mengiyakan permintaan dari Chiara.


“Aku pergi dulu.” Chiara berbisik pelan kepada Grace yang langsung mengangukkan kepalanya, dengan mata menatap ke arah depan.


Romi yang sedari tadi matanya terus mengawasi Chiara, sedikit menaikkan salah satu ujung bibirnya.


Ck ck ck… sepertinya Chiara ini gadis yang memiliki hobi melarikan diri. Jangan harap aku akan melepaskanmu gadis kecil. Kamu mau bermain tarik ulur dan petak umpet denganku? Berusaha menghindari kontak diantara kita? Mari kita coba seberapa ahlinya dirimu untuk bisa menghindar dan kabur dariku.


Romi berkata dalam hati sambil berdiam sejenak, lalu sedikit membungkukkan tubuhnya, dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah kepala sekolah yang duduk di sampingnya.


Setelah Romi mematikan mic yang dipegangnya, dia membisikkan sesuatu kepada kepala sekolah yang lagi-lagi terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya dengan sikap hormat.


Begitu Romi selesai menyampaikan keinginannya kepada kepala sekolah, Romi menyodorkan mic yang dipegangnya kepada kepala sekolah yang langsung meraihnya sambil tersenyum.


Setelah mic berpindah tangan, Romi kembali duduk, sedangkan kepala sekolah bangkit dari duduknya, dan menyalakan mic kembali.


“Begini anak-anak, untuk pengumuman penerima beasiswa yang akan diberikan oleh perusahaan tempat nak Romi… sebelum dimulai, kita akan coba melakukan pengisian angket tentang Universitas X yang baru saja kita dengarkan penjelasannya dari para alumni.” Kepala sekolah segera mengumumkan tentang penundaan pengumuman penerima beasiswa.


(Angket adalah instrument penelitian yang berupa pertanyaan tertulis maupun non tertulis yang digunakan untuk memmpermudah peneliti dalam menggumpulkan data lapangan. Angket atau biasa disebut kuisioner (Bahasa inggris : questionnaire) berisi pertanyaan-pertanyaan dan kolom jawaban yang diharapkan diisi dengan benar dan sesuai kenyataan oleh para responden (penjawab dari setiap pertanyaan untuk kepentingan penelitian).


Pengertian lain dari angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angket merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui).


“Pengisian angket juga akan disertai dengan pertanyaan siapa diantara kalian yang tertarik untuk mendaftarkan diri ke Universitas X. Dari para siswa yang ingin melanjutkan belajar ke sana, 3 diantara kalian yang mendaftar yang memiliki nilai terbaik, akan mendapatkan beasiswa dari perusahaan nak Romi, dan mendapatkan jaminan mendapatkan pekerjaan di di perusahaan itu.” Mendengar pengumuman itu, beberapa siswa siswi langsung bertepuk tangan dan terdengar bisik-bisik yang membuat ramai suasana aula.


“Tenang… semuanya harap tenang. Setelah ini alumnus dari Universitas X akan membagikan lembaran angket untuk bisa segera kalian isi sesuai dengan kondisi dan pendapat dari kalian. Jangan lupa untuk menuliskan nama lengkap dan kelas kalian.” Kepala sekolah mengakhiri kata-katanya sambil menganggukkan kepalanya kembali ke arah Romi yang langsung memberikan tanda kepada


Aduh, kenapa jadi acaranya berubah? Kalau begini caranya, percuma saja Chiara keluar ke toilet untuk mengulur-ulur waktu. Jika dia kembali nanti, pasti dia akan tetap harus maju menerima beasiswa, dan bertemu langsung dengan laki-laki itu.


Grace berkata dalam hati sambil memandang ke arah pintu keluar masuk ruang aula, dimana para guru tampak berkumpul di sana.


Rasanya ingin sekali Grace menyusul Chiara ke toilet, tapi apa daya, Grace tidak memiliki cukup keberanian untuk ijin ke toilet, karena sebenarnya sedari awal, sebeluma cara dimulai, para siswa sudah diingatkan untuk ke toilet lebih dahulu bagi yang memerlukannya, sehingga sepanjang acara diharapkan tidak ada yang ijin keluar dari ruangan, agar tidak mengganggu aktifitas hari ini.


Jika saja itu bukan Chiara, yang merupakan salah satu murid teladan yang berprestasi, Grace tidak yakin apakah dia akan diijinkan keluar dari aula.


Hah! Bagaimana nasib Chiara nanti? Kenapa laki-laki bernama Romi itu sungguh menyebalkan sih. Harusnya dia berhenti setelah Chiara menolaknya kemarin. Haist, laki-laki yang benar-benar merepotkan. Seharusnya kemarin pihak keluarga Chiara juga memberitahukan bahwa Chiara akan menikah dengan om Aaron, begitu kesepakatan tercapai kemarin. Tapi apa mau dikata, pernikahan mereka akan tetap dirahasiakan sesuai kesepakatan. Tidak bisa diberitahukan ke sembarang orang.


Grace hanya bisa menggerutu dalam hati melihat apa yang sudah terjadi.


Maaf Chiara, kali ini sepertinya kamu tidak bisa menghindar dari laki-laki menyebalkan tersebut.


Grace akhirnya hanya bisa berkata salam hati sambil menghela nafas panjang, dengan sikap pasrah. Karena diluar jam istirahat, para siswa juga tidak diperbolehkan untuk membawa handphone, sehingga tidak memungkinkan juga bagi Grace untuk mengirimkan pesan pada Chiara untuk memberikannya peringatan tentang apa yang sudah terjadi di ruang aula sekolah.


# # # # # # # #


Apa aku sudah cukup lama berada di kamar mandi ini?


Chiara yang berpura-pura buang air, berada dalam salah satu kamar mandi, mengunci pintu dan duduk di atas toilet duduk, yang bagian atas penutupnya sudah dia tutupkan tadi begitu dia masuk ke sana, berkata dalam hati sambil melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Hah, sudah lebih dari 20 menit, seharusnya sudah cukup aku berada di sini.


Chiara kembali berkata dalam hati sambil bangkit dari duduknya, dan merapikan pakaian sekaligus rok seragamnya sebelum keluar dari tempatnya.


Dengan langkah yang sengaja diperlambat, Chiara berjalan kembali ke arah aula, yang kebetulan baru saja menyelesaikan acara pengisian lembaran angket.


Para alumni Universitas X tampak membantu para siswa siswi untuk mengumpulkan lembaran angket tersebut, dan menjadikannya satu di meja yang ada di salah satu sudut ruangan aula, untuk dipisahkan antara yang siswa yang mengisikan ingin melanjutkan studi ke Universitas X, dan memilih Universitas lain.


Grace sendiri, sampai saat ini belum memutuskan ingin kuliah dimana, karena itu dia sengaja tidak memilih Universitas X dalam lembaran angket tersebut.


“Grace?” Suara bisikan pelan dari Chiara membuat Grace yang sedikit melamun, memikirkan nasib Chiara, sedikit tersentak kaget, dan langsung menoleh, menatap ke arah Chiara yang wajahnya terlihat bertanya-tanya.


“Eh, Chiara, gawat, sepertinya Romi tahu kalau kamu berniat menghindarinya tadi. Dia sengaja menunda pengumuman penerima beasiswa.” Grace langsung menarik tangan Chiara, agar segera kembali duduk di sampingnya dan berbisik pelan ke telinga Chiara yang langsung melotot mendengar bisikan pelan dari Grace.